Home | Nasional | Politik | Potensa | Etalase | Zona Riau | Sportainment | Hua Shan | Epaper | Indeks Berita
 
*Korupsi Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih
KPK Periksa Eks Legislator Bengkalis
Kamis, 31/01/2019 - 21:57:40 WIB
Gedung KPK, di Jakarta
TERKAIT:
 
  • KPK Periksa Eks Legislator Bengkalis
  •  

    PEKANBARU - Eks  anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkalis, Hidayat 
    Tagor Nasution, diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait perkara 
    dugaan korupsi peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kamis (31/1).  Hidayat 
    dimintai keterangannya untuk tersangka Hobby Siregar, Direktur Utama
    Mawatindo Road Construktion (MRC).

    Hal itu disampaikan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. "Penyidik memeriksa saksi (Hidayat 
    Tagor Nasution) dalam perkara dugaan korupsi peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan 
    Nyirih, Kabupaten Bengkalis tahun 2013-2015," ujar Febri.  

    Hidayat Tagor Nasution merupakan anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014. Pemeriksaan  terhadapnya bukan yang pertama dilakukan penyidik KPK. 

    Hidayat dimintai keterangan di Mako Brimob Polda Riau, Jalan KH Ahmad Dahlan, Pekanbaru.  "Pemeriksaannya untuk mendalami  dugaan korupsi peningkatan pembangunan jalan (Batu Panjang-Pengkalan Nyirih) tersebut," kata Febri.

    Hidayat adalah terpidana kasus korupsi dana bantuan sosial di Pemkab Bengkalis yang merugikan negara Rp31 miliar. Dia divonis hukuman 9 tahun penjara oleh Mahkamah Agung RI. Saat ini,  dia ditahan di Lapas Klas II A, Gobah, Pekanbaru.

    Dalam perkara korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Hidayat 
    merupakan saksi kelima yang dimintai keterangan oleh penyidik sejak Senin (28/1). Empat saksi  sebelumnya berasal dari pihak swasta. "Materi pemeriksaan untuk mendalami pengetahuan saksi  terkait proses pelaksanaan peningkatan  Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih," kata Febri.

    Selain Hobby Siregar dalam perkara ini KPK juga menetapkan M Nasir selaku mantan Kepala 
    Dinas PU Bengkalis sebagai  tersangka. Kedua tersangka sudah ditahan sejak 5 Desember 2018 lalu.

    Kedua tersangka  dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 
    sebagaimana diubah dengan UU  Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana  Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana

    Proyek tahun jamak peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih merupakan proyek jalan sepanjang 51 kilometer dan lebar enam meter. Proyek sejak tahun 2013-2015 ini menelan  anggaran Rp495 miliar.

    Dalam proses penyidikan, KPK telah memeriksa sejumlah saksi, seperti Bupati Bengkalis Amril Mukminin. Saat proses penganggaran, Amril merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Bengkalis. 

    Amril masih berstatus sebagai saksi dan telah dicegah bepergian ke luar negeri oleh 
    KPK. Komisi antirasuah mengirimkan surat permintaan pencegahan ke luar negeri kepada 
    Direktorat Jenderal Imigrasi pada 13 September 2018. Pencegahan ke luar negeri selama enam bulan.

    Selain Amril, proses pemeriksaan saksi juga dilakukan terhadap pihak lainnya. Seperti seorang  kontraktor asal Jambi, H Ismail Ibrahim. Ismail merupakan Direktur Utama PT Merangin Karya  Sejati.

    Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis  juga pernah diperiksa. Salah satunya adalah bekas Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PU Bengkalis, Syarifuddin. Hal yang sama juga dilakukan KPK terhadap beberapa mantan anggota DPRD Bengkalis, antara lain Suhendri Asnan.

    Untuk menguatkan bukti, KPK juga melakukan penggeledahan di sejumlah tempat, termasuk 
    rumah dinas Bupati Bengkalis. Dari tempat itu, KPK menyita uang Rp1,9 miliar dan beberapa 
    koper yang diduga berisi dokumen terkait proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih.

    KPK juga melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi lainnya. Di antaranya di Kantor DPRD 
    Bengkalis, dan Kantor Dinas PU Bengkalis. Di Dumai, KPK menggeledah Kantor Sekda Dumai,  Kantor LPSE dan rumah subkontraktor.

    Di Pekanbaru, KPK menggeledah salah satu kantor kontraktor di Kecamatan Tenayan Raya dan di  Kecamatan Marpoyan Damai. Dari penggeledahan, KPK sudah mengamankan banyak dokumen  terkait proyek jalan tersebut. (lda)



     
    Berita Lainnya :
  • KPK Periksa Eks Legislator Bengkalis
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama TNI, Polri dan BPBD, Fire Fighter PT SRL Berjibaku Padamkan Api
    02 Pembayaran Honor RT dan RW di Pekanbaru Tunggu Audit BPK
    03 UAS Tidak Hadiri Sidang Penghinaan
    04 Gebyar Hoki Imlek Honda Bertabur Hadiah
    05 Sabtu, Lomba Bahasa Mandarin di Mal SKA
    06 Menjalin Silaturahmi Dengan EVP
    07 XL Luncurkan Kartu Perdana XL Go Izi
    08 Dua Flyover Langsung Dilalui, Jembatan Siak IV Ditunda
    09 Kelurahan Sapat Jadi Kampung Nelayan di Inhil
    10 Telkomsel Terapkan Aplikasi Digital Desa di Pasaman
    11 IM3 Ooredoo dan GOJEK Hadirkan Paket Online Gaspol
    12 Donasi Konsumen Alfamart, Bentuk Kepedulian Sesama
    13 Bawaslu Sambut Baik Mappilu PWI
    14 Bupati Pelalawan Minta Kades Kelola ADD Dengan Benar
    15 Seluruh OPD di Inhil Harus Paham Penyusunan Renstra Perangkat Daerah
    16 56 Tim Futsal Ramaikan SMAN 5 Cup IX
    17 Mappilu PWI Riau Hadiri Rakor Pemilu, Rusidi: Bawaslu Tidak Bisa Kerja Sendiri
    18 Lepas Mahasiswa KKN, Ini Pesan Bupati Inhu
    19 The Zuri Hotel Kunjungi Metro Riau Group
    20 Didesak 1.000 Advokat, Polda Segera Gelar Perkara Penganiayaan Keluarga Maryatun
    21 Jembatan Siak IV Mustahil Diresmikan Presiden
    22 Bawaslu Terima Laporan 610 Konten Hoax di Medsos
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © METRORIAU.com - Berwawasan dan Berkepribadian