Minggu | 15 September 2019
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Kumpulkan 103 Kantong Darah
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Jalan Bukit Barisan III, Pekanbaru.


Sabtu | 14 September 2019
5000 Lampion Hiasi Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Jalan Bukit Barisan III, Pekanbaru,.


Jumat | 13 September 2019
Dihadiri Wagubri, Festival Kue Bulan di Pekanbaru Dipadati Warga
Meski diselimuti kabut asap, perayaan Festival Lampion Zhong Qiu di Jalan.

Rubrik : hukum
Korban Meninggal Laka Lantas di Riau Meningkat
Editor : wisly | Penulis: Linda
Selasa , 11 Juni 2019
ilustrasi

PEKANBARU - Operasi Ketupat Muara Takus 2019 selama 12 hari di Provinsi Riau berakhir, Senin (10/6). Selama operasi diketahui jumlah kecelakaan lalu lintas menurun tapi korban meninggal dunia meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, mengatakan, selama Operasi Ketupat Muara Takus 2019 terjadi 26 kasus kecelakaan. Jumlah ini menurun dibanding tahun 2018 yang mencapai 30 kasus.

"Kasus kecelakaan lalu lintas menurun dari tahun lalu tapi jumlah korban meninggal dunia meningkat. Jika tahun sebelumnya korban meninggal 11 orang, tahun ini mencapai 16 orang, terjadi peningkatan 45 persen," ujar Sunarto.

Untuk korban luka berat, terjadi penurunan pada tahun 2019  yakni 10 orang atau 13 persen sedangkan tahun 2018, korban luka berat sebanyak 30 orang. Sementara korban luka ringan terjadi peningkatan, yakni 35 orang sedangkan tahun 2018 sebanyak 14 orang.

"Kerugian materil akibat kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat Muara Takus  2019 sebesar Rp197.600.000. Sedangkan tahun 2018 sebesar RpRp115.400.000," kata Sunarto.

Kecelakaan lalu lintas terbanyak terjadi di Kabupaten Kampar, yakni 7 kasus. Disusul Kabupaten Siak 6 kasus, Kabupaten Pelalawan, Kuantan Singingi masing-masing 3 kasus, Dumai dan Indragiri Hilir masing-masing 2 kasus dan Pekanbaru, Indragiri Hulu, Rokan Hilir masing-masing 1 kasus.

Kecelakaan didominasi terjadi di jalur utama lintas mudik dan balik Lebaran sebanyak 18 kasus. Untuk jalan alternatif 6 kasus dan jalur lain 2 kasus.

"Kendaraan yang banyak terlibat kecelakaan lalu lintas adalah sepeda motor sebanyak 31 unit. Meningkat 1 persen dibanding tahun lalu yang hanya 30 unit sepeda motor. Lalu mobil penumpang dan mobil barang," ungkap Sunarto.

Kecelakaan dominan terjadi pada pukul 12.00 WIB hingga 15.00 WIB sebanyak 9 kasus. Pada pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB sebanyak 6 kasus, pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB sebanyak 5 kasus, pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB terjadi 3 kasus. "Di luar waktu itu, terjadi satu kasus," tambah Sunarto.*




Berita Lainnya