18 Jumadil Akhir 1443 H / Sabtu, 22 Januari 2022
Kantor Bupati Digembok Massa Aliansi Masyarakat Peduli Meranti | METRORIAU.COM

Jan 2022
22


Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Meranti (AMPM) itu menuntut bupati untuk tidak merumahkan tenaga honorer. [Ali]
Buntut PHK Honorer di Meranti
Kantor Bupati Digembok Massa Aliansi Masyarakat Peduli Meranti
meranti | Senin, 10 Januari 2022
Editor : putrajaya | Penulis : Ali

SELATPANJANG - Aksi protes kebijakan Bupati Meranti yang merumahkan ribuan tenaga honorer dengan dalih melakukan evaluasi kembali berlanjut. Kali ini, massa memblokir pintu masuk menuju kantor Bupati Kepulauan Meranti, H Muhammad Adil SH. Massa menuntut bupati membatalkan keputusannya tersebut.

Unjuk rasa yang dilakukan Senin (10/1), merupakan aksi yang kedua kalinya sejak kebijakan itu diberlakukan. Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Meranti (AMPM) itu menuntut bupati untuk tidak merumahkan tenaga honorer. 

Selain itu, massa juga meminta bupati tidak pilih kasih dalam menyalurkan beasiswa di mana bupati hanya memprioritaskan jenjang pendidikan S1, sementara diploma 3 diabaikan. Tuntutan lainnya, yakni mengevalusi kebijakan one way di Selatpanjang, karena berdampak dan dinilai merugikan pedagang kecil.

Sebelumnya massa aksi yang mengatasnamakan Laskar Muda Melayu Riau (LM2R), Aliansi Peduli Honorer Meranti dan Forum Pemuda Perjuangan Pemekaran Meranti telah berunjuk rasa di Kantor Bupati, Senin (3/1) lalu. Keesokan hari, Selasa (11/1) dikabarkan juga akan kembali digelar aksi yang sama.

Ada pun massa yang tergabung ke dalam AMPM ini memulai aksinya dengan berorasi di Kantor DPRD. Sebelumnya massa bergerak dengan konvoi sepeda motor dari Taman Cik Puan Selatpanjang dan dikawal ketat pihak kepolisian. Setibanya di kantor DPRD, massa aksi meminta para wakil rakyat  menemui mereka. Namun dari 30 anggota DPRD yang ada, hanya ada Ketua DPRD, Ardiansyah, yang keluar.

Dalam pidatonya, Ardiansyah mengapresiasi kedatangan massa yang melakukan aksi tersebut. Menurutnya, aksi itu bagian dari negara demokrasi yang memperbolehkan setiap masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

Pria yang akrab disapa Jack ini mengatakan, terkait kebijakan bupati untuk merumahkan pegawai honorer ini sudah dibahas dan ditolak DPRD, namun bupati tidak bergeming dengan kebijakan yang dibuatnya itu.

Pemberhentian honorer pada saat ini, ungkap Ardiansyah, sangat menganggu kinerja di OPD, terutama sekolah hingga proses belajar mengajar tak bisa berjalan optimal.

"Intinya, sesuai dengan tupoksi di DPRD, kita sudah meminta bupati untuk tidak merumahkan honorer. Kita juga telah mengirimkan surat kepada bupati, dimana dengan merumahkan pegawai honorer ini bisa berdampak mengganggu kinerja OPD," katanya.

Disampaikan Jack, dalam pertemuan yang dilakukan oleh Komisi I dengan tim evaluasi didapatkan beberapa kesimpulan. Di mana terkait persoalan tenaga honorer di Meranti bukanlah diberhentikan, melainkan ditangguhkan atau penundaan perpanjangan kontrak dengan dilakukan evaluasi.

Evaluasi yang dimaksudkan dilakukan berdasarkan pertimbangan rasional secara jumlah riil yang dibutuhkan, kompetensi, dan kemampuan keuangan dengan menggunakan barometer yang sama bagi setiap OPD berdasarkan tipe yang nantinya akan melibatkan pihak independen.

