Kamis | 27 Juni 2019
Masyarakat Tionghoa Panipahan Galang Dana Bantu Korban Kebakaran
Masyarakat Tionghoa Panipahan melakukan penggalangan dana korban kebakaran,.


Rabu | 26 Juni 2019
Bupati Rohil Apresiasi Peran Tokoh Tionghoa
Bupati Rokan Hilir (Rohil), H Suyatno AMp, mengapresiasi peran tokoh.


Minggu | 23 Juni 2019
Melihat Indahnya Toleransi Antarumat Beragama di Kelenteng Ancol
BANYAK tempat di Jakarta yang sangat unik dan melambangkan indahnya toleransi.

Rubrik : inhu | Rabu , 12 Juni 2019
Lakalantas Selama Operasi Ketupat di Inhu Menurun
Editor : wisly | Penulis: dasmun
ilustrasi

RENGAT - Pelaksanaan Operasi Ketupat tahun 2019 di wilayah Kabupaten Inhu dinilai berjalan sukses. Tidak ada nyawa yang melayang dalam kecelakaan lalulintas (lakalantas).

Selama operasi berlangsung hanya terjadi dua kecelakaan lalu lintas. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah laka lantas dalam Operasi ketupat tersebut terjadi penurunan dari tahun sebelumnya dimana tahun lalau terjadi 5 laka lantas, 1 nyawa melayang, 5 luka berat dan 1 luka ringan.

Sesuai dengan data tahun 2019 dari dua lakalantas tersebut tidak ada yang meninggal dunia, hanya 1 luka berat dan 5 luka ringan. Semua terjadi di jalur lintas timur atau jalan nasional.

“Laka Lantas yang terjadi, akibat kelalaian dari pengendara roda dua. Berkendara terlalu rapat dengan kendaraan di depannya dan mendahului tanpa perhitungan yang baik. Selain itu, kondisi jalan yang rusak dan bisa mengakibatkan laka tunggal pengendaraa sepeda motor," ungkap Kapolres Inhu, AKBP Dasmin Ginting SIK melalui Kasat Lantas AKP Oka M Syahrial kepada awak media.

Selain itu, Satlantas Polres Inhu juga terpaksa melakukan penilangan atas pelanggaran sebanyak 27 tilang dan 118 teguran, termasuk 10 kendaraan roda empat yang tidak menggunakan safety belt.

"Alhamdulillah, jumlah laka lantas menurun tahun ini," ucap Kasatlantas.

Namun dirinya menyayangkan banyak peraturan lalu lintas yang dilanggar oleh pemudik yang memang harus dilakukan penilangan dan juga teguran. Terutama untuk kendaraan roda empat yang tidak menggunakan safety belt dan pengendara roda dua yang tidak memiliki SIM, termasuk yang terlibat laka lantas.

Oka mengimbau agar ke depan, para pengendara dapat mentaati aturan, karena peraturan tersebut dibuat, juga demi keselamatan para pengendara dan juga agar tertib di jalan. 

"Kita berharap semoga angka laka lantas dapat terus ditekan ke depannya. Tidak ada lagi pengguna jalan yang mengalami luka ringan maupun luka berat apalagi sampai nyawa melayang di jalan,” harapnya. *
 




Berita Lainnya