|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

SIAK - Suasana khidmat dan penuh semangat mewarnai malam kedua Jambore Karhutla 2025 yang digelar di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim, Kabupaten Siak, Sabtu (26/4/2025).
Kegiatan ini menjadi momen penting dalam memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian hutan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Gubernur Riau Abdul Wahid memimpin langsung kegiatan ini, didampingi oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Ketua Kwarda Riau Kasiarudin, serta dihadiri oleh jajaran Forkopimda Riau, para Bupati dan Wali Kota se-Riau.
Malam api unggun dibuka dengan pembacaan Dasa Darma Pramuka yang menjadi simbol kuatnya semangat persatuan dalam menjaga alam. Dalam sambutannya, Gubernur Abdul Wahid menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga lingkungan.
“Kita tidak sekadar berkumpul malam ini, kita menyatukan visi besar demi masa depan bangsa. Mari kita sambut musim kemarau dengan kesiapan dan kebersamaan,” ujar Gubernur.
Ia juga menyampaikan dukungan penuh terhadap visi nasional Presiden Prabowo Subianto dalam membangun Indonesia yang maju, kuat, dan berwawasan lingkungan.
Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya membakar semangat menjaga hutan, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran, kebersamaan, serta penguatan peran generasi muda dalam pelestarian alam. “Dari Riau, semangat menjaga bumi kita kobarkan,” tegasnya.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasinya terhadap sinergi yang terbangun antara Pemprov Riau dan Forkopimda dalam mendukung kegiatan ini. Ia menegaskan komitmen Polda Riau bersama gerakan pramuka dalam menciptakan perubahan nyata demi mencegah karhutla.
"Kami membuat komitmen bersama dengan adik-adik generasi penerus bangsa untuk melaksanakan Jambore Karhutla. Tujuannya adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya kewaspadaan dan bahaya kebakaran hutan," jelas Kapolda.
Jambore Karhutla 2025 menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan generasi muda dalam menjaga warisan alam Indonesia.*