|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - PT Angkasa Pura II melalui Injourney Airport Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menyatakan kesiapannya melayani Calon Jemaah Haji (CJH) Provinsi Riau yang akan menunaikan ibadah ke Tanah Suci pada 2025 ini. Hal ini menyusul penetapan Bandara SSK II sebagai salah satu bandara pendukung operasional haji oleh Kementerian Perhubungan.
General Manager Bandara SSK II Radityo Ari Purwoko mengatakan pihaknya bersama instansi terkait telah melakukan rapat persiapan untuk memastikan kelancaraan keberangkatan CJH tersebut. Saat ini sebanyak 3.400 orang CJH asal Riau terdaftar untuk diberangkatkan pada tanggal 1 hingga 30 Mei 2025 nanti.
“Kami telah melakukan koordinasi, termasauk dengan Kementerian Agama untuk memastikan kesiapan pelaksanaan haji. Saat ini, jumlah jemaah yang terdaftar untuk keberangkatan 1–30 Mei 2025 sudah mencapai lebih dari 3.400 orang dan jumlah itu terus diperbarui oleh biro perjalanan,” ujar Radityo saat acara halal bihalal dengan awak media, Selasa (22/4/2025).
Radityo mengatakan, bentuk pelayanan khusus disediakan untuk mendukung kenyamaan ribuan calon jemaah haji yang akan berangkat dari Bandara SSK II menuju Bandara Hang Nadim, Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Hal itu mengingat Pekanbaru sebagai bandara feeder sebelum CJH berangkat ke Batam.
Bandara SSK II, lanjut Radityo, akan menyediakan extra flight (penerbangan tambahan) dan fasilitas khusus jemaah haji di Graha Aviasi yang merupakan gedung serbaguna. Di terminal ini, jemaah akan dipandu melalui proses keberangkatan yang lebih cepat dan nyaman.
Nantinya jemaah akan diantar menggunakan bus menuju ruang VIP untuk menunggu keberangkatan. Proses check-in dan imigrasi juga dirancang agar lebih cepat dibandingkan penumpang biasa.
“Ini bagian dari dukungan kami agar pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan lancar dan memberi kenyamanan maksimal bagi jemaah asal Riau,” tutur Radityo.
Untuk proses kepulangan nantinya, Bandara SSK II telah menyiapkan mekanisme khusus agar jemaah tidak perlu berjalan jauh saat tiba kembali di Tanah Air. Menurut Radityo, ketika pesawat tiba, jemaah haji akan langsung dinaikkan ke bus. (