Kamis | 27 Juni 2019
Masyarakat Tionghoa Panipahan Galang Dana Bantu Korban Kebakaran
Masyarakat Tionghoa Panipahan melakukan penggalangan dana korban kebakaran,.


Rabu | 26 Juni 2019
Bupati Rohil Apresiasi Peran Tokoh Tionghoa
Bupati Rokan Hilir (Rohil), H Suyatno AMp, mengapresiasi peran tokoh.


Minggu | 23 Juni 2019
Melihat Indahnya Toleransi Antarumat Beragama di Kelenteng Ancol
BANYAK tempat di Jakarta yang sangat unik dan melambangkan indahnya toleransi.

Rubrik : rohul | Rabu , 15 Mei 2019
Sudah 100 Warga Binaan Rutan Siak Dipindahkan ke Lapas Pasir Pangaraian
Editor : wisly | Penulis: Hendra
Pindahan dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Siak Sri Indrapura ke Lapas Pasir Pangaraian

PASIR PANGARAIAN - Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pasir Pangaraian, Senin (13/5/2019), kembali menerima 50 Warga Binaan Pindahan dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Siak Sri Indrapura.

Dengan adanya tambahan tersebut, saat ini sudah ada 100 Warga Binaan Rutan Siak, yang di pindahkan ke Lapas kelas II B Pasirpangeraian, Pasca rutan tersebut terbakar akibat Kerusuhan.

Warga binaan rutan Siak yang awalnya di titipkan di Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru, tiba di Lapas Pasirpangeraian, sekitar Pukul 14.30 Wib. Mereka, dibawa dengan menggunakan  bus pariwisata dan mendapatkan pengawalan ketat dari TNI-POLRI Serta Petugas Keamanan Lapas.

Sebelum ditempatkan ke ruang Tahanan,  warga binaan ini, terlebih dahulu dikumpulkan di ruang aula Lapas, untuk dilakukan pendataan dan mendapatkan pengarahan dari Kalapas Kelas II B Pasir Pangaraian, Muhamad Lukman.

"Sesuai SOP,  warga binaan Pindahan Rutan Siak ini ditempatkan di kamar 17, terpisah dari warga binaan lainya. Mereka nantinya akan menjalani tahap pengenalan lingkungan sebelum berbaur dengan warga binaan lain," ungkap Kalapas.

Mengingat kondisi Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian, yang sudah mengalami Over Kapasitas serta ditengah keterbatasan petugas pengamanan, pihak lapas menekankan Pendekatan Persuasif kepada warga binaan  agar menjadikan keamanan dan ketertiban sebagai tanggung jawab bersama.

"Dari awal sudah kita sampaikan kepada mereka agar kita sama-sama menjaga ketertiban dan keamanan di lapas kelas IIB, sehingga kejadian di rutan Siak tidak terjadi lagi. Kita juga yakinkan mereka bahwa kita akan memenuhi hak-hak pembinaan serta  layanan pemenuhan hak dan memperlakulan mereka sebagamaimana mestinya dengan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan," ujarnya.

Kalapas juga mengaku, sebagian besar warga binaan pindahan Rutan Siak ini, mengaku masih trauma terhadap peristiwa kerusuhan dan kabakaran yang terjadi di Rutan Siak. Mereka juga trauma, karena harus dipindahkan jauh dari keluarga mereka.

"Jadi mereka perlu penguatan dari sisi keagamaan misalnya.  Kita juga akan buat pengumuman nama-nama Warga binaan  yang di Pindahkan ke lapas pasirpengaraian di Rutan Siak, Sehingga pihak keluarganya warga binaan mengetahui keberadaan keluarga mereka," Jelasnya.*




Berita Lainnya