Minggu | 15 September 2019
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Kumpulkan 103 Kantong Darah
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Jalan Bukit Barisan III, Pekanbaru.


Sabtu | 14 September 2019
5000 Lampion Hiasi Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Jalan Bukit Barisan III, Pekanbaru,.


Jumat | 13 September 2019
Dihadiri Wagubri, Festival Kue Bulan di Pekanbaru Dipadati Warga
Meski diselimuti kabut asap, perayaan Festival Lampion Zhong Qiu di Jalan.

Rubrik : pekanbaru
Mei, Riau Alami Inflasi 0,68 Persen
Editor : wisly | Penulis: Vivi
Selasa , 11 Juni 2019
ilustrasi

PEKANBARU- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat pada Mei 2019, Riau mengalami inflasi sebesar 0,68 persen. Harga cabai merah dan tiket pesawat menjadi pemicu utama inflasi di Riau.

Hal ini dikatakan Kepala BPS Riau, Aden Gultom, di kantornya, Senin (10/6). Katanya, untuk inflasi dari tahun ke tahun (year on year) pada Mei 2019 ini sebesar 2,31 persen dan inflasi tahun kalender atau pada periode Januari sampai Mei 0,92 persen.

"Besaran inflasi di Riau pada Mei 2019 sama persis dengan inflasi nasional. Angka inflasi 0,68 persen ini artinya relatif baik atau terkendali," ujar Aden Gultom.

Menurutnya, penyebab utama inflasi di Riau adalah adanya kenaikan indeks harga konsumen yang cukup signifikan pada kelompok bahan makanan sebesar 2,13 persen, seperti komoditi cabai merah, kentang dan bawang putih, dan lainnya.  

Kemudian, terang Aden Gultom, diikuti kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,64 persen, seperti angkutan udara, angkutan antar kota (bus dan travel), dan lainnya. Disusul kelompok sandang sebesar 0,45 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,16 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,02 persen.

Sementara, daging sapi pada Mei 2019 ini justru menjadi penyebab deflasi. Padahal biasanya, daging sapi menjadi salah satu komoditi yang menjadi penyebab inflasi di Riau. Besaran deflasi daging sapi -0,07 persen.

"Daging sapi menjadi komoditi paling dicari konsumen saat memasuki Ramadan. Hal itu menjadi salah satu penyebab utama inflasi. Tahun ini, justru daging sapi menjadi pemicu deflasi," terangnya.

Komoditi lain menjadi pemicu deflasi di Riau, yakni bawang merah sebesar -0,04 persen, ikan tongkol -0,03, beras dan tomat sayur masing-masing -0,02, serta tomat buah -0,01 persen.  

Dari tiga kota di Provinsi Riau yang menghitung Indeks Harga Konsumen (IHK), semuanya mengalami inflasi, yakni Pekanbaru sebesar 0,56 persen, Dumai sebesar 1,05 persen, dan Tembilahan sebesar 1,29 persen.

Namun, tambahnya, penyebabnya sedikit berbeda. Jika di Pekanbaru pemicu utama inflasi adalah cabai merah dan harga tiket pesawat, di Dumai dan Tembilahan pemicu utama inflasi disebabkan cabai merah dan angkutan darat.*




Berita Lainnya