Home | Nasional | Politik | Potensa | Etalase | Zona Riau | Sportainment | Hua Shan | Epaper | Indeks Berita
 
Dugaan Korupsi Pipa Transmisi di Inhil
Gemarak Desak Polda Tetapkan Muhammad Jadi Tersangka
Rabu, 23/01/2019 - 20:26:54 WIB
Massa dari Gemarak melakukan unjuk rasa di Ditreskrimsus Polda Riau, Rabu (23/1/2019). (ist)
TERKAIT:
 
  • Gemarak Desak Polda Tetapkan Muhammad Jadi Tersangka
  •  

    EKANBARU - Belasan massa yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa Riau Anti Korupsi (Gemarak) Riau berunjuk rasa di Kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, Jalan Sisingamangaraja, Pekanbaru, Rabu (23/1/2019). Mereka meminta Polda Riau mengusut tuntas kasus dugaan korupsi proyek pengadaan pipa transmisi PDAM di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

    Massa datang membawa spanduk bertuliskan penetapan sejumlah tersangka dalam proyek tahun 2013 itu. "Kontraktor tersangka, konsultan pengawas tersangka, PPK tersangka, KPA (Bpk Muhammad) kenapa belum tersangka," tulisan di spanduk tersebut.

    Muhammad adalah Kuasa Pengguna Anggaran proyek tersebut sekaligus menjabat Kabid Cipta Karya Dinas PU Riau tahun 2013. Wakil Bupati Bengkalis ini sudah beberapa kali dimintai keterangan oleh penyidik Direskrimsus Polda Riau.

    Massa menilai, penanganan perkara lamban karena keterlibatan orang-orang dalam proyek tersebut tidak tuntas.
    Massa meminta, Polda Riau tidak pandang bulu dalam menangani perkara dan menetapkan Muhammad sebagai tersangka.

    "Kenapa Bapak Muhammad tidak ditetapkan sebagai tersangka. Diakan selaku Kuasa Pengguna Anggarannya. Ada apa sebenarnya," ujar Koordinator Lapangan, Sandi Putra Rizky, dalam orasinya.

    Massa Gemarak berharap  Direskrimsus Polda Riau dapat menuntaskan kasus ini. "Kami minta Polda mengusut kasus ini hingga tuntas," teriak massa.

    Kedatangan massa disambut perwakilan dari Direskrimsus Polda Riau. Setelah dijelaskan terkait penanganan perkara tersebut, massa bubar dengan tertib.

    Dalam perkara ini, penyidik sudah menetapkan lima tersangka, yakni Stavanus P Simalonga selaku Direktur PT Panatori Raja, Edi Mufti BE selaku PPK,  Syafrizal Taher selaku konsultan dan pengusaha Harris Anggara. Namun, status tersangka Harris dicabut oleh Pengadilan Negeri Pekanbaru karena dinilai tidak sah.

    Empat tersangka sudah dijebloskan ke Rutan Klas IIB, Sialang Bungkuk, Kecamatan Tenayan Raya. Sementara, penyidikan terhadap Harris Anggara dilanjutkan kembali.

    Dugaan korupsi pemasangan pipa transmisi berawal dari laporan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)  ke Polda Riau. Proyek ini dikerjakan oleh Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau tahun 2013 dengan dana Rp3.415.618.000.

    Dalam kontrak pada Rencana Anggaran Belanja tertera pekerjaan galian tanah untuk menanam pipa HD PE DLN 500 MM PN 10 dengan volume sepanjang 1.362,00. Ini berarti galian tanah sedalam 1,36 meter dan ditahan dengan skor pipa kayu bakar sebagai cerucuk. Galian seharusnya sepanjang dua kilometer.

    Pada lokasi pekerjaan pemasangan pipa, tidak ditemukan galian sama sekali, bahkan pipa dipasang di atas tanah. Selain itu, pada item pekerjaan timbunan bekas galian, juga dipastikan tidak ada pekerjaan timbunan kembali karena galian tidak pernah ada.

    Pekerjaan tersebut dimulai 20 Juni 2013 sampai dengan 16 November 2013, sementara pada akhir Januari 2014 pekerjaan belum selesai. Seharusnya, kontraktor pelaksana PT Panotari Raja diberlakukan denda keterlambatan, pemutusan kontrak, dan pencairan jaminan pelaksanaan.

    Namun pihak Dinas PU Riau disebut tidak melakukan hal tersebut. Selain itu, Dinas PU Riau juga diduga merekayasa serah terima pertama pekerjaan atau Provisional Hand Over sebagaimana tertuang dalam Berita Acara Serah Terima Pertama Pekerjaan/PHO Nomor: 0/BA.ST-I/FSK.PIPA.TBH.XII/2013 tanggal 13 Desember 2013.

    Akibat dari tidak dilakukannya pekerjaan galian tanah, tidak dilakukannya penimbunan kembali galian tanah atau pekerjaan tidak dilaksanakan namun pekerjaan tetap dibayar. Akibat perbuatan itu, negara dirugikan Rp2,5 miliar. (lda)



     
    Berita Lainnya :
  • Gemarak Desak Polda Tetapkan Muhammad Jadi Tersangka
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama TNI, Polri dan BPBD, Fire Fighter PT SRL Berjibaku Padamkan Api
    02 Pembayaran Honor RT dan RW di Pekanbaru Tunggu Audit BPK
    03 UAS Tidak Hadiri Sidang Penghinaan
    04 Gebyar Hoki Imlek Honda Bertabur Hadiah
    05 Sabtu, Lomba Bahasa Mandarin di Mal SKA
    06 Menjalin Silaturahmi Dengan EVP
    07 XL Luncurkan Kartu Perdana XL Go Izi
    08 Dua Flyover Langsung Dilalui, Jembatan Siak IV Ditunda
    09 Kelurahan Sapat Jadi Kampung Nelayan di Inhil
    10 Telkomsel Terapkan Aplikasi Digital Desa di Pasaman
    11 IM3 Ooredoo dan GOJEK Hadirkan Paket Online Gaspol
    12 Donasi Konsumen Alfamart, Bentuk Kepedulian Sesama
    13 Bawaslu Sambut Baik Mappilu PWI
    14 Bupati Pelalawan Minta Kades Kelola ADD Dengan Benar
    15 Seluruh OPD di Inhil Harus Paham Penyusunan Renstra Perangkat Daerah
    16 56 Tim Futsal Ramaikan SMAN 5 Cup IX
    17 Mappilu PWI Riau Hadiri Rakor Pemilu, Rusidi: Bawaslu Tidak Bisa Kerja Sendiri
    18 Lepas Mahasiswa KKN, Ini Pesan Bupati Inhu
    19 The Zuri Hotel Kunjungi Metro Riau Group
    20 Didesak 1.000 Advokat, Polda Segera Gelar Perkara Penganiayaan Keluarga Maryatun
    21 Jembatan Siak IV Mustahil Diresmikan Presiden
    22 Bawaslu Terima Laporan 610 Konten Hoax di Medsos
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © METRORIAU.com - Berwawasan dan Berkepribadian