Minggu | 14 Juli 2019
Stephen Sanjaya Terpilih Jadi Ketua PSMTI Riau
Stephen Sanjaya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum (Ketum) Paguyuban.


Sabtu | 13 Juli 2019
PSMTI Riau Gelar Musprov IV, Ini Agendanya
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau akan menggelar.


Rabu | 10 Juli 2019
Indahnya Kelenteng Sam Poo Kong di Semarang
Untuk pengalaman liburan yang luar biasa, coba berputar-putar di Semarang, Jawa.

Rubrik : dunia
22 Negara Desak China Akhiri Penahanan Muslim di Xinjiang
Editor : wisly | Penulis: republika
Kamis , 11 Juli 2019
ilustrasi

JENEWA - Human Rights Watch (HRW) menyatakan 22 negara Barat telah mengeluarkan pernyataan yang mendesak China. Mereka ingin China mengakhiri penahanan sewenang-wenang massal dan pelanggaran lainnya terhadap warga Uighur, dan Muslim lainnya di wilayah Xinjiang.

Kelompok advokasi memuji pernyataan penting di Dewan Hak Asasi Manusia yang didukung PBB, yang merupakan langkah simbolis menuju ekspresi yang lebih besar dari keprihatinan tentang kebijakan China di Xinjiang.

Para penandatangan mengeluarkan pernyataan surat di dewan, dan berhenti mencari resolusi dewan. Hal itu menjadi sebuah bukti tantangan yang membangun dukungan terhadap China.

Adapun kelompok-kelompok hak asasi manusia dan Amerika Serikat (AS) memperkirakan hingga satu juta Muslim ditahan secara sewenang-wenang di Xinjiang. China menyangkal pelecehan yang meluas di pusat-pusat penahanan. Mereka menyebutnya sebagai sekolah pelatihan yang bertujuan memerangi ekstremisme dan memberikan keterampilan yang dapat dipekerjakan.

Para kritikus menyebutkan China mengoperasikan kamp-kamp interniran untuk warga Uighur, dan muslim lainnya yang tinggal di Xinjiang. Wilayah tersebut merupakan rumah bagi minoritas Kazakhstan yang cukup besar. Kelompok HAM menyatakan, beberapa diantara mereka berakhir di fasilitas deradikalisasi.*




Berita Lainnya