Kamis | 27 Juni 2019
Masyarakat Tionghoa Panipahan Galang Dana Bantu Korban Kebakaran
Masyarakat Tionghoa Panipahan melakukan penggalangan dana korban kebakaran,.


Rabu | 26 Juni 2019
Bupati Rohil Apresiasi Peran Tokoh Tionghoa
Bupati Rokan Hilir (Rohil), H Suyatno AMp, mengapresiasi peran tokoh.


Minggu | 23 Juni 2019
Melihat Indahnya Toleransi Antarumat Beragama di Kelenteng Ancol
BANYAK tempat di Jakarta yang sangat unik dan melambangkan indahnya toleransi.

Rubrik : pekanbaru | Senin , 13 Mei 2019
DBD di Pekanbaru Capai 203 Kasus
Editor : wisly | Penulis: Delvi Adri
ilustrasi

PEKANBARU - Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru terus bertambah. Hingga saat ini, DBD sudah mencapai 203 kasus. Kasus terbanyak terjadi di Kecamatan Sukajadi, yaitu 34 kasus.

Setelah Sukajadi, kasus DBD terbanyak terjadi di Kecamatan Payung Sekaki 31 kasus, Tampan 28 kasus, Marpoyan Damai 26 kasus, Tenayah Raya 16 kasus, Bukit Raya 13 kasus, Senapelan dan Sail masing-masing 11 kasus, Rumbai Pesisir dan Limapuluh masing-masing 10 kasus, Rumbai 9 kasus dan Pekanbaru Kota 4 kasus. 

"Alhamdulillah tidak ada bertambah yang meninggal dunia," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Kota Pekanbaru Maisel Fidayesi Apt SFarm, Senin (13/5). 

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, satu anak di Kecamatan Sukajadi dinyatakan meninggal dunia karena DBD. Diduga, korban meninggal lantaran terlambat penanganan oleh keluarga. 

Saat itu, korban diketahui sudah mengalami panas tinggi sekitar tiga hari. Namun, keluarga tidak langsung membawa ke puskesmas terdekat. Korban meninggal dunia ini masih berusia 6 tahun. 

Dilihat dari umur, anak usia 5 tahun sampai 9 tahun rawan terserang DBD, yakni mencapai 53 kasus. Kemudian di usia 10 sampai 14 tahun, yaitu 41 kasus. 

Maisel mengatakan pencegahan DBD harus dilakukan bersama-sama, tidak bisa mengandalkan instansi terkait saja. Adanya upaya masyarakat untuk pencegahannya sangat diperlukan sekali. "Kami dari Diskes sudah melakukan edukasi kepada masyarakat melalui kader Puskesmas untuk mengaktifkan satu Rumah satu kader Jumantik," jelasnya. 

Ia juga mengajak masyarakat untuk melakukan 3M Plus dan pemberantasan sarang nyamuk. Ia juga mengungkap, saat ini DBD merupakan penyakit tertinggi di Pekanbaru.  "Untuk saat ini, karena kondisi cuaca yang ekstrim, DBD termasuk penyakit yang tinggi saat ini," jelasnya.*
 




Berita Lainnya