|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Jelang Ramadan, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Riau dan Pemerintah Provinsi melakukan pengecekan stok dan harga bahan pokok penting (Bapokting) di pasar tradisional dan distributor di Kota Pekanbaru.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan yang memimpin pengecekan mendatangi sejumlah pasar dan pergudangan, Jumat (28/2/2025).
Ikut dalam pengecekan Asisten II Setdaprov Riau, M Job Kurniawan, Kepala Biro Ekonomi Setdaprov Riau, Firdaus MT, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Riau, Ikhwan Ridwan, perwakilan dari Bank Indonesia dan Bulog.
"Kami ingin memastikan ketersediaan bahan pokok selama bulan Ramadan dan mencegah terjadinya kelangkaan atau lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat," ujar Kombes Ade.
Pengecekan dilakukan di Pasar Cik Puan, Jalan Nangka, Pasar Rakyat Palapa Jalan Durian, distributor beras di Komplek Pergudangan Platinum, serta distributor minyak dan bahan pokok lainnya di Komplek Pergudangan Angkasa II.
Kombes Ade menjelaskan, saat pengecekan di dua pasar tradisional, Satgas Pangan menemukan bahwa harga sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan dibandingkan dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Beberapa harga yang terpantau adalah sebagai berikut MinyaKita Rp 16.000-17.000/liter, cabai merah keriting Bukittinggi Rp 52.000/kg, cabai merah Medan Rp 44.000/kg.
Telur ayam ras Rp 52.000/kg atau naik dari Rp 50.000/kg, bawang merah Rp 38.000/kg naik naik dari Rp 24.000/kg, bawang putih Rp 40.000/kg, daging ayam Rp 28.000/kg (besar), Rp 30.000/kg (kecil), gula pasir Rp 19.000/kg dan daging sapi: Rp 140.000/kg.
"Hasil sidak, ditemukan harga bahan pokok relatif stabil meski ada beberapa komoditas mengalami kenaikan," jelas Kombes Ade.
Di Komplek Pergudangan Platinum, petugas mengecek stok beras yang tersedia di distributor setempat, dan ditemukan stok sekitar 100 ton beras yang siap untuk didistribusikan.
Sementara itu, di Komplek Pergudangan Angkasa II, pengecekan terhadap distributor D2 MinyaKita, PT Sukses Riau Permata, mengungkapkan bahwa alokasi minyak untuk bulan Februari 2025 sebanyak 120 ton telah dipasok kepada distributor tersebut.
"Stok beras aman selama Ramadan, dan siap didistribusikan ke masyarakat. Begitu juga dengan persediaan minyak goreng," tutur Kombes Eko.
Sejauh ini, lanjut Kombes Eko, tidak ada ditemukan indikasi adanya penimbunan barang atau pelanggaran hukum yang ditemukan pada pedagang.
"Dengan adanya pengecekan dan pemantauan harga ini, masyarakat dapat lebih tenang dalam menjalani ibadah puasa, serta kebutuhan pokok tetap terjangkau," pungkasnya. *