|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU – Warga Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, akhirnya menerima perhatian dari pihak kepolisian setelah enam hari terdampak banjir tanpa bantuan.
Pada Kamis (6/3/2025) malam, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bery Juana Putra, bersama timnya melakukan pemantauan langsung ke lokasi terdampak untuk memberikan bantuan kepada warga.
Tim kepolisian memberikan bantuan berupa air bersih, makanan, minyak goreng, beras, biskuit, dan obat-obatan kepada warga yang bertahan di Posko Pengungsian maupun yang masih tinggal di rumah untuk menjaga usaha mereka. Bantuan tersebut bertujuan meringankan beban warga yang tengah menghadapi kesulitan akibat banjir.
“Warga mengeluhkan minimnya bantuan yang mereka terima sejak banjir melanda. Mereka sangat membutuhkan makanan dan obat-obatan. Kami juga akan mendatangkan air bersih dalam waktu dekat,” ungkap Kompol Bery.
Selain memberikan bantuan, tim juga melakukan patroli dengan perahu karet menyusuri rumah-rumah warga yang terendam hingga setinggi dada orang dewasa.
Patroli ini juga menjangkau tambak-tambak udang yang masih dijaga pemiliknya. Tujuan dari patroli ini adalah untuk memastikan rumah yang ditinggalkan tetap aman dan terhindar dari tindakan kejahatan.
Kompol Bery menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan keamanan rumah-rumah yang ditinggalkan.
“Kami melakukan patroli untuk memastikan rumah warga yang terdampak banjir tetap aman dan terhindar dari tindak kejahatan,” kata Kompol Bery.
Dalam patroli tersebut, tim menemukan seorang warga yang masih bertahan di rumahnya untuk menjaga tambak udang. Menyadari potensi risiko, Kompol Bery memberikan arahan agar warga tetap waspada dan segera menghubungi pihak kepolisian jika terjadi tindak pidana atau kejadian yang mencurigakan.
Ketua RT 03 Kelurahan Sri Meranti, Piter Sikumbang, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Polresta Pekanbaru.
“Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Sejak banjir terjadi enam hari yang lalu, kami belum menerima bantuan apa pun. Terima kasih kepada pihak kepolisian,” ujar Piter.
Menurut Piter, dari 350 kepala keluarga yang terdampak banjir, sebagian besar warga telah mengungsi ke tempat pengungsian yang disediakan, sementara sebagian lainnya memilih menyelamatkan diri ke lokasi yang lebih aman.
Pemadaman listrik yang terus berlangsung semakin memperburuk kondisi warga yang kini bertahan di pinggir jalan sambil berharap adanya bantuan lebih banyak.*