Minggu | 08 Desember 2019
Masjid Cheng Ho Rohil akan Datangkan 5.000 Pengunjung Setiap Bulan
Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) meyakini objek wisata religi masjid.


Minggu | 08 Desember 2019
PSMTI Dapat Membantu Pembangunan dan Mensejahterakan Masyarakat Riau
Warga Tionghoa sangat berperan dalam perkembangan ekonomi di Provinsi Riau..


Kamis | 05 Desember 2019
PSMTI Riau Audiensi Dengan Wagubri
Menjelang pengukuhan dewan dan pelantikan pengurus Paguyuban Sosial Marga.

Rubrik : pekanbaru
DBD di Pekanbaru Capai 315 Kasus
Editor : wisly | Penulis: Delvi Adri
Selasa , 13 Agustus 2019
ilustrasi

PEKANBARU - Hingga pekan ke-32 tahun 2019, Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru sudah mencapai 315 kasus. 8 warga di Kota Bertuah sampai kini belum sembuh dari sakit mematikan itu. 

"Yang di data itu sudah sembuh dan ditangani Diskes (Dinas Kesehatan). Tinggal yang sakit 8 orang lagi," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Kota Pekanbaru Maisel Fidayesi, Selasa (13/8/2019). 

Sejak awal tahun 2019, sudah dua korban meninggal dunia akibat DBD. Pada April, seorang anak meninggal di Kecamatan Sukajadi. Kemudian, pada tanggal 22 Juli kemarin, Balita usia 3 tahun meninggal di Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya.

Diskes Kota Pekanbaru mengimbau selalu waspada. Jika demam tinggi, warga diminta segera lakukan pemeriksaan ke dokter. "Apabila demam tinggi, segera bawa ke dokter atau rumah sakit agar bisa diperiksa darahnya," kata dia. 

Ia menekankan, para orang tua harus tanggap apabila anak mengalami demam tinggi. "Jangan mengira badan panas hanya demam biasa. Perlu diwaspadai, DBD panas tinggi yang naik turun," kata dia. 

Ia mengimbau, masyarakat harus menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). "Kita imbau masyarakat untuk berprilaku hidup bersih dan sehat. Terus lakukan 3M Plus dan aktifkan kembali gerakan 1 rumah 1 jumantik," imbaunya. 

Sebelumnya, pihaknya juga mengirimkan surat imbauan kepada seluruh Camat se-Kota Pekanbaru untuk mengajak masyarakat wilayah kerjanya bergotong-royong dan menerapkan 3M Plus.

"DBD bisa diberantas jika terjadi kerjasama lintas sektor dengan baik. Sinergitas Pemerintah, swasta dan masyarakat. Tanpa kesadaran masyarakat untuk mengubah perilaku hidup bersih dan sehat, sulit memberantas DBD," jelasnya. 

Diskes, kata dia, bertugas mengendalikan penyakit tersebut. Pengendalian bisa terwujud dengan baik, jika masyarakat juga peduli dengan lingkungan. 

Jumlah kasus DBD di Pekanbaru Minggu ke-32 Tahun 2019 :
Sukajadi 41 kasus
Senapelan 16 kasus
Pekanbaru Kota 5 kasus
Rumbai Pesisir 12 kasus
Rumbai 15 kasus
Limapuluh 12 kasus
Sail 11 kasus
Bukit Raya 25 kasus
Marpoyan Damai 35 kasus
Tenayan Raya 29 kasus
Tampan 55 kasus
Payung Sekaki 59 kasus




Berita Lainnya