|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Raja Juli Antoni menegaskan pentingnya menjaga kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskipun tren kasus terus menunjukkan penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan Raja Juli dalam konferensi pers usai Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla Nasional di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Selasa (29/4/2025).
Raja Juli menyampaikan, Indonesia patut bersyukur atas kemajuan signifikan dalam pengendalian karhutla. Data menunjukkan luas kebakaran hutan dan lahan pada 2024 turun drastis menjadi sekitar 370 ribu hektare, turun tajam dibandingkan 1,1 juta hektare pada 2023.
"Meski 2023 dilanda El Nino, angka kebakaran tetap menurun dibandingkan empat tahun sebelumnya. Ini prestasi luar biasa hasil kerja keras semua pihak," ujarnya.
Namun, Ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat pemerintah dan masyarakat lengah. "Ini keberhasilan yang patut disyukuri, tapi tidak boleh membuat kita jumawa. Ancaman karhutla masih nyata, terutama menjelang musim kemarau," tegasnya.
Raja Juli mengungkapkan tiga faktor utama di balik penurunan angka karhutla, yakni penanganan karhutla kini dilakukan secara terpadu, melibatkan pemerintah pusat, daerah, TNI-Polri, hingga dunia usaha. "Kalau dulu jalan sendiri-sendiri, sekarang kita satu komando," jelasnya.
Kemudian, sambungnya, teknologi seperti Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) akan kembali diterapkan mulai 1 Mei 2025 di Riau. Selain itu, edukasi kepada masyarakat terus digalakkan, termasuk melalui lomba pantun dan syair bertema bahaya karhutla.
"Penegakan hukum kini lebih tegas. Pelaku pembakaran, baik perusahaan maupun individu, sudah banyak yang ditindak, dan ini menimbulkan efek jera," tambahnya.*