Home | Nasional | Politik | Potensa | Etalase | Zona Riau | Sportainment | Hua Shan | Epaper | Indeks Berita
 
Hadiah Mancing Mania Meranti
Mobil Tak Masuk Daftar Pembelian
Minggu, 03/02/2019 - 19:41:04 WIB
HADIAH UTAMA - Panitia lomba Mancing Mania Nusantara 34 Provinsi di Selat Air Hitam mendatangi dealer Agung Toyota Sutomo, Pekanbaru, untuk memantau dan membali mobil sebagai hadiah utama lomba, yang berbuntut persoalan hingga saat ini. (ali)
TERKAIT:
 
  • Mobil Tak Masuk Daftar Pembelian
  •  

    SELATPANJANG - Kasus dugaan penipuan oleh pihak panitia lomba Mancing Mania Nusantara 34 Provinsi di Selat Air Hitam, kini sudah dalam penanganan Polres Kepulauan Meranti. Usut punya usut ternyata hadiah utama yang dijanjikan panitia berupa satu unit mobil Toyota Agya tidak jadi dibeli dan belum dibayar pihak panitia.

    Hal itu terungkap ketika dealer mobil yang ikut mensponsori kegiatan ini mengaku belum ada daftar pembelian atas nama ketua panitia, yakni Burhanuddin, maupun atas nama pemenang yakni, Syafri.

    Sebelumnya di baliho yang dipajang panitia terdapat logo Agung Toyota Pekanbaru. Selain itu juga beredar foto di platform media sosial, di mana ketua panitia dan beberapa anggota lainnya tampak sedang melakukan survei dan transaksi di dealer mobil Pekanbaru.

    Dari hasil penelusuran, ada pun lokasi tempat panitia tersebut bertransaksi berada di Jalan Dr Soetomo Tanjung Rhu, Lima Puluh, Kota Pekanbaru, tepatnya di dealer Agung Toyota Sutomo.

    Dari informasi yang berhasil dirangkum wartawan, ditemukan fakta baru, di mana panitia bersama pihak dealer tidak melakukan transaksi jual beli. Melainkan hanya melihat-lihat saja.

    "Maaf bapak, beliau tidak jadi belinya lewat saya. Foto itu beliau hanya cek harga dan menanyakan stok unit saja. Coba tanyakan saja dengan beliau pak," ujar Desi, salah seorang sales Dealer Agung Toyota Sutomo, Minggu (3/2/2019).

    Pihak dealer itu juga menjelaskan, mobil yang dilihat panitia seperti yang tertera difoto adalah mobil jenis Toyota dengan tipe New Agya 1.0 E M/T seharga Rp138.200.000 dengan diskon Rp2,5 juta.

    Sementara itu, ketua panitia atas nama Burhanudin, dengan nomor kontak 081268559xxx sampai saat ini belum bisa dihubungi, padahal handphone nya dalam keadaan aktif.

    Seperti diberitakan sebelumnya, kasus dugaan penipuan ini berawal dari panitia yang mendiskualifikasi hasil pertandingan, setelah ada yang melaporkan ke panitia bahwa ikan yang didapat pemenang bukan hasil pancing, melainkan hasil jaring.

    Padahal saat itu sang pemenang sudah mengakui bahwa ikan itu didapat dengan cara dipancing yang disaksikan langsung oleh teman satu perahu bersamanya, Selamat. Bahkan, dia sudah diangkat sumpah oleh panitia didepan khalayak ramai ketika akan menerima hadiah untuk memastikan tentang kebenaran pemenang hasil lomba pancing saat itu.

    Namun, setelah menerima kunci mobil secara simbolis, sang pemenang dibawa oleh oknum panitia untuk membicarakan sesuatu terkait hadiah.

    Tanpa didampingi teman, Fahri mengaku diinterogasi dan dituduh berbuat curang bahwa ikan itu bukan hasil pancing melainkan hasil jaring. Dan jika tidak mengaku maka dia diancam akan dipolisikan. Dengan perasaan takut dan terpaksa, akhirnya dia mengaku dan oleh panitia dia diberi uang Rp5 juta sebagai pengganti.

    Sementara itu upaya melaporkan ketua panitia lomba Mancing Mania Nusantara 34 Provinsi di Selat Air Hitam merupakan langkah akhir yang harus ditempuh pihak Desa Batang Meranti. Hal itu buntut dari tidak adanya itikad baik dari panitia untuk menyelesaikan permasalahan yang dinilai telah berlarut larut.

    Pj Kades Batang Meranti, Zaujar, didampingi Kepala Bagian Hukum Setdakab Kepulauan Meranti, Sudandri Jauzah SH, dan Kapolsek Tebingtinggi Barat, Iptu Bonardo Purba SH, serta beberapa rekan lainnya melaporkan ketua panitia ke Polres Kepulauan Meranti, Jumat (1/2/2019) siang.

    Zaujar mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya agar persoalan hadiah lomba mancing ini tidak berbuntut panjang, namun dari pihak panitia tidak menanggapi bahkan seperti lempar bola panas dan tidak ada pertanggungjawaban. Selain itu ada desakan pihak keluarga yang menginginkan permasalahan ini cepat selesai.

    "Kemarin sempat kita hubungi ketua panitianya, namun sepertinya tidak ada jalan keluar dari persoalan ini. Kita maunya persoalan tidak sampai ke ranah hukum namun pihak keluarga korban dan masyarakat meminta persoalan ini segera diselesaikan. Dari pada kita menunggu tak kunjung selesai makanya kita serahkan kepihak berwajib," ucap Zaujar. (ali)



     
    Berita Lainnya :
  • Mobil Tak Masuk Daftar Pembelian
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama TNI, Polri dan BPBD, Fire Fighter PT SRL Berjibaku Padamkan Api
    02 Pembayaran Honor RT dan RW di Pekanbaru Tunggu Audit BPK
    03 UAS Tidak Hadiri Sidang Penghinaan
    04 Gebyar Hoki Imlek Honda Bertabur Hadiah
    05 Sabtu, Lomba Bahasa Mandarin di Mal SKA
    06 Menjalin Silaturahmi Dengan EVP
    07 XL Luncurkan Kartu Perdana XL Go Izi
    08 Dua Flyover Langsung Dilalui, Jembatan Siak IV Ditunda
    09 Kelurahan Sapat Jadi Kampung Nelayan di Inhil
    10 Telkomsel Terapkan Aplikasi Digital Desa di Pasaman
    11 IM3 Ooredoo dan GOJEK Hadirkan Paket Online Gaspol
    12 Donasi Konsumen Alfamart, Bentuk Kepedulian Sesama
    13 Bawaslu Sambut Baik Mappilu PWI
    14 Bupati Pelalawan Minta Kades Kelola ADD Dengan Benar
    15 Seluruh OPD di Inhil Harus Paham Penyusunan Renstra Perangkat Daerah
    16 56 Tim Futsal Ramaikan SMAN 5 Cup IX
    17 Mappilu PWI Riau Hadiri Rakor Pemilu, Rusidi: Bawaslu Tidak Bisa Kerja Sendiri
    18 Lepas Mahasiswa KKN, Ini Pesan Bupati Inhu
    19 The Zuri Hotel Kunjungi Metro Riau Group
    20 Didesak 1.000 Advokat, Polda Segera Gelar Perkara Penganiayaan Keluarga Maryatun
    21 Jembatan Siak IV Mustahil Diresmikan Presiden
    22 Bawaslu Terima Laporan 610 Konten Hoax di Medsos
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © METRORIAU.com - Berwawasan dan Berkepribadian