Home | Nasional | Politik | Potensa | Etalase | Zona Riau | Sportainment | Hua Shan | Epaper | Indeks Berita
 
Dugaan Korupsi Alkes RSUD Meranti Tahap Penyelidikan
Kamis, 31/01/2019 - 18:19:07 WIB
ALKES - Spesifikasi alkes yang akan dibeli adalah Merek GE (General Electric) 4D buatan Jerman, namun yang datang adalah USG Mindray buatan Tiongkok. (ali)
TERKAIT:
 
  • Dugaan Korupsi Alkes RSUD Meranti Tahap Penyelidikan
  •  

    SELATPANJANG - Kasus dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepulauan Meranti hingga kini masih dalam penanganan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Meranti.

    Pihak penyidik masih terus melakukan proses penyelidikan dan melengkapi berkas perkara, di antaranya melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti. Sudah ada beberapa orang yang dipanggil untuk dimintai keterangan. Informasinya, dalam perkara ini diketahui ada keterlibatan sejumlah pegawai yang bekerja di RSUD Kepulauan Meranti.

    Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kepulauan Meranti, Robby Prasetya, mengatakan, saat ini sudah enam orang yang dipanggil sebagai saksi, termasuk mantan Direktur RSUD Kepulauan Meranti yang dijabat oleh drg Ruswita, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti.

    "Sampai saat ini sudah enam orang yang kita panggil untuk dimintai keterangan, termasuk mantan Direktur RSUD Meranti yang sudah dua kali kita panggil. Mereka itu di antaranya Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), bendahara, Kasubag TU dan pegawai Dispenda," ujar Robby, Kamis (31/1/2019).

    Selanjutnya, kata Robby, pihaknya akan melakukan pengecekan di lapangan, dan memeriksa barang bukti untuk memastikan apakah sesuai dengan daftar belanja. "Nanti kita akan memeriksa apakah barang yang dibeli sesuai dengan yang dibayarkan," kata Robby.

    Selain itu, Robby mengaku enggan membeberkan secara detail terkait kasus tersebut, mulai dari anggaran hingga dugaan jumlah tersangka yang akan terseret.  "Nanti akan segera kita umumkan. Yang jelas kegiatan di RSUD itu berjalan pada tahun anggaran 2015-2016" ungkapnya.

    Informasi yang diterima, dugaan korupsi pada kegiatan pengadaan Alkes RSUD Kepulauan Meranti yang ditanggani oleh tim penyidik Kejari Meranti itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Untuk pagu anggaran sebesar Rp15 miliar tahun anggaran yang diusulkan dan disetujui pada 2015 silam. Namun setelah disetujui anggaran yang dinantikan tidak kunjung dicairkan oleh pemerintah pusat.

    "Pagu yang diusulkan tidak dicairkan oleh pemerintah pusat ketika itu. Padahal spek sudah dihitung, dan klop dengan pagu anggaran yang telah disetujui," ungkap sumber yang tidak ingin diketahui identitasnya.

    Namun anggaran yang telah disusun tidak kunjung diterima pada tahun 2015. Baru pada tahun 2016 pemerintah pusat melakukan pencairan terhadap kegiatan tersebut sebesar Rp12 milliar. Menyesuaikan dengan besaran anggaran yang telah disediakan, diungkapkannya pihak RSUD dikala itu disinyalir merubah spek Alkes yang telah mereka susun sebelumnya.

    "Dampak dari pengurangan spesifikasi kegiatan, pihak RSUD membeli Alkes yang tidak layak sehingga banyak yang tidak bisa digunakan. Makanya timbul dugaan tindak pidana korupsi di kegiatan itu," lanjutnya lagi.

    Sementara mantan Direktur RSUD Kepulauan Meranti, drg Ruswita yang ditemui, Rabu (30/1/2019) sore, di Kejaksaan Kepulauan Meranti tampak tergesa-gesa keluar dari ruangan pidana khusus tanpa mengeluarkan kata dan berlalu meninggalkan kejari, setelah wartawan mencoba untuk mengkonfirmasi keterkaitan dirinya terhadap dugaan korupsi tersebut.

    Dari penelusuran, beberapa alat kesehatan milik RSUD Kepulauan Meranti itu dibiarkan menumpuk tak beraturan di sebuah ruangan yang terletak di lantai dua. Alat yang tidak terpakai ini tampak semrawut sehingga tak sedap dipandang mata. Tragisnya lagi Alkes senilai miliaran rupiah ini berada di tempat yang tidak aman. Kondisi tersebut berpotensi terjadinya kerusakan. (ali)



     
    Berita Lainnya :
  • Dugaan Korupsi Alkes RSUD Meranti Tahap Penyelidikan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 MPP Pekanbaru Buka 174 Jenis Layanan
    02 Caleg Perindo Riau Harus Militan dan Kerja Keras
    03 Barongsai Patok dan Kembang Api Pukau Pengunjung
    04 BRK dan Pemkab Inhu MoU Transaksi Non Tunai
    05 CDN Gelar Workshop Digital Untuk Komunitas
    06 Kontribusi Pendapatan Data XL Capai 80 Persen
    07 Barongsai Patok Meriahkan Cap Go Meh
    08 Senam Kesehatan Pencegahan Kanker Rayakan HUT ke-13
    09 Lomba Bahasa Mandarin Meriah
    10 Dikeroyok, Seorang Pemuda Tanjung Rhu Tewas
    11 Aklamasi, Agus Triono Terpilih Jadi Ketum PODSI Pekanbaru
    12 Overload, BPTD Riau Amankan 4 Truk Bermuatan Kayu
    13 Melihat Perayaan HUT Dewa Kwan Kong di TITD Hiap Thian Thua
    14 Pererat Kekeluargaan, IKTS Gelar Imlek Bersama
    15 Bersama TNI, Polri dan BPBD, Fire Fighter PT SRL Berjibaku Padamkan Api
    16 Pembayaran Honor RT dan RW di Pekanbaru Tunggu Audit BPK
    17 UAS Tidak Hadiri Sidang Penghinaan
    18 Gebyar Hoki Imlek Honda Bertabur Hadiah
    19 Sabtu, Lomba Bahasa Mandarin di Mal SKA
    20 Menjalin Silaturahmi Dengan EVP
    21 XL Luncurkan Kartu Perdana XL Go Izi
    22 Dua Flyover Langsung Dilalui, Jembatan Siak IV Ditunda
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © METRORIAU.com - Berwawasan dan Berkepribadian