Adapun jumlah tenaga honorer yang sudah diinventarisasi jumlah keseluruhannya 3.987 orang dan sudah memasuki tahapan memanggil pimpinan setiap OPD. Terkait SK yang akan dikeluarkan nanti, diberlakukan penanggalan mundur sehingga tidak terjadi persoalan SK.

Seleksi yang akan dilakukan pada tanggal 15 Januari secara langsung melibatkan peran kepala OPD dalam prosesnya yang ikut serta dalam memberikan penilaian integritas terhadap honorernya, karena kepala OPD yang lebih mengetahui kinerja honorer diinstansinya masing-masing.

Ketika diajak bersama-sama melakukan unjuk rasa di kantor bupati, ketua DPRD dengan tegas menolaknya. Menurut Jack, dia sudah bekerja sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Selanjutnya massa aksi bergerak menuju kantor bupati. Mereka menggelar orasi di halaman kantor tersebut. Salah seorang massa aksi, Norman Gibran dalam orasinya mengatakan akibat dari kebijakan bupati ini membuat sektor ekonomi menjadi lumpuh. Bagaimana tidak, ketika ribuan honorer ini tidak lagi digaji, maka perputaran uang yang dibelanjakan juga semakin sedikit, sehingga dikhawatirkan akan terjadi tindakan kriminal.

Setelah beberapa lama melakukan orasi, tidak ada satupun pejabat kantor bupati yang menemui massa aksi.  Sementara bupati sedang tidak berada di tempat dan dikabarkan sedang di Pekanbaru karena ada pertemuan dengan pihak Bank Riau Kepri. Dan ini keduanya kalinya bupati tidak berada ditempat saat massa aksi berusaha menemuinya.

Bobi Iskandar selaku penanggungjawab unjuk rasa mengatakan aksi yang mereka lakukan saat ini tidak ditunggangi pihak manapun, hanya saja mereka prihatin dengan kondisi yang terjadi hari ini. Untuk mengantisipasi aksi damai tersebut disusupi oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab, dia pun meminta peserta aksi mengenakan atribut. 

"Aksi kami ini adalah meminta bupati untuk tidak merumahkan pegawai honorer ini terlebih dahulu, harapan kami seperti itu. Jika ini tidak diindahkan, maka akan ada massa aksi selanjutnya, kami sudah berkoordinasi dengan masyarakat lainnya, jadi kami harap bupati dengarkanlah keluh kesah kami ini," ungkap Bobi.

Terkait penyegelan pintu masuk kantor bupati, Bobi mengatakan ini berlaku sementara sampai bupati mau menemui mereka.

Indeks Terbaru
pekanbaru, Jumat, 21 Januari 2022
Kunjungi Riau, Mendagri Apresiasi Penanganan Covid-19
nasional, Jumat, 21 Januari 2022
Kasus Omicron di RI Capai 1.078, Terbanyak dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri
huawen, Jumat, 21 Januari 2022
Besok, Vaksinasi Booster di Mal Pekanbaru
pekanbaru, Kamis, 20 Januari 2022
Penyebab PPKM Level 2 Pekanbaru Diperpanjang
pekanbaru, Kamis, 20 Januari 2022
Positif COVID-19 di Riau Bertambah 3 Kasus

pekanbaru, Kamis, 20 Januari 2022
11, 70 Persen Anak di Riau Sudah Divaksin Covid-19
hukum, Kamis, 20 Januari 2022
Dekan FISIP Unri Nonaktif Diadili Pekan Depan
kampar, Kamis, 20 Januari 2022
Pemkab Kampar Dukung Program Sekolah Penggerak
pekanbaru, Kamis, 20 Januari 2022
Bus Rapi Barang Bukti Lakalantas Dilepas
inhu, Kamis, 20 Januari 2022
80,76 Persen Masyarakat Inhu Sudah Divaksinasi

