Minggu | 15 September 2019
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Kumpulkan 103 Kantong Darah
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Jalan Bukit Barisan III, Pekanbaru.


Sabtu | 14 September 2019
5000 Lampion Hiasi Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Jalan Bukit Barisan III, Pekanbaru,.


Jumat | 13 September 2019
Dihadiri Wagubri, Festival Kue Bulan di Pekanbaru Dipadati Warga
Meski diselimuti kabut asap, perayaan Festival Lampion Zhong Qiu di Jalan.

Rubrik : inhu
Lakalantas Selama Operasi Ketupat di Inhu Menurun
Editor : wisly | Penulis: dasmun
Rabu , 12 Juni 2019
ilustrasi

RENGAT - Pelaksanaan Operasi Ketupat tahun 2019 di wilayah Kabupaten Inhu dinilai berjalan sukses. Tidak ada nyawa yang melayang dalam kecelakaan lalulintas (lakalantas).

Selama operasi berlangsung hanya terjadi dua kecelakaan lalu lintas. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah laka lantas dalam Operasi ketupat tersebut terjadi penurunan dari tahun sebelumnya dimana tahun lalau terjadi 5 laka lantas, 1 nyawa melayang, 5 luka berat dan 1 luka ringan.

Sesuai dengan data tahun 2019 dari dua lakalantas tersebut tidak ada yang meninggal dunia, hanya 1 luka berat dan 5 luka ringan. Semua terjadi di jalur lintas timur atau jalan nasional.

“Laka Lantas yang terjadi, akibat kelalaian dari pengendara roda dua. Berkendara terlalu rapat dengan kendaraan di depannya dan mendahului tanpa perhitungan yang baik. Selain itu, kondisi jalan yang rusak dan bisa mengakibatkan laka tunggal pengendaraa sepeda motor," ungkap Kapolres Inhu, AKBP Dasmin Ginting SIK melalui Kasat Lantas AKP Oka M Syahrial kepada awak media.

Selain itu, Satlantas Polres Inhu juga terpaksa melakukan penilangan atas pelanggaran sebanyak 27 tilang dan 118 teguran, termasuk 10 kendaraan roda empat yang tidak menggunakan safety belt.

"Alhamdulillah, jumlah laka lantas menurun tahun ini," ucap Kasatlantas.

Namun dirinya menyayangkan banyak peraturan lalu lintas yang dilanggar oleh pemudik yang memang harus dilakukan penilangan dan juga teguran. Terutama untuk kendaraan roda empat yang tidak menggunakan safety belt dan pengendara roda dua yang tidak memiliki SIM, termasuk yang terlibat laka lantas.

Oka mengimbau agar ke depan, para pengendara dapat mentaati aturan, karena peraturan tersebut dibuat, juga demi keselamatan para pengendara dan juga agar tertib di jalan. 

"Kita berharap semoga angka laka lantas dapat terus ditekan ke depannya. Tidak ada lagi pengguna jalan yang mengalami luka ringan maupun luka berat apalagi sampai nyawa melayang di jalan,” harapnya. *
 




Berita Lainnya