Feb 2026
11

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR

Diikuti Ratusan Pelajar SLTA Sederajat se-Riau

FMIPA-Kesehatan Umri Gelar Seminar dan Lomba Poster Ilmiah
etalase | Rabu, 6 November 2024 | 20:02:12 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : rls/vivi
Dekan FMIPA Kesehatan Umri, Prasetya MSi, foto bersama dengan para peserta usai membuka seminar dan lomba poster ilmiah bagi pelajar SLTA sederajat se-Riau. (ist)

PEKANBARU – Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau (FMIPA Kes -Umri) sukses menggelar seminar dan lomba poster ilmiah bagi pelajar Sekolah Lanjut Tingkat Atas (SLTA) sederajat se-Riau. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Kampus Utama Umri, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Rabu (6/11). 

Acara yang mengusung tema “Perkembangan Ilmu Kimia, Teknologi, dan Industri 5.0” ini menjadi wadah bagi dua ratusan siswa dan guru untuk memperdalam informasi dan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang kimia. 

Kegiatan ini dibuka oleh Dekan FMIPA Kesehatan Umri, Prasetya MSi, dan dihadiri civitas akademika dan mahasiswa FMIPA Kesehatan Umri. Selain itu hadir juga perwakilan dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), guru dan pelajar dari berbagai SLTA sederajat se-Riau. 

Baca :

Sedangkan untuk kegiatan seminar, menghadirkan narasumber yang ahli dalam bidangnya, yakni Adi Widiyanto ST MBA,Team Manager Operation and Maintenance Laboratory Ops. South PT. PHR. Lalu, Prof Dr Amir Awalludin MSc, Pakar Energi dan Lingkungan, serta Dr Jufrizal Syahri MSi, Wakil Rektor III Umri. 

Dalam sambutannya, Prasetya  mengapresiasi pihak PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) atas dukungan penuh mereka dalam menyukseskan acara ini. Menurutnya, acara ini merupakan bagian dari kemitraan program studi Kimia FMIPA Kesehatan Umri dengan PT. PHR, sebagai bentuk kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan, guna menciptakan generasi unggul.

Prasetya juga berterima kasih kepada panitia serta para guru yang hadir, seraya mengingatkan akan tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini. Ia menyoroti data yang menunjukkan penurunan skor literasi membaca, matematika, dan sains di Indonesia yang seharusnya menjadi refleksi bersama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, terutama dalam menghadapi industri 5.0. 

“Kegiatan ini adalah langkah untuk memotivasi siswa agar mencintai ilmu pengetahuan, khususnya dibidang kimia, serta mengasah kreativitas dan kemampuan berpikir kritis. Mari kita tingkatkan kolaborasi dalam menciptakan Indonesia Emas 2045. Bukan generasi yang cemas akan masa depan, tetapi generasi yang siap dan optimis berkontribusi untuk bangsa dan negara,” papar Prasetya.

Sementara itu, Corporate Analyst PT. PHR, Benny Ibrahim, mengucapkan terima kasih kepada para guru dan peserta yang hadir. Ia menjelaskan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan yang telah berlangsung pada tahun 2023. 

Benny juga menyebutkan rencana program tambahan hasil kerja sama dengan prodi Kimia Umri, seperti sertifikasi profesi untuk mahasiswa dan dosen, kolaborasi riset dan publikasi internasional, pelatihan kurikulum berbasis Outcome-Based Education, dan pengembangan sekolah kimia PHR-Umri sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“Kami berharap lomba ini dapat menumbuhkan kreativitas adik-adik dalam menyongsong era industri 5.0, khususnya di bidang kimia. Pendidikan adalah kunci utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program ini juga menjadi bagian dari tanggung jawab sosial PT. Pertamina Hulu Rokan, yang bertujuan untuk menciptakan SDM unggul dan berdaya saing di Provinsi Riau,” jelas Benny.

Dalam sesi seminar, Adi Widiyanto yang merupakan pemateri pertama menyampaikan bahwa semua aspek kehidupan membutuhkan ilmu kimia, bahkan di tahun mendatang akan banyak kebutuhan akan ahli kimia, terutama terkait nano technology yang saat ini sedang banyak diteliti di luar. 

Lebih jauh, ia juga mengatakan, di dunia migas, ahli kimia sangat berperan pada sejumlah bidang, mulai dari di laboratorium, eksplorasi, produksi, dan HSSE. "Seorang ahli kimia, kompetensi dasar yang harus dimiliki adalah amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan kolaboratif atau disingkat dengan Akhlak.   

Kedua, yaitu memiliki ilmu pengetahuan yang diperoleh dari guru, dosen maupun pengalaman yang diperoleh lewat kerja praktik. Selain itu, harus memiliki kemampuan menulis tentang analisa, manajemen mutu dan sebagainya.  

Sementara itu, Prof Amir Awaluddin tampil sebagai narasumber kedua menjelaskan bahwa industri 5.0 yang tengah terjadi saat ini menggabungkan manusia dan teknologi. Dalam kondisi ini, yang perlu dipersiapkan adalah manusia yang mampu kreatif, inovatif dan hidup harmonis. 

Ia menganggap hal itu penting dipersiapkan. Karena jika generasi ke depan tidak memiliki kompetensi, maka PHK yang luar biasa akan banyak terjadi. Meskipun demikian, mau tidak mau era Industri 5.0 harus tetap dihadapi. Dia juga menyampaikan bahwa ke depan peran ilmu kimia banyak mempengaruhi sejumlah sektor pekerjaan. 

"Mulai dari energi, kesehatan, lingkungan dan makanan yang berhubungan dengan ketahanan pangan serta ia juga menekankan pentingnya harmonisasi manusia dan mesin," ucapnya.*

Terbaru
华 闻
Jelang Imlek, Warga Tionghoa Mulai Bersihkan...
Rabu, 11 Februari 2026 | 15:55:56 WIB
PSMTI Riau Bagikan Ratusan Paket...
Minggu, 8 Februari 2026 | 13:31:57 WIB
Artikel Popular
1
3
politik
Mensesneg Pastikan Tidak Ada Reshuffle Jelang...
Selasa, 10 Februari 2026 | 20:27:33 WIB
DPR RI Apresiasi Inovasi Green Policing Polda...
Senin, 26 Januari 2026 | 22:39:16 WIB
DPR akan Perhatikan Partisipasi Publik Soal RUU...
Rabu, 21 Januari 2026 | 20:18:16 WIB
hukum
Polda Riau Tetapkan 5 Tersangka Bentrok Berdarah di...
Selasa, 10 Februari 2026 | 21:39:50 WIB