Minggu | 15 September 2019
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Kumpulkan 103 Kantong Darah
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Jalan Bukit Barisan III, Pekanbaru.


Sabtu | 14 September 2019
5000 Lampion Hiasi Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Jalan Bukit Barisan III, Pekanbaru,.


Jumat | 13 September 2019
Dihadiri Wagubri, Festival Kue Bulan di Pekanbaru Dipadati Warga
Meski diselimuti kabut asap, perayaan Festival Lampion Zhong Qiu di Jalan.

Rubrik : pekanbaru
Setahun, 3.057 Warga Pekanbaru Idap HIV dan AIDS
Editor : wisly | Penulis: Delvi Adri
Selasa , 09 Juli 2019
ilustrasi

PEKANBARU - Sebanyak 3.057 warga Kota Pekanbaru mengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) selama 2018 lalu. Dari jumlah itu, 182 di antaranya meninggal dunia. 

Data Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru dirincikan sebanyak 1.625 mengidap HIV dan 1.432 pengidap AIDS.  "Meninggal dunia 182 orang, 16 orang HIV dan 166 orang AIDS," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Pekanbaru, Maisel Fidayesi, Selasa (9/7). 

Maisel mengungkap, mayoritas warga yang terjangkit virus itu adalah pekerja swasta berumur mulai 25 sampai 49 tahun. Ia juga mengungkap di kalangan ibu rumah tangga mendominas AIDS sebanyak 163 orang. Sementara HIV hanya 140 orang.

Untuk penjaja seks komersial terginggi pengidap HIV yakni sebanyak 216 orang dan AIDS 54 orang. "Dari total pengidap HIV 34 persen adalah perempuan dan sisanya laki-laki sedangkan dari 1.432 pengidap AIDS, 24 persen  atau 344 perempuan dan 1088 atau 76 persen laki-laki," jelas Maisel.

Dari faktor resiko, kata Maisel, heteroseksual (berganti-ganti pasangan) masih menjadi faktor tertinggi peneluaran dua virus itu,  mencapai 2407 orang. Selanjutnya biseksual 555 orang dan homoseksual 118 orang.

"Untuk 2019 kita sudah lakukan tes terhadap 4.764 orang. Dari jumlah itu kita mencatat ada 68 orang positif," ungkap Maisel.

Maisel mengimbau masyarakat lebih menjaga pola hidup sehat. "Efek dari hubungan seks bebas dengan berganti-ganti pasangan, baru akan terasa 10 sampai 15 tahun ke depan," kata dia.*




Berita Lainnya