Minggu | 08 Desember 2019
Masjid Cheng Ho Rohil akan Datangkan 5.000 Pengunjung Setiap Bulan
Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) meyakini objek wisata religi masjid.


Minggu | 08 Desember 2019
PSMTI Dapat Membantu Pembangunan dan Mensejahterakan Masyarakat Riau
Warga Tionghoa sangat berperan dalam perkembangan ekonomi di Provinsi Riau..


Kamis | 05 Desember 2019
PSMTI Riau Audiensi Dengan Wagubri
Menjelang pengukuhan dewan dan pelantikan pengurus Paguyuban Sosial Marga.

Rubrik : rohil
Puskesmas Bagansiapiapi Tangani 21 Kasus DBD
Editor : wisly | Penulis: afrizal
Selasa , 13 Agustus 2019
DBD

BAGANSIAPIAPI - Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) melalui Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Bagansiapiapi telah menangani 21 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga akhir Juli 2019. 

Demikian disampaikan Kepala Puskesmas (Kapus) Bagansiapiapi,  dr Erwinto melalui PJ DBD bidang Promosi Kesehatan (Promkes), Jamaludin, belum lama ini, diruang kerjanya. Sejauh ini, sebutnya, penyakit DBD masih bisa ditangani dan semua pasien sudah sembuh.

Diterangkannya, Dari 21 Kasus DBD yang tercatat, 6 penderita di antaranya berasal dari Kepenghuluan Baja Pesisir. Didaerah itu, Datuk penghulunya sudah mengajak masyarakatnya gotong royong (goro) agar lingkungan sekitar bersih sehingga jauh dari tempat berkembangbiaknya nyamuk. 

Jamaludin merincikan kalau 21 Kasus DBD tersebut terdapat pada bulan Februari sebanyak 3 penderita, Maret 4 penderita, April 3 penderita, Mei 2 penderita, Juni 1 Penderita dan Bulan Juli 8 penderita. 

Puskesmas sendiri sebutnya telah sering melakukan imbauan kepada masyarakat agar melakukan pola hidup bersih dan sehat dengan cara menerapkan 4M (menguras, menutup, mengubur dan memantau). Selain dari pada itu, bagi yang positif DBD akan kita lakukan fogging disekitaran rumah korban. 

Ciri-ciri Penderita DBD mengalami demam tinggi 2-7 hari disertai sakit kepala, nyeri pada otot, nyeri persendian, Sakit dibelakang bola mata, dan mual/muntah. Jika ada anak mengalami gejala ini supaya segera dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat agar bisa ditangani. 

"Kalau penderita sudah manifestasi perdarahan seperti uji torniket, positif, bintik perdarahan (petechie), mimisan, gusi berdarah, muntah darah, BAB berdarah itu sudah termasuk parah dan sangat sulit untuk ditangani dan disembuhkan," pungkasnya.* 




Berita Lainnya