|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Banyak yang mengira bahwa masalah tulang rapuh atau osteoporosis hanya mengintai orang tua. Padahal, tulang kita bisa mulai melemah bahkan sebelum kita menyadarinya.
dr. Petrus Aprianto, Sp.OT, AIFO-K, FICS, Spesialis Orthopedi dan Tulang Belakang Eka Hospital Pekanbaru dalam presentasinya di acara media gathering RS Eka Hospital bersama media yang berjudul "Bone Health in Millennials: What You Don't Know Could Hurt You," menekankan pentingnya menjaga kesehatan tulang sejak usia muda, terutama bagi generasi milenial.
"Tulang adalah fondasi utama tubuh kita. Selain sebagai penopang, tulang juga berfungsi sebagai pelindung organ vital, tempat produksi sel darah, dan cadangan mineral penting. Oleh karena itu, menjaga kesehatan tulang sangatlah krusial untuk kualitas hidup yang baik," ujar Dr. Petrus, Selasa (29/4/2025).
Ia menjelaskan Osteoporosis sering disebut sebagai "silent epidemic" karena datang tanpa gejala yang jelas. Kondisi ini menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah, dan seringkali baru terdeteksi setelah terjadi fraktur. Yang mengkhawatirkan, osteoporosis tidak hanya mengintai orang tua, tetapi juga bisa menyerang usia muda.
Tulang bukan sekadar kerangka yang menopang tubuh. Mereka adalah fondasi yang menjalankan berbagai fungsi krusial, antara lain yang pertama sebagai Penopang. Tulang memberikan struktur dan bentuk pada tubuh, memungkinkan kita untuk berdiri, bergerak, dan melakukan aktivitas sehari-hari.
Kedua sebagai perlindungan organ. Tulang melindungi organ vital seperti otak, jantung, dan paru-paru dari cedera.
Ketiga Produksi sel darah. Sumsum tulang di dalam tulang menghasilkan sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit yang penting untuk kesehatan.
Keempat Penyimpanan mineral. Tulang berfungsi sebagai tempat penyimpanan mineral penting seperti kalsium dan fosfor, yang dibutuhkan untuk berbagai fungsi tubuh.
"Inilah mengapa menjaga kesehatan tulang sangat penting," sebutnya.
Lanjut Dr. Petrus, salah satu mitos umum adalah anggapan bahwa hanya wanita yang berisiko terkena osteoporosis. Faktanya, semua usia perlu waspada terhadap kesehatan tulang.
"Seringkali osteoporosis diidentikkan dengan penyakit orang tua, padahal generasi milenial yang sering dianggap masih muda dan kuat, ternyata juga berisiko mengalami masalah tulang," terangnya.
Gaya hidup modern yang seringkali kurang sehat menjadi faktor pemicunya. Beberapa risiko utama pada milenial meliputi Gaya Hidup sedentari: Kurangnya aktivitas fisik dan terlalu banyak duduk dapat melemahkan tulang.
Kurang sinar matahari: Paparan sinar matahari penting untuk produksi vitamin D, yang berperan penting dalam penyerapan kalsium.
Diet tidak seimbang: Konsumsi makanan tinggi kalori namun rendah nutrisi penting seperti kalsium dan vitamin D dapat berdampak buruk bagi kesehatan tulang.
Kebiasaan buruk: Merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan asupan kafein tinggi dapat mengganggu kesehatan tulang.
Proses penuaan tulang
"Tulang terus mengalami perubahan sepanjang hidup kita. Massa tulang mencapai puncaknya pada usia 20-30 tahun. Setelah itu, proses remodelling tulang (pembentukan dan resorpsi tulang) terus berlanjut. Jika massa tulang yang dicapai saat muda tidak optimal, risiko osteoporosis di usia tua akan meningkat. Ini menekankan pentingnya membangun tulang yang kuat sejak dini," ungkapnya.
Nutrisi yang tepat adalah fondasi dari tulang yang kuat. Beberapa nutrisi penting untuk kesehatan tulang meliputi Kalsium: Mineral utama penyusun tulang. Sumber kalsium yang baik antara lain susu, produk susu, sayuran hijau, dan ikan.
Vitamin D: Membantu tubuh menyerap kalsium. Sumber vitamin D antara lain sinar matahari, ikan berlemak, dan makanan yang diperkaya.
Protein: Penting untuk pembentukan dan perbaikan jaringan tulang. Sumber protein yang baik antara lain daging tanpa lemak, ikan, telur, kacang-kacangan, dan produk susu.
Makanan yang perlu dibatasi atau dihindari
Selain makanan yang mendukung kesehatan tulang, ada juga beberapa jenis makanan yang sebaiknya dibatasi atau dihindari karena dapat berdampak negatif pada kesehatan tulang:
Soda: Konsumsi soda berlebihan dapat mengganggu penyerapan kalsium dan berdampak buruk bagi kepadatan tulang.
Kopi berlebihan: Asupan kafein yang tinggi dapat meningkatkan ekskresi kalsium melalui urin, yang dapat menyebabkan kehilangan kalsium dari tulang.
Makanan olahan: Makanan olahan seringkali tinggi garam dan fosfat, yang dapat mengganggu penyerapan kalsium dan berdampak negatif pada kesehatan tulang.
"Tulang membutuhkan tekanan untuk menjadi kuat. Latihan weight-bearing, di mana Anda menahan berat badan Anda, sangat baik untuk kesehatan tulang. Contohnya termasuk Jalan kaki, Jogging, Lompat tali, Senam aerobik, Latihan kekuatan.
"Usahakan untuk melakukan aktivitas fisik secara rutin, bervariasi, dan konsisten selama setidaknya 30 menit setiap hari," ungkapnya.
Pemeriksaan kesehatan tulang secara teratur penting untuk mendeteksi masalah tulang sejak dini. Pemeriksaan Bone Mineral Density (BMD) adalah tes yang mengukur kepadatan tulang dan dapat membantu mendiagnosis osteoporosis. Konsultasikan dengan dokter Anda tentang kapan dan seberapa sering Anda perlu menjalani pemeriksaan tulang.
Kesehatan tulang adalah investasi penting untuk masa depan. Dengan memahami pentingnya tulang, mengenali faktor risiko, dan mengambil langkah-langkah proaktif, kita dapat menjaga tulang tetap kuat dan sehat sepanjang hidup. Ingatlah pesan pentingnya: #JagaTulangSekarang
"Jangan ragu untuk berkonsultasi di Eka Hospital. Kami memiliki Gatam Institute, poli spesialis tulang dengan jajaran spesialis tulang yang berpengalaman serta dilengkapi dengan peralatan medis yang modern. Nuansa rumah sakit yang modern dan staf yang ramah akan membuat Anda merasa nyaman dan aman selama kunjungan," ucapnya.
dr. Monika Noviena Susanto, MARS
Hospital Director Eka Hospital Pekanbaru dalam sambutannya saat membuka acara menyampaikan apresiasi atas kehadiran para awak media.
Ia menegaskan bahwa media memegang peranan penting dalam menyampaikan informasi kesehatan yang akurat kepada masyarakat luas.
"Melalui silaturahmi ini, kita membangun jembatan komunikasi yang baik antara rumah sakit dan rekan-rekan media. Harapannya, informasi yang kami sampaikan bisa diteruskan kepada masyarakat secara tepat dan bermanfaat," ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini saja.
"Semoga acara seperti ini dapat terus berkelanjutan, agar hubungan dan kolaborasi kita semakin erat demi pelayanan kesehatan yang lebih baik untuk masyarakat," tutup dr. Monika.
Untuk mendapatkan informasi lainnya, segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.(lin)