Minggu | 15 September 2019
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Kumpulkan 103 Kantong Darah
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Jalan Bukit Barisan III, Pekanbaru.


Sabtu | 14 September 2019
5000 Lampion Hiasi Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Jalan Bukit Barisan III, Pekanbaru,.


Jumat | 13 September 2019
Dihadiri Wagubri, Festival Kue Bulan di Pekanbaru Dipadati Warga
Meski diselimuti kabut asap, perayaan Festival Lampion Zhong Qiu di Jalan.

Rubrik : dunia
22 Negara Desak China Akhiri Penahanan Muslim di Xinjiang
Editor : wisly | Penulis: republika
Kamis , 11 Juli 2019
ilustrasi

JENEWA - Human Rights Watch (HRW) menyatakan 22 negara Barat telah mengeluarkan pernyataan yang mendesak China. Mereka ingin China mengakhiri penahanan sewenang-wenang massal dan pelanggaran lainnya terhadap warga Uighur, dan Muslim lainnya di wilayah Xinjiang.

Kelompok advokasi memuji pernyataan penting di Dewan Hak Asasi Manusia yang didukung PBB, yang merupakan langkah simbolis menuju ekspresi yang lebih besar dari keprihatinan tentang kebijakan China di Xinjiang.

Para penandatangan mengeluarkan pernyataan surat di dewan, dan berhenti mencari resolusi dewan. Hal itu menjadi sebuah bukti tantangan yang membangun dukungan terhadap China.

Adapun kelompok-kelompok hak asasi manusia dan Amerika Serikat (AS) memperkirakan hingga satu juta Muslim ditahan secara sewenang-wenang di Xinjiang. China menyangkal pelecehan yang meluas di pusat-pusat penahanan. Mereka menyebutnya sebagai sekolah pelatihan yang bertujuan memerangi ekstremisme dan memberikan keterampilan yang dapat dipekerjakan.

Para kritikus menyebutkan China mengoperasikan kamp-kamp interniran untuk warga Uighur, dan muslim lainnya yang tinggal di Xinjiang. Wilayah tersebut merupakan rumah bagi minoritas Kazakhstan yang cukup besar. Kelompok HAM menyatakan, beberapa diantara mereka berakhir di fasilitas deradikalisasi.*




Berita Lainnya