Kamis | 07 Februari 2019
Butuh Kegigihan, Pengorbanan dan Kerja Keras
Wanita Tionghoa asal Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, Dr Santy A Md AK SH.


Minggu | 03 Februari 2019
178 Siswa SPN Polda Riau Kunjungi Vihara Kwan Tee Kong Bio
Sekitar 178 siswa SPN Polda Riau berkunjung ke Ling Thian Miao (Vihara Satya.

Rubrik : Otonomi | Kamis, 31 Januari 2019
Gubri Minta Syamsuar tak Banyak Cerita
Editor : sri | Penulis:
Wan Thamrin Hasyim


PEKANBARU - Gubernur Riau, H Wan Thamrin Hasyim, meminta Gubernur Riau terpilih, Syamsuar, jangan banyak cerita sebelum dilantik sebagai gubernur definitif. Sikap Syamsuar yang acap koar-koar mengkritisi kebijakan Pemprov saat ini dinilai tidak mencerminkan jiwa seorang pemimpin.

Pernyataan ini diungkapkan gubernur Riau karena kesal. Sebab belum lama ini gubernur Riau terpilih, Syamsuar, saat bedah APBD Riau 2019 di Bank Indonesia beberapa waktu lalu menyatakan ingin merubah struktur OPD Pemprov Riau kalau sudah dilantik.

Tak hanya itu, kebijakan Wan Thamrin membangun kolam renang syariah di eks kolam renang Kalinjuhang di kawasan Masjid Raya Annur juga sempat dikritisi pengamat kebijakan publik, Fachri Yasin, yang juga tim transisi gubernur Riau terpilih.

"Saya harap kepemimpinan baru (Gubernur Riau terpilih, Syamsuar) jangan banyak cerita dulu, pegang jabatan itu dulu baru kita ngomong," ujar Wan
Thamrin, Kamis (31/1), pada mengantar purna tugas Asisten II Setdaprov Riau, Masperi, di Gedung Daerah Pemprov Riau.
Wan Thamrin mengistilahkan, anak gadis orang kalau belum menikah, jangankan dibawa pulang, dipegang saja tidak diperbolehkan. Karena belum muhrimnya.

"Bagaimanapun anak orang itu kalau belum muhrim, dagunya saja belum boleh kita pegang, apalagi mau dibawa ke kampung. Dilantik dulu, apapun namanya (OPD) silahkan. Mau mengubah (OPD) atau memindahkan pejabat silahkan. Karena kita bekerja sesuai aturan," ketusnya di hadapan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Riau.

Meskipun demikian, Wan Thamrin juga meminta kepala OPD Pemprov Riau agar bekerja sebaik-baiknya. Karena Pemprov Riau akan kedatangan pemimpin baru.

"Kita bekerja dengan pemerintah. Ingat kita bekerja bukan kepada pribadi orang, tapi kita bekerja di sebuah lembaga (pemerintah). Suka tidak suka dia adalah User-nya. Kata orang Melayu, sekali banjir sekali tepian akan berubah," tuturnya.

Tak lupa, Wan Thamrin mengingatkan jajaran kalau jabatan itu akan datang dan pergi. Begitu juga dengan pemimpin, akan datang dan pergi silih berganti. (mr/sri)






Berita Lainnya