|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

SELAT PANJANG - Pelabuhan Kuala Asam di Kecamatan Merbau, Kepulauan Meranti, tengah dalam tahap perbaikan setelah ram door atau jalan menuju dermaga roboh pada pertengahan tahun 2024. Akibat kerusakan, aktivitas turun naik penumpang dialihkan ke pelabuhan kayu di sekitar lokasi.
Kini, PT Imbang Tata Alam (ITA) turut berperan dalam memperbaiki infrastruktur tersebut melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Minyak dan Gas (Migas), PT ITA merasa memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasinya.
Field Sustainability report Corporate Social Responsibility (Sr. CSR) Officer PT Imbang Tata Alam (ITA), Arip Hidayatuloh, mengatakan pihaknya mempunyai kewajiban dalam melakukan perbaikan infrastruktur yang rusak. Ini sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Ditambah kondisi keuangan pemerintah daerah yang tidak baik-baik saja.
"Keberadaan kami di sini bukan hanya untuk mencari keuntungan, tetapi untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama yang berada di sekitar wilayah operasional," ujar Arip Hidayatuloh, Sr. CSR Officer PT ITA.
Dikatakannya, PT ITA merasa terhormat dapat turut berkontribusi dalam proyek perbaikan pelabuhan melalui skema CSR.
"Kami memandangnya sebagai komitmen lintas pihak, dalam hal ini sektor usaha untuk turut berbagi serta bergotong royong bagi kepentingan masyarakat," ujarnya.
Dengan adanya perbaikan, diharapkan bisa memberikan peningkatan ekonomi masyarakat di Kecamatan Merbau.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti, Agusyanto Bakar, mengapresiasi langkah PT ITA yang turut membantu pembangunan daerah, terutama dalam perbaikan pelabuhan yang menjadi akses penting masyarakat Merbau.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada PT ITA yang telah ikut membantu memperbaiki pelabuhan. Sebenarnya ini tanggung jawab kami, karena keterbatasan anggaran, perbaikan dengan dana APBD bisa memakan waktu lebih lama," ungkap Agusyanto.
Sebelumnya, ramdoor pelabuhan ditutup dengan garis polisi oleh Polsek Merbau untuk mencegah risiko kecelakaan. Besi penahan lantai ramdoor yang sudah keropos akibat usia dikhawatirkan membahayakan penumpang yang melintas.
PT ITA sendiri telah mengerahkan alat berat untuk memancangkan tiang baru dan memperbaiki struktur pelabuhan.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta menjadi contoh sinergi yang positif. Pembangunan infrastruktur tidak hanya bergantung pada anggaran daerah, tetapi bisa melibatkan peran perusahaan demi kepentingan masyarakat luas. *