|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid menyoroti kinerja Dinas Pendidikan (Disdik) Riau yang dinilainya masih berorientasi pada proyek tanpa realisasi nyata. Wahid mendesak Disdik untuk memperbaiki kinerjanya.
Wahid menegaskan perlunya langkah konkret dalam menyelesaikan permasalahan pendidikan, terutama terkait tingginya angka putus sekolah di Provinsi Riau. "Saya ingin angka putus sekolah turun. Upayanya apa? Apakah karena tidak ada uang atau jarak yang terlalu jauh? Ini harus dicari solusinya," ujar Wahid.
Menurutnya, program pendidikan harus lebih dari sekadar wacana. Setiap kebijakan harus berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan dan pengurangan angka putus sekolah.
Selain menyoroti angka putus sekolah, Wahid juga mengkritik kualitas data yang disajikan oleh Disdik Riau. Ia menilai data yang diberikan tidak lengkap dan sulit dipahami sehingga menyulitkan pengambilan keputusan.
"Datanya membingungkan. Saya butuh angka pasti. Berapa jumlah sekolah, jumlah siswa, tren pertumbuhan penduduk, serta jumlah anak putus sekolah. Bagaimana saya bisa menilai kinerja Disdik kalau datanya tidak jelas?," tegas Wahid.
Wahid meminta Disdik untuk lebih teliti dalam mengelola data dan memastikan informasi yang disampaikan akurat serta dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Riau (Wagubri) SF Hariyanto yang turut mendampingi Gubri menekankan bahwa permasalahan pendidikan tidak bisa diselesaikan oleh Disdik sendiri.
"Dinas Pendidikan tidak boleh bekerja sendirian. Kunjungan kerja ini bertujuan mencari solusi bersama. Ke depan, akan ada rapat lanjutan yang melibatkan Gubernur, Wakil Gubernur, dan pihak terkait untuk merumuskan langkah konkret," jelas SF Hariyanto.
SF Hariyanto berharap ada perbaikan dalam sistem kerja Disdik agar berbagai tantangan pendidikan bisa ditangani lebih efektif dan cepat. Ia kembali mengingatkan emua jajaran Disdik harus bekerja lebih maksimal demi meningkatkan kualitas pendidikan di Riau.
"Gedung kantor ini mungkin tidak berubah, tapi orang-orang di dalamnya harus berubah menjadi lebih baik," tutur dia.
Dengan dorongan dari Gubernur dan Wakil Gubernur, diharapkan Dinas Pendidikan Riau bisa melakukan perubahan nyata dan memastikan setiap kebijakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.*