Selasa | 15 Oktober 2019
PUB Bodhisattva Mahasthamaprapta Pekanbaru Kunjungi Panti Asuhan Rumah Bahagia
Menyambut Hari Besar Bodhisattva Mahasthamaprapta (Se Thian Putco ), Persamuan.


Minggu | 29 September 2019
Pengurus IKTS Periode 2019-2022 Resmi Dilantik
Pengurus Ikatan Keluarga Tionghua Selatpanjang & Sekitarnya (IKTS) periode.


Senin | 23 September 2019
Umat Buddha Pekanbaru Doa Bersama Minta Hujan di Vihara Surya Dharma
Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Kota.

Rubrik : pekanbaru
Riau Masih Sumbang Titik Panas Terbanyak
Editor : wisly | Penulis: detik.com
Senin , 12 Agustus 2019
ilustrasi

PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau masih belum bisa teratasi. Muncul semakin banyak titik panas (hotspot) yang mencapai 116 lokasi di sejumlah wilayah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru merilis pada tingkat kepercayaan (level confidence) 50 persen di wilayah Sumatera terdeteksi 192 sebaran hotspot, Senin (12/8/2019). Dari jumlah tersebut, Riau penyumbang paling besar 156 titik panas. Sisanya ada di Sumut, Lampung, Babel, Kepri dan

Namun pada tingkat kepercayaan 70 persen di mana Karhutla terdeteksi 116 yang diduga titik api di Riau. Titik panas ini paling banyak di Kabupaten Pelalawan, 28 lokasi, disusul Kabupaten Siak 22 lokasi. Selebihnya ada di Rokan Hilir 15, Rokan Hulu 1, Indragiri Hulu 11, Indragiri Hilir 19, Meranti 7, Bengkalis 7.

"Pekanbaru 2 Km , asap (jarak pandang pagi ini karena asap). Kabupaten Pelalawan jarak pandang 3 Km, asap," demikian rilis BMKG Pekanbaru.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, menyebutkan imbas asap Karhutla ini sejumlah wilayah pada indeks standar pencemaran udara (ISPU) mengalami kondisi udara yang tidak sehat.

Di Pekanbaru, ISPU pada level sangat tidak sehat, sebelumnya tidak sehat. Kabupaten Siak tidak sehat, Bengkalis tidak sehat, Dumai tidak sehat, Rokan Hilir tidak sehat, Kabupaten Kampar tidak sehat.

"Penanganan Karhutla ini, Satgas Udara menerjunkan 19 helikopter dan satu pesawat. Satu pesawat BPPT untuk teknologi mudifikasi cuaca jenis Cassa 212 (PK-PTC). Sedangkan heli untuk water bombing," kata Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger, Senin (12/8/2019).

Edwar menjelaskan, saat ini Karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah di Riau. Kebakaran lahan masih ada di Kabupaten, Siak, Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hilir, Kota Dumai, Kabupaten Rokan Hilir, Meranti.

"Tim Satgas Darat TNI/Polri, BPBD, Damkar, Manggaa Agni, tim perusahaan, masyarakat peduli api semuanya tetap melakukan pemadaman. Ini dibantu lagi water bombing. Kita berharap Karhutla ini bisa segera kita atasi," kata Edwar.*

 




Berita Lainnya