Minggu | 14 Juli 2019
Stephen Sanjaya Terpilih Jadi Ketua PSMTI Riau
Stephen Sanjaya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum (Ketum) Paguyuban.


Sabtu | 13 Juli 2019
PSMTI Riau Gelar Musprov IV, Ini Agendanya
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau akan menggelar.


Rabu | 10 Juli 2019
Indahnya Kelenteng Sam Poo Kong di Semarang
Untuk pengalaman liburan yang luar biasa, coba berputar-putar di Semarang, Jawa.

Rubrik : meranti
Berkicau di Medsos, Istri Oknum Perwira Polisi di Meranti Nyaris Diamuk Warga
Editor : wisly | Penulis: Ali
Rabu , 10 Juli 2019
Kerumunan warga semakin memadati sekitaran rumah Rita

SELATPANJANG - Seorang istri oknum polisi di Kabupaten Kepulauan Meranti, tidak henti- hentinya membuat sensasi yang mengundang kemarahan warga.

Wanita yang diketahui bernama Rita Mariana itu yang nyaris diamuk warga, beruntung dirinya selamat setelah diamankan aparat kepolisian PolsekTebingtinggi.

Dari pantauan, Selasa (9/7/2019) malam sekitar pukul 20.30 WIB, kerumunan warga semakin memadati sekitaran rumah Rita, sementara aparat kepolisian juga sudah berada di lokasi dan menjaga di depan pintu rumah tersebut.

"Halau saja dari kampung kami, jika perlu di tes urine. Macam sudah tak waras lagi asal cakap saja," teriak salah seorang warga ditengah kerumunan.

Selang beberapa saat, pihak kepolisian langsung membawa Rita masuk kedalam mobil yang telah standby di sekitar lokasi. Wanita itu pun tampak tertunduk masuk kedalam mobil dengan menggunakan helm.

Kemudian, warga pun terus mengerumuni mobil aparat kepolisian yang membawa wanita itu dengan memfoto dan memvideokan kejadian tersebut. Perlahan mobil berjalan, warga pun mulai membubarkan diri.

"Beruntung kepolisian cepat datang dan membawa pergi, kalau tidak tentu akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena warga makin terus berdatangan," ujar Mahmudin selaku Ketua RW 04 atau RW setempat.

Kata Mahmudin pula, dirinya selaku ketua RW sebenarnya sangat menyayangkan sampai terjadi seperti itu.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Selatpanjang Selatan, Brigadir Solehudin mengungkapkan bahwa persoalan tersebut berawal dari chatingan di media sosial lewat inbok oleh Rita ke warga setempat yang diduga berisikan ucapan yang kurang pantas sehingga memicu terjadinya peristiwa tersebut.

"Yang jelas kita amankan dulu biar tidak tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Mudah-mudahan persoalan ini  segera selesai," pungkasnya.

Seperti yang beredar di media sosial, banyak yang membagikan screenshot chatting wanita istri perwira polisi itu.

Didalam chatting tersebut, Rita meminta kepada RT setempat untuk mengusir para pemuda yang sering nongkrong di depan rumahnya. Dia juga mengatakan jika Kampung Baru tempat tinggalnya itu merupakan sarang narkoba dan para pemuda yang nongkrong itu adalah para pemakainya.

Sebelumnya Rita juga pernah bermasalah dengan kicauannya di media sosial, diantaranya mengatakan Kepulauan Meranti sarang Narkoba, termasuk menghina Bupati.*

 




Berita Lainnya