Jan 2026
20

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Halal Bi Halal Gubri Bersama FPK dan FKUB Riau Dihadiri Ratusan Tokoh Lintas Agama dan Lintas Etnis
etalase | Selasa, 29 April 2025 | 19:23:35 WIB
Editor : sp | Penulis : sp/rls
Gubri, Abdul Wahid, Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan dan undangan lainnya foto bersama dengan Tokoh Lintas Agama dan Tokoh Lintas Etnis dalam Halal Bi Halal Gubri Bersama FPK dan FKUB Riau di Gedung Daerah Balai Serindit, Selasa (29/4/2025).

PEKANBARU-Halal Bi Halal Gubernur Provinsi Riau (Gubri) bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau dihadiri ratusan Tokoh Lintas Agama dan Tokoh Lintas Etnis. Acara yang diadakan di Gedung Daerah Balai Serindit Jalan Diponegoro Pekanbaru,Selasa (29/4/2025) itu juga dihadiri Ketua-ketua Paguyuban se Provinsi Riau.

Tampak Hadir Gubernur Riau, H. Abdul Wahid,M.Si, Wakil Ketua DPRD Riau, Parisman Ihwan, Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, Kaban Kesbangpol Provinsi Riau, Jenri Salmon Ginting, AP,M.Si, Ketua FPK Provinsi Riau Drs Auni M Noor, M.Si, Ketua FKUB Riau KH Abdulrahman Qoharuddin, Unsur Forkompinda dan para tokoh lintas agama dan lintas etnis.

Para tokoh Agama dan Tokoh intas Etnis mulai berdatangan sekitar pukul 11.30 WIB. Mereka bersalaman dan bersilahtuahmi antar tokoh Lintas Agama dan Tokoh Lintas Etnis. Dan menjelang acara dimulai sekitar pukul 12.30 WIB, Balai Serindit yang cukup luas penuh sesak, bahkan banyak yang berdiri karena kursi yang tersedia sudah penuh terisi.

Baca :

Acara diawali dengan Pemutaran video pendek kegiatan-kegiatan FKUB Provinsi Riau serta video kegiatan-kegiatan FPK Provinsi Riau. Para tamu undangan yang hadir tampak menyaksikan dengan seksama kegiatan-kegiatan dalam video itu termasuk kegiatan Parade Bhineka Tunggal Ika yang dilaksanakan bersempena dengan HUT Riau dan HUT RI tahun 2024 lalu.

Gubernur Riau (Gubri) H.Abdul Wahid, M.Si dalam sambutannya meminta masyarakat untuk beradaptasi dengan Bhineka Tunggal Ika. Semboyan yang memiliki arti berbeda-beda tetapi tetap satu jua itu akan menjadi modal dasar membangun kedamaian di Indonesia pada umumnya dan Provinsi Riau pada khususnya.

Baginya ini adalah waktu yang tepat karena semua tokoh, baik tokoh masyarakat maupun agama berkumpul untuk bersilaturahmi.

"Budaya itu menyerap yang baik-baik. Kita beradaptasi dari Bhinneka Tunggal Ika. Beradaptasi dari peribahasa di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kemampuan kita bertahan di sebuah tempat menjadikan kita bangsa Indonesia hari ini,"imbuhnya.

Gubri kembali ingatkan untuk memahami Bhinneka Tunggal Ika sebagai pedoman hidup. Segala bentuk rasa tentang perbedaan harus ditinggalkan demi hal yang lebih baik.

Menurut Gubri, hubungan persaudaraan harus tetap ada meski perbedaan terlihat jelas. Mulai dari warna kulit, hingga pakaian yang dikenakan. "Hubungan persaudaraan masih ada dan tidak memandang apa warna kulit kita, apa warna baju kita, pakai peci atau tidak," ucapnya.

Lanjutnya, satu hal paling penting untuk dipandang dari seorang manusia adalah sisi kemanusiaannya. Oleh sebab itu, ia meminta semua jajaran untuk mewujudkan perdamaian lewat jalur kemanusiaan.

"Saya berharap agar kerukunan umat beragama  dijaga terangkai dalam Bhinneka Tunggal Ika. Bersama FKUB dan FPK jaga kerukunan untuk negeri yang aman dan tentram," harapnya.

Ketua FPK, Auni M Noor menyampaikan bahwa tugas pokok FPK adalah melestarikan keharmonisan dalam keberagaman. Dalam dua tahun terakhir, tugas dijalankan dengan baik.

"Kita bangsa Indonesia terdiri atas etnis dan suku, jadi organisasi FPK ini sangat penting, sangat menentukan masa depan bangsa ini. Alhamdulillah FPK Riau telah melaksanakan beberapa kegiatan dalam mempererat mempersatukan dan memperkokoh persatuan dan kesatuan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua FKUB Riau KH Abdulrahman Qoharuddin menambahkan bahwa kerukunan yang ada perlu dirawat dan dikuatkan, maka diadakan halal bi halal.

"Kita semua ingin merawat dan menguatkan kerukuan, seluruh emelen khususnya komunitas berbasis keagaaam atau etnis, Riau ini miniatur indonesia, seluruh agama dan suku ada. Keberagaman itu sesuatu yang sudah, tetapi kerukunan dan kebersamaan harus dibangun, maka dalam suasana masih lebaran, kita menginginkan agar perbedaan yang ada itu menjadi pelangi yang indah, maka perlu dirawat dan dijaga," ujarnya.sp

 

Terbaru
华 闻
Lindawati Terpilih Jadi Ketua PSMTI...
Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:43:12 WIB
PSMTI Riau Akan Gelar Musprov V, Ini...
Rabu, 14 Januari 2026 | 18:26:49 WIB
Artikel Popular
1
4
politik
Komisi IV DPRD Riau Akan Panggil PUPR Bahas SILPA...
Selasa, 13 Januari 2026 | 14:08:52 WIB
Pilkada Tak Langsung Jadi Ancaman Demokrasi...
Kamis, 8 Januari 2026 | 20:27:09 WIB
hukum