Selasa | 20 Agustus 2019
HUT ke-74 RI, Yayasan Hemadhiro Mettavati Gelar Pesta Rakyat di Okura
Yayasan Hemadhiro Mettavati menggelar acara pesta rakyat bertajuk Mengenang.


Minggu | 18 Agustus 2019
Pengurus Persaudaraan Marga Zhang Riau Resmi Dilantik
Persaudaraan Marga Zhang Riau masa bhakti 2019-2022 yang diketuai Robert Iwan.


Minggu | 18 Agustus 2019
Sambut HUT Kemerdekaan RI, Muda-Mudi IKTS Gelar Berbagai Lomba
Muda-mudi Ikatan Keluarga Tionghua Selatpanjang & Sekitarnya (IKTS) menggelar.

Rubrik : pekanbaru
DPKPP Pekanbaru Berharap Bantuan Mobil dari Gubernur
Editor : wisly | Penulis: Delvi Adri
Rabu , 31 Juli 2019
ilustrasi

PEKANBARU - Dinas Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Perlindungan (DPKPP) Kota Pekanbaru setiap tahun mengajukan pengadaan Mobil Pemadam Kebakaran (MPK). Namun, sampai sekarang belum ada terealisasi.

Kini, instansi yang memiliki motto pantang pulang sebelum padam itu hanya berharap ada bantuan Pemerintah Provinsi Riau.

"Setiap tahun sudah ajukan ke Pemko tapi tiga tahun pengajuan belum ada cair karena adanya rasionalisasi," ujar Kepala DPKPP Pekanbaru Burhan Gurning, belum lama ini.

Dari 23 unit yang dimiliki DPKPP Pekanbaru hanya 13 unit yang bisa dioperasikan. Sisanya masih rusak dan dalam perbaikan. "Terduduk lima, dua menunggu perbaikan tidak bisa dipakai. Sudah lama itu, mobil rakitan 1973 atau sudah berumur 46 tahun," kata Gurning.

Gurning menjelaskan, untuk merekondisi satu unit mobil, memakan biaya kurang lebih Rp1,5 miliar. Sementara anggaran yang diterima saat ini baru mencukupi untuk biaya makan dan gaji anggotanya saja.  "Bagaimana mau nambah pos dan menambah mobil," sambungnya.

Gurning juga mengungkap, dari 12 kecamatan di Pekanbaru ada enam pos. Idealnya, jarak yang diatur sesuai Standar Pelayanan Minimal sekitar 7,5 kilometer untuk respons pelayanan Damkar. "Lewat dari itu tidak terlayani lagi. Maunya setiap 7,5 kilo, ada pos. Setiap kelurahan ada pos," ucapnya.

Kecamatan seperti Limapuluh, Senapelan, Sukajadi belum memiliki pos sedangkan Rumbai baru ada satu pos  di Rumbai Pesisir. "Seperti Rumbai pesisir itu membacking semua Rumbai secara keseluruhan," tambahnya.

Gurning mengungkap, minimnya armada pemadam kebakaran membuat pihaknya ketetaran memadamkan api, apalagi jika dalam satu hari terjadi beberapa kebakaran.  "Mobil sedikit, pernah ada kejadian sehari empat kebakaran beberapa waktu lalu. Tentu dilihat mana api yang paling besar, itu dulu dicukupkan ke sana," kata dia.

Selain Pemko Pekanbaru, kata Gurning, pihaknya telah mengajukan pengadaan MPK tersebut kepada Gubernur Riau. Pasalnya, DPKPP tidak hanya mengatasi kebakaran di Pekanbaru saja tapi kebakaran yang ada di kawasan Pekansikawan, seperti perbatasan Pekanbaru-Pelalawan, Pekanbaru-Siak dan Pekanbaru-Kampar.

"Contohnya kalau kebakaran di Pandau, siapa, yang turun  pasti kita dulu. Kalau Kampar yang ditunggu kapan sampainya. Sementara, ada pos kami di Bukit Raya lebih dekat ke sana," jelas Gurning.*




Berita Lainnya