Home | Nasional | Politik | Potensa | Etalase | Zona Riau | Sportainment | Hua Shan | Epaper | Indeks Berita
 
Korupsi Peningkatan Jalan di Bengkalis
KPK Periksa M Nasir dan Hobby Siregar
Rabu, 30/01/2019 - 20:24:46 WIB
Febri Diansyah
TERKAIT:
 
  • KPK Periksa M Nasir dan Hobby Siregar
  •  

    PEKANBARU - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa M Nasir dan Hobby Siregar terkait proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis.  Keduanya dimintai keterangan sebagai tersangka.

    M Nasir dan Hobby diperiksa di Gedung Merah Putih KPK di Jakarta, Rabu (30/1). "Penyidik hari ini, memeriksa MNS dan HS sebagai tersangka," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

    M Nasir adalah mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bengkalis dan Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Dumai non aktif sedangkan Hobby Siregar adalah Direktur Utama PT Mawatindo Road Construktion (MRC) selaku rekanan proyek. M Nasir dan Hobby Siregar ditetapkan lembaga antirasuah sebagai tersangka sejak 11 Agustus 2017.

    Kedua tersangka sudah ditahan KPK sejak 5 Desember 2019 lalu. M Nasir ditahan di Rutan Guntur, dan Hobby Siregar ditahan di Rutan Salemba.

    Selain M Nasir dan Hobby Siregar,  penyidik KPK juga memeriksa satu orang saksi berinisial S dari pihak swasta. Pemeriksaan S dilakukan di Mako Brimob Polda Riau, Jalan KH Ahmad Dahlan, Pekanbaru.

    Menurut Febri, saksi S diperiksa untuk melengkapi berkas Hobby Siregar. Materi pemeriksaannya, mendalami kegiatan pelaksanaan proyek Jalan  Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2013-2015.

    Pemeriksaan saksi dari swasta ini sudah dilakukan penyidik KPK di Mako Brimob Polda Riau sejak Senin (28/1) lalu. Sejauh ini, sudah empat saksi dari swasta yang dimintai keterangan untuk Hobby Siregar.

    "Penyidik mendalami pengetahuan saksi terkait proses pelaksanaan peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih. Karena itu saksi (swasta) dihadirkan," kata Febri.

    Proyek tahun jamak peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis merupakan proyek jalan sepanjang 51 kilometer dan lebar 6 meter. Proyek sejak tahun 2013-2015 ini menelan anggaran Rp495 miliar dan dikerjakan oleh PT Citra Gading Asritama.

    Dalam proses penyidikan, KPK telah memeriksa sejumlah saksi, seperti Bupati Bengkalis Amril Mukminin. Saat proses penganggaran, orang nomor 1 di Kabupaten Bengkalis itu merupakan anggota DPRD Bengkalis. 

    Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu masih berstatus sebagai saksi. Kini,  KPK mencegal Amril  untuk berpergian keluar negeri.

    Selain Amril, proses pemeriksaan saksi juga dilakukan terhadap pihak lainnya. Seperti seorang kontraktor asal Jambi, H Ismail Ibrahim. Dia merupakan Direktur Utama (Dirut) PT Merangin Karya Sejati.

    Tidak hanya itu, sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis juga pernah diperiksa. Salah satunya, mantan Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas PU Kabupaten Bengkalis, Syarifuddin.

    Hal yang sama juga dilakukan KPK terhadap beberapa anggota DPRD Bengkalis,  seperti,  mantan anggota DPRD Bengkalis, Suhendri Asnan yang merupakan kader PDI Perjuangan.  Pemeriksaan juga dilakukan padakontraktor asal Jambi, H Ismail Ibrahim selaku Direktur Utama (Dirut) PT Merangin Karya Sejati.

    Untuk menguatkan bukti, KPK juga melakukan penggeledahan di sejumlah tempat, termasuk rumah Dinas Bupati Bengkalis, Amril Mukminin. Dari tempat itu, KPK menyita uang Rp1,9 miliar dan  beberapa koper yang diduga  berisi dokumen terkait proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih.

    KPK juga melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi. Di antaranya di Kantor DPRD Bengkalis,  dan  Kantor Dinas PU Bengkalis. Di Dumai, KPK menggeledah Kantor Sekda Dumai, Kantor LPSE dan rumah subkontraktor di Dumai.

    Di Pekanbaru, KPK menggeledah salah satu kantor kontraktor di Kecamatan Tenayan Raya dan di Kecamatan Marpoyan Damai. Dari penggeledahan, KPK sudah mengamankan banyak dokumen terkait proyek jalan tersebut.

    Sejauh ini, KPK masih menunggu hasil akhir perhitungan indikasi kerugian negara yang diproses oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Setelah itu akan dilakukan analisis lebih lanjut terkait pengembangan perkara ke pelaku lainnya.

    Dua tersangka disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.
    (lda)



     
    Berita Lainnya :
  • KPK Periksa M Nasir dan Hobby Siregar
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama TNI, Polri dan BPBD, Fire Fighter PT SRL Berjibaku Padamkan Api
    02 Pembayaran Honor RT dan RW di Pekanbaru Tunggu Audit BPK
    03 UAS Tidak Hadiri Sidang Penghinaan
    04 Gebyar Hoki Imlek Honda Bertabur Hadiah
    05 Sabtu, Lomba Bahasa Mandarin di Mal SKA
    06 Menjalin Silaturahmi Dengan EVP
    07 XL Luncurkan Kartu Perdana XL Go Izi
    08 Dua Flyover Langsung Dilalui, Jembatan Siak IV Ditunda
    09 Kelurahan Sapat Jadi Kampung Nelayan di Inhil
    10 Telkomsel Terapkan Aplikasi Digital Desa di Pasaman
    11 IM3 Ooredoo dan GOJEK Hadirkan Paket Online Gaspol
    12 Donasi Konsumen Alfamart, Bentuk Kepedulian Sesama
    13 Bawaslu Sambut Baik Mappilu PWI
    14 Bupati Pelalawan Minta Kades Kelola ADD Dengan Benar
    15 Seluruh OPD di Inhil Harus Paham Penyusunan Renstra Perangkat Daerah
    16 56 Tim Futsal Ramaikan SMAN 5 Cup IX
    17 Mappilu PWI Riau Hadiri Rakor Pemilu, Rusidi: Bawaslu Tidak Bisa Kerja Sendiri
    18 Lepas Mahasiswa KKN, Ini Pesan Bupati Inhu
    19 The Zuri Hotel Kunjungi Metro Riau Group
    20 Didesak 1.000 Advokat, Polda Segera Gelar Perkara Penganiayaan Keluarga Maryatun
    21 Jembatan Siak IV Mustahil Diresmikan Presiden
    22 Bawaslu Terima Laporan 610 Konten Hoax di Medsos
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © METRORIAU.com - Berwawasan dan Berkepribadian