Kamis | 27 Juni 2019
Masyarakat Tionghoa Panipahan Galang Dana Bantu Korban Kebakaran
Masyarakat Tionghoa Panipahan melakukan penggalangan dana korban kebakaran,.


Rabu | 26 Juni 2019
Bupati Rohil Apresiasi Peran Tokoh Tionghoa
Bupati Rokan Hilir (Rohil), H Suyatno AMp, mengapresiasi peran tokoh.


Minggu | 23 Juni 2019
Melihat Indahnya Toleransi Antarumat Beragama di Kelenteng Ancol
BANYAK tempat di Jakarta yang sangat unik dan melambangkan indahnya toleransi.

Rubrik : inhu | Senin , 10 Juni 2019
Tiga Ekor Gajah Liar Berkeliaran di Peranap
Editor : wisly | Penulis: dasmun
ilustrasi

RENGAT - Sebanyak tiga ekor gajah liar berkeliaran dibeberapa wilayah di Kecamatan Peranap, Inhu. Bahkan kawanan gajah liar sudah sampai ke belakang dapur rumah warga.

Informasi yang diterima dari Polres Inhu, gajah liar sudah terpantau memasuki areal perkebunan dan dekat pemukiman warga sejak empat hari lalu, 5 Juni 2019.

"Gajah liar berjumlah sekitar tiga ekor sudah berada di perkebunan masyarakat, bahkan sudah sampai ke belakang perumahan masyarakat sejak tanggal 5 Mei 2019," kata Kapolres Inhu, AKBP Dasmin Ginting melalui Ps Paur Humas Aipda Misran.

Dijelaskannya, tiga ekor gajah Sumatera itu diketahui sudah melintasi sejumlah wilayah di Peranap. Di antaranya Desa Baturijal Barat, Desa Baturijal Hulu, Kelurahan Baturijal Hilir, hingga ke Kelurahan Peranap, Kecamatan Peranap.

Gajah-gajah liar diketahui memakan tanaman kelapa sawit, karet dan tanaman pisang milik masyarakat. Hingga saat ini belum dapat diperkirakan berapa hektare tanaman warga yang rusak.

Meski begitu belum ada laporan terkait warga yang menjadi korban penyerangan gajah liar tersebut. Masyarakat juga terus berupaya melakukan pengusiran gajah dengan menggunakan petasan, mercon dan suara-suara keras lain.

"Situasi di lapangan sampai saat ini masyarakat masih tetap berjaga," ujar Misran.

Sementara itu, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) akan mendatangkan gajah jinak untuk menggiring gajah liar yang masuk ke wilayah pemukiman warga di Kecamatan Peranap. Hingga kini tim BKSDA memang belum turun ke lokasi, dikarenakan masih dalam libur lebaran.

"Kalau sekarang memang tidak ada tim yang turun ke lokasi, jadi selesai lebaran baru tim akan turun," kata Humas BKSDA Rengat, Permohonan Lubis.

Begitu juga terkait rencana menurunkan gajah jinak untuk melakukan penggiringan, Lubis mengatakan, akan dilakukan setelah dipastikan melalui perintah pimpinan.

"Kita menunggu perintah dulu. Karena berhubungan dengan pengangkutan dari tempat pelatihan gajah di Sebanga atau Minas," katanya.

Kelompok gajah liar yang masuk ke permukiman warga di Kecamatan Peranap diduga berasal dari areal Hutan Tanama Industri (HTI). *


 




Berita Lainnya