|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Anggota DPRD Pekanbaru dari Fraksi PDI Perjuangan Zulkardi menyampaikan bahwa korban banjir di Kecamatan Rumbai masih membutuhkan bantuan mendesak. Menurutnya, bantuan yang dibutuhkan mulai dari tenda hingga air bersih.
"Tenda untuk menampung warga terdampak banjir di Rumbai masih kurang karena ada sekitar 3000 KK (Kepala Keluarga) warga yang terdampak," ujar Zulkardi kepada Metro Riau, pada Rabu (5/3) malam.
Selain itu, menurut Zulkardi, fasilitas MCK dan air bersih juga sangat dibutuhkan korban banjir. "Kemudian, warga terdampak banjir membutuhkan vitamin dan obat-obatan karena rentan terserang penyakit kulit," katanya.
Zulkardi mengatakan, warga korban banjir juga membutuhkan sembako karena kepala keluarga mereka tidak bisa beraktivitas di tengah bencana alam ini.
"Saya berencana mendirikan dapur umum di tenda-tenda pengungsi di Rumbai seperti di Sri Meranti, Meranti Pandak dan Palas. Apalagi ini bulan Ramadan, tentunya mereka (korban banjir) harus dipastikan sahur dan buka puasanya," kata Zulkardi.
Sementara itu, Walikota Pekanbaru Agung Nugroho dan Wakil Walikota Pekanbaru Markarius Anwar meninjau warga korban banjir di tenda pengungsian, Jalan Nelayan, Kecamatan Rumbai, pada Selasa (4/3) malam.
Didampingi Ketua TP PKK Kota Pekanbaru Sulastri, usai Salat Tarawih, Agung turun ke lokasi banjir dan menyampaikan rasa prihatinnya atas musibah tersebut.
"Kita sudah mulai sejak tadi siang (Selasa). Saya perintahkan BPBD, Dinas Sosial untuk aktif membantu masyarakat terkena banjir," kata Agung di tenda pengungsian, dikutip dari situs resmi Pemerintah Kota Pekanbaru.
Pada Selasa malam, menurut Agung, kedalaman air semakin bertambah karena adanya aliran air dari Sungai Tapung, Kampar. Atas kondisi tersebut, ia sengaja datang meninjau kembali untuk memastikan tenda pengungsian cukup menampung warga korban banjir.
Agung juga memastikan pasokan makanan dari pemerintah kota mencukupi seluruh kebutuhan korban banjir. Pemerintah kota telah mengirimkan ribuan nasi bungkus dan makanan untuk berbuka puasa warga.
"Malam ini (Selasa) juga kita siapkan lagi bagaimana supaya warga bisa sahur. Bagi yang non-muslim juga sudah kita siapkan. Kita juga memastikan kesehatan seluruh warga yang terdampak banjir," terang Agung.
Petugas Puskesmas dan dari Dinas Kesehatan juga dikerahkan ke titik pengungsian. Mereka diminta untuk berpatroli berkeliling mengecek kesehatan warga.
Agung juga meminta sejumlah lembaga sosial untuk membantu warga korban banjir. Agung juga sudah berkomunikasi langsung dengan Gubernur Riau Abdul Wahid untuk membuka dapur umum di titik pengungsian.*