Minggu | 14 Juli 2019
Stephen Sanjaya Terpilih Jadi Ketua PSMTI Riau
Stephen Sanjaya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum (Ketum) Paguyuban.


Sabtu | 13 Juli 2019
PSMTI Riau Gelar Musprov IV, Ini Agendanya
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau akan menggelar.


Rabu | 10 Juli 2019
Indahnya Kelenteng Sam Poo Kong di Semarang
Untuk pengalaman liburan yang luar biasa, coba berputar-putar di Semarang, Jawa.

Rubrik : pekanbaru
Tertibkan Tiang Reklame, Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Cekcok dengan Pemilik
Editor : wisly | Penulis: Delvi Adri
Kamis , 11 Juli 2019
Penertiban dimulai dari Jalan Sudirman Ujung

PEKANBARU - Tim Yustisi Kota Pekanbaru menertibkan objek pajak atau tiang reklame tidak berizin, Kamis (11/7/2019). Penertiban dimulai dari Jalan Sudirman Ujung, tak jauh dari Jembatan Siak IV.

Tiang reklame ukuran jumbo itu menjadi sasaran lantaran diduga tidak memiliki izin. Namun, tiang itu tidak dipotong lantaran pemilik sedang memproses perpanjangan perizinan.

Tim Yustisi yang terdiri dari Satpol PP, Bapenda, Dishub dan DPM-PTSP, hanya nempel spanduk dan menyobek reklame rokok yang terpasang. Tindakan itu dilakukan sebagai peringatan kepada pengusaha.

Saat penertiban itu, seorang warga yang diduga sebagai pemilik tiang datang ke lokasi. Pemilik yang mengaku bernama Abeng itu sempat mempertanyakan aksi yang dilakukan tim Yustisi.

Sempat terjadi cekcok lantaran pemilik menanyakan siapa komandan atau pimpinan kegiatan penertiban itu. "Mana komandannya. Mana komandannya," kata dia.

Melihat itu, Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Agus Pramono sempat terpancing emosi. "Bapak mau lihatkan kehebatan bapak? Saya juga mau lihatkan kehebatan saya. Saya potong ini tiang," bentak Agus.

"Nanya-nanya komandannya. Saya komandannya kenapa rupanya? Anda jangan main-main dengan saya," kata Agus.

Kepala Bapenda Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin, menyebut penertiban reklame di sepanjang Jalan Sudirman ini untuk memberi efek jera kepada pengusaha reklame, agar mereka taat dalam membayar pajak.

"Kita tertibkan hari ini, ada yang kita robek spanduk reklamenya, dan ada juga yang kita potong langsung tiang reklamenya, agar ada efek jera, supaya mereka taat pajak," kata pria yang disapa Ami ini.

Ami juga menyebut, penertiban ini juga sebagai bentuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Dengan penertiban ini, tentu para pengusaha lebih tertib dalam membayar pajak.

Kepala Bidang Pengawasan DPM-PTSP Kota Pekanbaru, Quarte Rudianto mengatakan ada sebanyak 77 papan reklame yang tidak berizin di sepanjang Jalan Sudirman. Dari jumlah itu, 15 tiang yang mengenai bahu jalan.

Ia juga menyebut, di sepanjang Jalan Sudirman, tiang reklame yang memiliki izin ada 88 tiang. Dari jumlah itu yang memakan bahu jalan ada 4 tiang reklame.

"Itu nanti kita proses untuk pemindahannya," kata dia.

Lanjutnya, untuk tiang reklame yang tidak memiliki izin itu, DPM-PTSP bekerjasama dengan Bapenda untuk melakukan penertiban. Ia juga mengungkap, tiang yang tidak memiliki izin tapi membayar pajak, tidak ganggu.

"Yang kita tebang dia tidak punya izin dan tidak pula bayar pajak," kata dia.

Quarte juga meminta pengusaha tiang reklame yang belum berizin, agar segera dapat mengurus izin ke DPM-PTSP, sebelum Pemko Pekanbaru melakukan tindakan tegas, berupa pemotongan tiang papan reklame.

Pantauan di lapangan, Tim Yustisi Pemko Pekanbaru terus bergerak menyisir sepanjang Jalan Sudirman, seperti simpang Harapan Raya, Purna MTQ , Simpang Tiga. Mereka menggunakan alat berat dan alat pemotong besi untuk memotong tiang ilegal itu.*

 




Berita Lainnya