Minggu | 15 September 2019
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Kumpulkan 103 Kantong Darah
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Jalan Bukit Barisan III, Pekanbaru.


Sabtu | 14 September 2019
5000 Lampion Hiasi Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Jalan Bukit Barisan III, Pekanbaru,.


Jumat | 13 September 2019
Dihadiri Wagubri, Festival Kue Bulan di Pekanbaru Dipadati Warga
Meski diselimuti kabut asap, perayaan Festival Lampion Zhong Qiu di Jalan.

Rubrik : nasional
Sutopo Nugraha Meninggal Saat Berobat di China
Editor : Afp | Penulis: Muhammad Tiarso Baharizqi
Minggu , 07 Juli 2019
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. [int/]

JAKARTA - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menghembuskan nafasnya setelah menjalani perawatan di Guangzhou, Cina. Rencananya jenazah akan dimakamkan di Boyolali, Jawa Tengah.

"Dimakamkan hari ini di Boyolali," ucap Pelaksana Harian Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Bambang saat dikonfirmasi, Minggu (7/7).

Bambang menjelaskan, pihaknya sedang berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Cina untuk segera memulangkan Sutopo. Rencananya, pria kelahiran Boyolali itu akan diterbangkan Bandar Udara Internasional Baiyun di Guangzhou pada pukul 15.45 waktu setempat.

"Pak Sutopo hari ini (dipulangkan), diusahakan dipulangkan hari ini, semakin cepat semakin baik," ujar Bambang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sutopo meninggal dunia saat sedang menjalani pengobatan penyakit kanker yang dideritanya di St. Stamford Modern Cancer Hospital, Guangzhou, Cina, sejak 15 Juni 2019. Kanker yang dideritanya telah menyebar ke tulang dan beberapa organ vital tubuh.

Sutopo divonis kanker pada Desember 2017 lalu. Meski menderita sakit, namun Sutopo masih terus gigih dalam melakukan upaya pengobatan maupun dalam menginformasikan berbagai kejadian bencana yang terjadi di Indonesia selama 2018 hingga pertengahan 2019," tulis keterangan resmi tersebut.

Bahkan, Sutopo masih sempat melakukan konferensi pers secara berkesinambungan pada saat terjadi bencana gempa bumi Lombok dan gempa bumi Palu di tengah rasa sakit yang menderanya. BNPB sangat kehilangan sosok yang gigih dalam menyampaikan informasi bencana di Indonesia.

Sutopo yang divonis kanker paru stadium empat saat pertama kali mengetahui penyakitnya mengaku kaget karena dirinya bukan perokok dan menjaga pola makan sehat. Dalam beberapa unggahan foto di akun media sosial Instagram miliknya Sutopo juga sering menceritakan bahwa penyakit kanker yang dideritanya terasa sangat menyakitkan.

"Sakit kanker yang sudah metastase ke tulang itu sakitnya Iuar biasa. Nyeri terus menerus dan di banyak sendi. Diberi morfin tidak mempan menahan sakit," tulis Sutopo pada unggahan foto di Instagram miliknya tanggal 9 Juni 2019 seperti dilansir republika.co.id.

Pada unggahan foto selanjutnya, yaitu unggahan foto terakhir di Instagram pribadinya, Sutopo mengunggah video sedang berada di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Dalam keterangan fotonya dia memohon pamit untuk pergi berobat ke Guangzhou Cina pada 15 Juni 2019.

Di keterangan foto tersebut Sutopo kembali menyampaikan bahwa kanker yang sudah menyebar terasa amat sakit. "Hari ini saya ke Guangzho untuk berobat dari kanker paru yang telah menyebar di bsnyak tulang dan organ tubuh lali. Kondisinya sangat menyakitkan sekali." tulis Sutopo. [*]




Berita Lainnya