hukum, Kamis, 20 Januari 2022
Mobil Dinas Kalapas Pekanbaru Hangus Dibakar OTK
hukum, Kamis, 20 Januari 2022
Polda Riau Bongkar Sindikat Narkoba 80 Kilogram Sabu
dunia, Kamis, 20 Januari 2022
Selama Sepekan, 18 Juta Kasus Tercatat di Seluruh Dunia
pekanbaru, Kamis, 20 Januari 2022
Total 221 Jemaah Umroh Asal Riau Berangkat ke Arab Saudi
sportainment, Kamis, 20 Januari 2022
Liga Inggris, MU Kalahkan Brentford
pekanbaru, Rabu, 19 Januari 2022
PTM 100 Persen SD di Pekanbaru Tunggu Capaian Vaksinasi Anak
kampar, Rabu, 19 Januari 2022
DPPKBP3A Kampar Berharap Hak Perempuan dan Anak Terpenuhi
etalase, Rabu, 19 Januari 2022
Unri Optimalkan Pelaksanaan JKN-KIS di Lingkungan Kampus
inhu, Rabu, 19 Januari 2022
Wabup Inhu Minta Gali Potensi Daerah
etalase, Rabu, 19 Januari 2022
Prioritaskan Kepuasan Pelanggan, MODENA Customer Care Siap Melayani 365 Hari
otomotif, Rabu, 19 Januari 2022
Mitsubishi Pajang New Xpander dan New Xpander Cross di Living World Pekanbaru
otomotif, Rabu, 19 Januari 2022
Penjualan Mobil di Eropa Catat Rekor Terendah di 2021
potensa, Rabu, 19 Januari 2022
Potensi Capai 50 MMSCFD, Lapangan MAC HCML Siap Berproduksi
etalase, Rabu, 19 Januari 2022
Diawali Donor Darah, Dua Gubernur Dijadwalkan Hadiri Pelantikan IKA Unand Riau
etalase, Rabu, 19 Januari 2022
IJAB UIR untuk Indonesia dan Jerman Melalui Proyek Kolaboratif Kampus Merdeka Internasional

Politik
Senin, 17 Januari 2022
DPD PAN Kampar Targetkan 9 Kursi
Sabtu, 15 Januari 2022
Kader Diharapkan Bekerja Maksimal Menuju Pemilu 2024
Kamis, 13 Januari 2022
Wacana Penundaan Pemilu Dinilai Tak Miliki Urgensi Jelas

Hukum
Kamis, 20 Januari 2022
Dekan FISIP Unri Nonaktif Diadili Pekan Depan
Kamis, 20 Januari 2022
Mobil Dinas Kalapas Pekanbaru Hangus Dibakar OTK
Kamis, 20 Januari 2022
Polda Riau Bongkar Sindikat Narkoba 80 Kilogram Sabu

OTOMOTIF
otomotif, Rabu, 19 Januari 2022
Mitsubishi Pajang New Xpander dan New Xpander Cross di Living World Pekanbaru
otomotif, Rabu, 19 Januari 2022
Penjualan Mobil di Eropa Catat Rekor Terendah di 2021
otomotif, Minggu, 9 Januari 2022
Ini Mobil Terlaris Daihatsu di Desember 2021

OTOMOTIF

ZONA RIAU
pekanbaru, Jumat, 21 Januari 2022
Kunjungi Riau, Mendagri Apresiasi Penanganan Covid-19
pekanbaru, Kamis, 20 Januari 2022
Penyebab PPKM Level 2 Pekanbaru Diperpanjang
pekanbaru, Kamis, 20 Januari 2022
Positif COVID-19 di Riau Bertambah 3 Kasus

ETALASE
etalase, Rabu, 19 Januari 2022
Unri Optimalkan Pelaksanaan JKN-KIS di Lingkungan Kampus
etalase, Rabu, 19 Januari 2022
Prioritaskan Kepuasan Pelanggan, MODENA Customer Care Siap Melayani 365 Hari
etalase, Rabu, 19 Januari 2022
Diawali Donor Darah, Dua Gubernur Dijadwalkan Hadiri Pelantikan IKA Unand Riau