Minggu | 15 September 2019
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Kumpulkan 103 Kantong Darah
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Jalan Bukit Barisan III, Pekanbaru.


Sabtu | 14 September 2019
5000 Lampion Hiasi Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Jalan Bukit Barisan III, Pekanbaru,.


Jumat | 13 September 2019
Dihadiri Wagubri, Festival Kue Bulan di Pekanbaru Dipadati Warga
Meski diselimuti kabut asap, perayaan Festival Lampion Zhong Qiu di Jalan.

Rubrik : rohul
Obyek Wisata Air Panas Rohul Harus Dikelola Serius
Editor : wisly | Penulis: Hendra
Rabu , 12 Juni 2019
Bupati Rohul, H Sukiman

PASIR PANGARAIAN - Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Pemkab Rohul) berkomitmen membangun bidang pariwisata di Rohul. Karena itu, Bupati Rohul, H Sukiman meminta Disparbud untuk serius mengelola berbagai potensi obyek wisata di Rohul, termasuk air panas di Desa Air Panas, Kecamatan Pendalian IV Koto.

Hal itu dikatakan Bupati ketika mengunjungi obyek wisata air panas, beberapa waktu lalu. Lokasi wisata air panas merupakan tanah milik Pemkab Rohul seluas 2 hektar dan berjarak sekitar 500 meter dari pemukiman masyarakat Desa Air Panas. Jalan ke lokasi ini dengan lebar sekira 12 meter sendiri dibuka oleh Dinas PUPR Rohul.

Dalam kunjungan itu, Bupati menginstruksikan Disparbud Rohul mengelola obyek wisata air panas ini, berkoordinasi dengan dinas terkait dan tiga desa sekitar, yakni Desa Air Panas, Desa Rokan Timur dan Sikebau Jaya. Juga disebutkan Bupati, agar lokasi wisata air panas tersebut ditata rapi dan didesain sehingga pengunjung tertarik berkunjung ke salah satu destinasi wisata tersebut.

Sumber air panas si Desa Air Panas, Kecamatan Pendalian IV Koto sendiri mempunyai tingkat kepanasan antara 25 sampai 30 derajat. Lokasinya dikelilingi pohon-pohon kayu yang besar dan tinggi serta masih asri sehingga sangat baik dijadikan sebagai tempat rekreasi dan edukasi bagi generasi muda.

Kepala Disparbud Rohul, Yusmar menyatakan dirinya siap merealisasikan instruksi Bupati dan akan menentukan lebih dulu status kepemilikan dan status lahan. Disparbud juga akan membuat usulan site plan di APBD Rohul perubahan tahun anggaran 2019. Sedangkan untuk pelaksanaan pembangunan diperkirakan baru bisa dimulai 2020.

"Kami mengimbau dalam perjalanan tersebut agar desa telah mulai melaksanakan pengelolaan dengan membentuk Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis," kata Yusmar. *




Berita Lainnya