Kamis | 27 Juni 2019
Masyarakat Tionghoa Panipahan Galang Dana Bantu Korban Kebakaran
Masyarakat Tionghoa Panipahan melakukan penggalangan dana korban kebakaran,.


Rabu | 26 Juni 2019
Bupati Rohil Apresiasi Peran Tokoh Tionghoa
Bupati Rokan Hilir (Rohil), H Suyatno AMp, mengapresiasi peran tokoh.


Minggu | 23 Juni 2019
Melihat Indahnya Toleransi Antarumat Beragama di Kelenteng Ancol
BANYAK tempat di Jakarta yang sangat unik dan melambangkan indahnya toleransi.

Rubrik : hukum | Selasa , 14 Mei 2019
Menkumham Perintahkan Napi Terlibat Narkoba Dipindah Ke Nusakambangan
Editor : wisly | Penulis: diana
Kunjungan ke Rutan kelas IIB Siak

SIAK- Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Laoly,  memerintahkan kepada Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Daerah Riau,  untuk segera memasukan narapidana wanita yang terlibat dalam narkoba dan pemicu awal kericuhan, agar segera dikirim ke lapas Nusakambangan.  

"Itu,  wanita yang terlibat narkoba di dalam Rutan ini, dan juga pemicu keributan segera kirim saja ke Nusakambangan," ungkap Yasonna kepada Kakanwil Riau, saat kunjungannya ke Rutan kelas IIB Siak, Senin (13/05).  

Ia mengatakan,  bahwa apa yang dilakukan anggotanya terhadap tiga narapidana yang terlibat narkoba di dalam sel tersebut sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).  

"Sudah tepat itu, yang dilakukan anggota kita. Mereka mengecek dan menggeledah ke ruang tahanan,  yang disinyalir menjadi tempat dilakukannya pemakaian narkoba jenis Shabu, ruang tahanan wanita," ungkapnya.  

Ia juga mengatakan, ketiga tahanan tersebut saat akan dimasukan ke dalam trapsel,  membuat ulah dengan berteriak,  sehingga membuat tahanan yang lain terpancing.  

"Kalau mereka tidak membuat ulah,  mungkin tahanan lain tidak akan terpancing.  Jadi anggota saya sudah benar,  memasukan ketiga tahanan tersebut ke trapsel," sebutnya.

Ia juga mengatakan,  apabila ada anggotanya yang terlibat dalam kasus ini,  dan terbukti melakukan tindakan yang menyalahin aturan serta membiarkan masuknya narkoba kedalam Rutan Kelas IIB Siak,  maka akan diberikan tindakan yang tegas.  

"Sekarang angota kita sedang dilakukan pemeriksaan,  termasuk  tiga tahanan yang membuat onar tersebut.  Jadi kita tunggu saja hasil dari penyidikan, " ungkapnya.*




Berita Lainnya