|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan pada tahun 2025.
Hal ini disampaikan langsung oleh Gubernur Riau (Gubri), Abdul Wajid kepada wartawan usai Rapat Koordinasi Pembangunan Daerah (RKPD) di Gedung Daerah di beberapa waktu lalu.
"Saya akui pendapatan kita belum maksimal. Jujur saja, tahun ini kemungkinan besar kita tidak akan membangun jalan. Paling yang bisa saya dorong hanya sebatas fungsional saja," ungkap Gubri.
Ia menegaskan, kondisi fiskal daerah saat ini belum memadai untuk mendanai proyek pembangunan jalan berskala besar. Oleh karena itu, fokus pemerintah provinsi akan diarahkan pada pemeliharaan dan peningkatan fungsi jalan yang dianggap mendesak, seperti perbaikan akses vital dan penanganan titik-titik rawan kerusakan.
"Saat ini anggaran kita sangat tidak memungkinkan," tambahnya.
Meskipun dihadapkan pada keterbatasan, Gubri menegaskan komitmennya untuk memperbaiki kondisi ini. Penguatan pendapatan daerah dan optimalisasi alokasi anggaran akan menjadi prioritas dalam perencanaan anggaran tahun 2026.
"Insya Allah, tahun depan akan kami usahakan agar kondisi seperti ini tidak terjadi lagi," tegasnya.
Dengan strategi ini, Pemprov Riau berharap dapat keluar dari tekanan fiskal dan kembali melanjutkan pembangunan infrastruktur secara lebih menyeluruh di masa mendatang. *