Minggu | 14 Juli 2019
Stephen Sanjaya Terpilih Jadi Ketua PSMTI Riau
Stephen Sanjaya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum (Ketum) Paguyuban.


Sabtu | 13 Juli 2019
PSMTI Riau Gelar Musprov IV, Ini Agendanya
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau akan menggelar.


Rabu | 10 Juli 2019
Indahnya Kelenteng Sam Poo Kong di Semarang
Untuk pengalaman liburan yang luar biasa, coba berputar-putar di Semarang, Jawa.

Rubrik : dunia
Israel Alami Gangguan GPS, Pilot Kehilangan Sinyal Satelit
Editor : wisly | Penulis: republika
Kamis , 27 Juni 2019
Ilustrasi Tentara Israel

YERUSALEM - Israel mengalami gangguan global positioning system (GPS) di wilayah udaranya. Namun, gangguan tersebut tidak mengganggu jadwal penerbangan, dan pesawat dapat tinggal landas serta melakukan pendaratan dengan aman.

Pengumuman oleh Otoritas Bandara Israel (IAA) mengikuti laporan pada Selasa (25/6) oleh Federasi Internasional Asosiasi Pilot Jalur Udara (IFALPA). Dalam laporan tersebut dikatakan, banyak pilot telah kehilangan sinyal satelit dari Sistem Penentuan Posisi Global di sekitar Bandara Ben Gurion Tel Aviv.

Gangguan GPS tersebut sudah berlangsung selama tiga pekan terakhir. Sebuah pernyataan dari IAA mengatakan, gangguan GPS hanya mempengaruhi awak pesawat udara, dan tidak menganggu sistem navigasi terestrial.

Pihak berwenang Israel telah bekerja sejak awal untuk menemukan sumber masalah dan memperbaikinya. Ketika ditanya apakah penyebab gangguan GPS telah ditemukan, juru bicara IAA mengaku belum mengetahui.

"Pada tahap ini, tidak ada insiden keselamatan yang berasal dari gangguan GPS dalam konteks ketepatan navigasi dan koridor penerbangan," kata IAA dalam sebuah pernyataan.

Militer Israel mengatakan operasinya tidak terpengaruh dengan gangguan GPS tersebut. "Masalah ini menjadi perhatian sipil dan IDF (Pasukan Pertahanan Israel) memberikan dukungan teknologi untuk memfasilitasi kebebasan bergerak di wilayah udara Israel," kata seorang juru bicara militer.

Pada Selasa lalu, IFALPA mengatakan hilangnya sinyal GPS meningkatkan risiko potensial. IFALPA menyarankan awak pesawat yang beroperasi di Israel untuk menghindari gangguan dan merencanakan prosedur alternatif seperlunya.*




Berita Lainnya