Kamis | 27 Juni 2019
Masyarakat Tionghoa Panipahan Galang Dana Bantu Korban Kebakaran
Masyarakat Tionghoa Panipahan melakukan penggalangan dana korban kebakaran,.


Rabu | 26 Juni 2019
Bupati Rohil Apresiasi Peran Tokoh Tionghoa
Bupati Rokan Hilir (Rohil), H Suyatno AMp, mengapresiasi peran tokoh.


Minggu | 23 Juni 2019
Melihat Indahnya Toleransi Antarumat Beragama di Kelenteng Ancol
BANYAK tempat di Jakarta yang sangat unik dan melambangkan indahnya toleransi.

Rubrik : hukum | Senin , 13 Mei 2019
Sempat Melawan, Polisi Terpaksa Tembak Buron Bandar Sabu
Editor : wisly | Penulis: dasmun
Saat ditangkap terdakwa Erik melakukan perlawanan.

RENGAT - Erik Kasanova alias Erik Kambing, yang melarikan diri dari tahanan Kejaksaaan Inhu, 18 April 2019 lalu berhasil kembali ditangkap. Erik yang merupakan bandar sabu ini sempat melakukan perlawanan ketika hendak ditangkap dan polisi terpaksa melumpuhkannya dengan menembaknya.

Erik kabur dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sebelum dilakukannya penuntutan terhadap dirinya oleh Jaksa atas kasus kepemilikan sabu dan juga sebagai bandar sabu.

Erik harusnya dituntut 7 tahun penjara atas perbuatannya, namun sidang terpaksa ditunda satu minggu karena Erik melarikan diri. Namun akhirnya sesuai dengan Undang-Undang Kekuasaan Kehakiman Nomor 48 Tahun 2009, Hakim dapat mengambil keputusan jika terdakwa tidak hadir dalam dua kali persidangan. 

Senin (13/5) sekitar pukul 04.30 dini hari, tim Opsnal Polres Inhu mendapat informasi tentang Keberadaan terpidana Erik. Selanjutnya pihak Polres Inhu berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan Negeri untuk melakukan penangkapan. Selanjutnya bersama Jaksa, dapat memastikan keberadaan Erik dan langsung melakukan penangkapan di Desa Buluh Rampai, Kecamatan Seberida, Inhu. 

Saat ditangkap, Erik berusaha melakukan perlawanan yang akhirnya memaksa tim untuk menghujamkan timah panas pada bagian kakinya, karena dianggap sudah membahayakan petugas. 

“Saat ditangkap terdakwa Erik melakukan perlawanan. Namun petugas bisa mengatasinya. Selanjutnya terdakwa diserahkan kepada pihak Kejaksaan Negeri Inhu guna proses hukum lebih lanjut,” ungkap Kapolres Inhu, AKBP Dasmin Ginting SIK melalui Ps Paur Humas Polres Inhu, Aipda Misran.

Sementara itu, terdakwa Joni yang ikut kabur bersama Erik masih dalam proses pengejaran pihak kepolisian.

Sebelumnya, terdakwa Erik Kasanova sudah divonis 9 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Rengat pada Selasa 7 Mei 2019 lalu. Vonis ini lebih tinggi 2 tahun dari tuntutan JPU 7 tahun. Ia juga didenda Rp800 juta subsider tiga bulan penjara. *
 




Berita Lainnya