Home | Nasional | Politik | Potensa | Etalase | Zona Riau | Sportainment | Hua Shan | Epaper | Indeks Berita
 
Korupsi Peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih
Bupati Bengkalis Mangkir dari Panggilan KPK
Kamis, 07/02/2019 - 21:49:31 WIB
Febri Diansyah
TERKAIT:
 
  • Bupati Bengkalis Mangkir dari Panggilan KPK
  •  

    PEKANBARU - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  menjadwalkan pemeriksaan terhadap Bupati Bengkalis, Amril  Mukminin, terkait kasus dugaan korupsi proyek Jalan Batu 
    Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis tahun 2013-2015, Kamis (7/2). Namun, Amril tak hadir.

    "(Amril Mukminin) tidak datang. Nanti akan diagendakan  pemanggilan kembali," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah kepada Metro Riau, Kamis (7/2) malam.

    Sebelumnya, Febri mengatakan, Amril sedianya akan dimintai  keterangan sebagai saksi untuk tersangka Hobby Siregar, Direktur Utama (Dirut) PT Mawatindo Road Construction (MRC). Selain Amril, KPK juga memanggil tiga bekas anggota Dewan  Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkalis periode 2009-2014, yakni Suhendri Asnan, Azmi, dan Firzal Fudhoil. Mereka dijadwalkan diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

    "Penyidik menjadwalkan pemeriksaan bersangkutan (Amril) dan  saksi lain terkait peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis tahun 2013-2015," kata Febri.

    Untuk diketahui, selain Hobby Siregar, ada satu tersangka lainnya  dalam kasus ini. Dia adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai nonaktif, Muhammad Nasir. Dalam proyek peningkatan jalan tersebut, Muhammad Nasir kala itu merupakan Kepala  Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bengkalis.

    Nasir dan Hobby ditetapkan sebagai tersangka oleh lembaga antirasuah sejak 11 Agustus 2017. Oleh KPK, keduanya dilakukan tindakan penahanan pada Rabu, 5 Desember 2018. 
    Nasir ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Guntur milik Pomdam Jaya di Jakarta Selatan, dan Hobby ditahan di Rutan Salemba,  Jakarta Timur.

    Nasir dan Hobby diduga secara melawan hukum melakukan  perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau 
    perekonomian negara dalam proyek peningkatan Jalan Batu  Panjang-Pangkalan Nyirih sepanjang 51 kilometer dan lebar enam meter.

    Akibat perbuatan kedua tersangka, keuangan negara ditaksir  menderita kerugian hingga Rp80 miliar dari anggaran yang disebut menelan sekitar Rp495 miliar. Keduanya disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo  Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

    Dalam perkara ini, KPK masih terus melakukan pengembangan.  Hal itu karena KPK mencium adanya keterlibatan pihak lain. Bahkan, KPK telah menyita uang sebesar Rp1,9 miliar di 
    kediaman Amril Mukminin.

    Penyitaan itu dilakukan penyidik KPK pada penggeledahan yang  dilakukan pada Jumat, 1 Juni 2018. Tidak hanya uang, KPK juga membawa beberapa koper yang diduga berisi dokumen terkait proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih.

    Soal duit Rp1,9 miliar yang ditemukan KPK itu, Amril membantah berasal aliran dana perusahaan. "Enggak dari perusahaan. Saya kan ada usaha, uang usaha (saya) ya," katanya 
    saat diperiksa KPK pada Kamis, 7 Juni 2018.

    Proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih diketahui dikerjakan  dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bengkalis dengan tahun jamak atau multiyears, yaitu dari tahun 2013-2015.

    Saat proses penganggaran, Amril merupakan anggota DPRD  Bengkalis. Dalam kasus ini, Amril telah dicegah berpergian ke luar negeri oleh KPK. Selain Amril, proses pemeriksaan saksi juga dilakukan terhadap pihak lainnya. Seperti seorang kontraktor asal Jambi, H Ismail 
    Ibrahim. Dia merupakan Direktur Utama PT Merangin Karya  Sejati.

    Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah  Kabupaten (Pemkab) Bengkalis juga pernah diperiksa. Salah satunya, mantan Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas PU Bengkalis, Syarifuddin.

    Hal yang sama juga dilakukan KPK terhadap beberapa anggota  DPRD Bengkalis. Seperti, Wakil Ketua DPRD Bengkalis Kaderismanto, dan bekas anggota DPRD Bengkalis Suhendri 
    Asnan.

    Dalam proses penyidikan, upaya pengumpulan alat bukti melalui  penggeledahan di sejumlah lokasi di Provinsi Riau juga dilakukan. Seperti di Pekanbaru, KPK menggeledah rumah 
    mantan Bupati Bengkalis Herliyan Saleh dan rumah tersangka  Muhammad Nasir. Di Kabupaten Bengkalis, KPK menggeledah Kantor Dinas PU, Kantor Bupati, Kantor LPSE, dan rumah milik saksi Hurry Agustianri.

    Selanjutnya, di Kota Dumai KPK menggeledah rumah saksi, yaitu  Hermanto sebagai subkontraktor, dan penyegelan ruangan di rumah dinas Sekda Dumai. Lalu, di Pulau Rupat, Bengkalis, digeledah Kantor PT MRC dan rumah atau kantor saksi Hasyim 
    sebagai subkontraktor. Dari keseluruhan penggeledahan yang dilakukan, KPK menyita  sejumlah dokumen, barang bukti elektronik seperti handphone dan harddisk dan dua sepeda motor dari PT MRC. (lda)




     
    Berita Lainnya :
  • Bupati Bengkalis Mangkir dari Panggilan KPK
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama TNI, Polri dan BPBD, Fire Fighter PT SRL Berjibaku Padamkan Api
    02 Pembayaran Honor RT dan RW di Pekanbaru Tunggu Audit BPK
    03 UAS Tidak Hadiri Sidang Penghinaan
    04 Gebyar Hoki Imlek Honda Bertabur Hadiah
    05 Sabtu, Lomba Bahasa Mandarin di Mal SKA
    06 Menjalin Silaturahmi Dengan EVP
    07 XL Luncurkan Kartu Perdana XL Go Izi
    08 Dua Flyover Langsung Dilalui, Jembatan Siak IV Ditunda
    09 Kelurahan Sapat Jadi Kampung Nelayan di Inhil
    10 Telkomsel Terapkan Aplikasi Digital Desa di Pasaman
    11 IM3 Ooredoo dan GOJEK Hadirkan Paket Online Gaspol
    12 Donasi Konsumen Alfamart, Bentuk Kepedulian Sesama
    13 Bawaslu Sambut Baik Mappilu PWI
    14 Bupati Pelalawan Minta Kades Kelola ADD Dengan Benar
    15 Seluruh OPD di Inhil Harus Paham Penyusunan Renstra Perangkat Daerah
    16 56 Tim Futsal Ramaikan SMAN 5 Cup IX
    17 Mappilu PWI Riau Hadiri Rakor Pemilu, Rusidi: Bawaslu Tidak Bisa Kerja Sendiri
    18 Lepas Mahasiswa KKN, Ini Pesan Bupati Inhu
    19 The Zuri Hotel Kunjungi Metro Riau Group
    20 Didesak 1.000 Advokat, Polda Segera Gelar Perkara Penganiayaan Keluarga Maryatun
    21 Jembatan Siak IV Mustahil Diresmikan Presiden
    22 Bawaslu Terima Laporan 610 Konten Hoax di Medsos
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © METRORIAU.com - Berwawasan dan Berkepribadian