Home | Nasional | Politik | Potensa | Etalase | Zona Riau | Sportainment | Hua Shan | Epaper | Indeks Berita
 
Kasatker BWSS III Riau dan Rekanan Proyek Embung Diperiksa Jaksa
Kamis, 24/01/2019 - 20:48:55 WIB
ilustrasi
TERKAIT:
 
  • Kasatker BWSS III Riau dan Rekanan Proyek Embung Diperiksa Jaksa
  •  

    PEKANBARU - Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Danau Situ dan Embung di Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) III Riau, Yannedi, diperiksa jaksa penyelidik Bagian Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) RIau. Dia dimintai keterangan terkait dugaan penyimpangan proyek embung di Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

    Yannedi memberikan klarifikasi terkait proyek tahun 2015 hingga 2017 itu di salah satu ruangan jaksa penyelidik sejak pagi, Kami (24/1/2019).  Sekitar pukul 12.30 WIB, dia keluar ruang pemeriksaan untuk istirahat dan melaksanakan Salat Zuhur.

    Usai istirahat, Yannedi yang dikonfirmasi tak menampik pemeriksaannya terkait proyek embung. "Iya, dipanggil terkait kronologis embung," kata Yannedi.

    Sejak selesai dibangun satu tahun lalu, bangunan embung rusak, padahal baru satu tahun selesai dibangun. Terkait masalah itu, Yannedi enggan menjawabnya. "Saya tak bisa jawab itu. Nanti dululah," kata dia sambil berjalan ke ruang jaksa penyelidik.

    Saat menemui jaksa penyelidik, Yannedi juga membawa sejumlah dokumen pengerjaan proyek embung. Dokumen itu diminta penyelidik sebagai pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket), bagian dari proses penyelidikan. "Bawa (dokumen) tadi," tambah Yannedi.

    Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Muspidauan, membenarkan pemanggilan terhadap Yannedi. "Masih dalam proses penyelidikan," tutur Muspidauan.

    Selain Yannedi, jaksa penyelidik juga meminta keterangan dari Direktur PT Kemuning, Yona Pratama, Safri Wal. Perusahaan ini diketahui yang mengerjakan proyek tersebut pada tahun 2015.

    Dalam perkara ini, jaksa penyelidik juga sudah memeriksa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dede Irawan dari Kementerian Direktorat Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) BWS) III Riau dan dua rekanan  dari PT Fajar Berdasi Gemilang dan PT Tarum Jaya Mandiri, yakni Ramdanil dan M Sarjali.

    Sebelumnya, proyek ini juga dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru.  Saai di Kejari, Yannedi, dan sejumlah pihak terkait juga pernah diklarifikasi.

    Tim dari Kejari Pekanbaru telah melakukan pengecekan embung di Kompleks Perkantoran Tenayan Raya tersebut untuk mengetahui kondisi embung yang baru selesai dibangun itu. Saat turun ke lokasi embung, tim Kejari bersama Konsultan Pengawas dan PPK proyek tersebut. 

    Ternyata dugaan tindak pidana di proyek embung juga dilaporkan ke Kejati Riau. Akhirnya, Kejati melakukan penelaahan terhadap proyek dan dikeluarkan Surat Perintah Penyelidikan (Sprinlid) untuk penanganan perkara dilakukan di Bagian Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau.

    Di website lpse.pu.go.id, pembangunan embung kawasan perkantoran Kota Pekanbaru bersumber dari Anggaran Pembangunan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2016. Proyek dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Sumatera III Provinsi Riau dengan pagu anggaran Rp8,138 miliar dan lelang dimenangkan PT Tarum Jaya Mandiri dengan harga penawaran Rp6,512 miliar.

    Belakangan diketahui proyek tersebut kembali dikerjakan pada tahun 2017, dengan judul di lpse.pu.go.id yaitu Pembangunan Embung di Kawasan Perkantoran Kota Pekanbaru (lanjutan). Namun, berbeda dengan awalnya, kali ini proyek tersebut dikerjakan oleh PT Fajar Berdasi Gemilang, dengan harga penawaran Rp11.975.060.000.

    Meski belum genap berusia satu tahun, embung itu diketahui telah mengalami kerusakan pada bagian tiang (sheet pile). Bendungan juga terlihat retak pada bagian bawahnya.

    Selain itu, lantai bagian atas tampak turun. Tanah timbunan lebih rendah, atau turun dari permukaan. Paving blok pada permukaan bendungan, tidak tersusun rapi, dan berantakan. Permukaannya tidak rata. Lebih rendah dibanding dinding bendungan. Pengecoran juga terlihat asal-asalan.

    Tidak hanya itu, kondisi embung juga belum terlihat kegunaannya. Pasalnya, jalur yang seharusnya dijadikan aliran air, masih tertimbun tanah. Rumput-rumput liar pun bertumbuhan dijalur yang seharusnya dijadikan aliran air. (lda)



     
    Berita Lainnya :
  • Kasatker BWSS III Riau dan Rekanan Proyek Embung Diperiksa Jaksa
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama TNI, Polri dan BPBD, Fire Fighter PT SRL Berjibaku Padamkan Api
    02 Pembayaran Honor RT dan RW di Pekanbaru Tunggu Audit BPK
    03 UAS Tidak Hadiri Sidang Penghinaan
    04 Gebyar Hoki Imlek Honda Bertabur Hadiah
    05 Sabtu, Lomba Bahasa Mandarin di Mal SKA
    06 Menjalin Silaturahmi Dengan EVP
    07 XL Luncurkan Kartu Perdana XL Go Izi
    08 Dua Flyover Langsung Dilalui, Jembatan Siak IV Ditunda
    09 Kelurahan Sapat Jadi Kampung Nelayan di Inhil
    10 Telkomsel Terapkan Aplikasi Digital Desa di Pasaman
    11 IM3 Ooredoo dan GOJEK Hadirkan Paket Online Gaspol
    12 Donasi Konsumen Alfamart, Bentuk Kepedulian Sesama
    13 Bawaslu Sambut Baik Mappilu PWI
    14 Bupati Pelalawan Minta Kades Kelola ADD Dengan Benar
    15 Seluruh OPD di Inhil Harus Paham Penyusunan Renstra Perangkat Daerah
    16 56 Tim Futsal Ramaikan SMAN 5 Cup IX
    17 Mappilu PWI Riau Hadiri Rakor Pemilu, Rusidi: Bawaslu Tidak Bisa Kerja Sendiri
    18 Lepas Mahasiswa KKN, Ini Pesan Bupati Inhu
    19 The Zuri Hotel Kunjungi Metro Riau Group
    20 Didesak 1.000 Advokat, Polda Segera Gelar Perkara Penganiayaan Keluarga Maryatun
    21 Jembatan Siak IV Mustahil Diresmikan Presiden
    22 Bawaslu Terima Laporan 610 Konten Hoax di Medsos
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © METRORIAU.com - Berwawasan dan Berkepribadian