Jan 2026
20

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Bertemu Menko Airlangga, Gubri Usulkan Pulau Rupat Jadi KEK
pekanbaru | Rabu, 7 Mei 2025 | 20:59:43 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : rivo
Gubernur Riau (Gubri), Abdul Wahid

PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri), Abdul Wahid secara resmi mengusulkan pengembangan Pulau Rupat di Kabupaten Bengkalis sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Usulan disampaikan langsung kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam pertemuan di Jakarta pada, Selasa 6 Mei 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Wahid memaparkan potensi besar Riau dari sisi komoditas unggulan, seperti kelapa sawit, kelapa dalam, sagu, karet, kopi liberika, hingga hutan tanaman industri (HTI). Komoditas ini tersebar di berbagai wilayah strategis seperti Indragiri Hilir, Pelalawan, dan Kepulauan Meranti.

Menurut Wahid, potensi tersebut belum terintegrasi secara optimal. Ia menawarkan konsep pengembangan industri lokal yang saling terhubung dan berkesinambungan.

Baca :

"Kemaren saya telah usulkan kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto terkait pengembangan Pulau Rupat di Kabupaten Bengkalis sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Jika seluruh potensi ini diintegrasikan, dampaknya akan sangat besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, mengurangi kemiskinan, serta menciptakan lapangan pekerjaan," jelas Wahid, Rabu (7/5/2025).

Pulau Rupat dipilih karena letaknya yang sangat strategis, yakni berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka. Wahid menilai kawasan ini ideal untuk dikembangkan sebagai KEK yang berorientasi industri dan perdagangan.

Selain Pulau Rupat, Wahid juga mengusulkan pengembangan kawasan logistik perkapalan di Pulau Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Pulau dinilai potensial karena kaya akan kandungan mineral silika.

Adapun kawasan Bukit Batu seluas 8.000 hektare juga ditawarkan sebagai lokasi industri terpadu. Sementara itu, Pulau Burung di Kabupaten Indragiri Hilir dinilai cocok untuk industri berbasis kelapa dan pertanian terpadu, serta dijadikan pusat halal hub nasional.

"Jika kawasan-kawasan ini berkembang, maka Riau bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera," ungkap Wahid optimistis.

Ia menyampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyambut positif gagasan tersebut. Namun, Ia menekankan bahwa keberhasilan KEK sangat ditentukan oleh kesiapan industri penopang di kawasan tersebut.

"Banyak pengalaman menunjukkan, keberhasilan KEK sangat tergantung pada kesiapan industri utama. Industri penopang adalah kunci. Kalau sudah ada, KEK akan tumbuh pesat. Tapi jika tidak siap, akan sulit bersaing," ujar Airlangga.*
 

Terbaru
华 闻
Lindawati Terpilih Jadi Ketua PSMTI...
Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:43:12 WIB
PSMTI Riau Akan Gelar Musprov V, Ini...
Rabu, 14 Januari 2026 | 18:26:49 WIB
Artikel Popular
1
4
politik
Komisi IV DPRD Riau Akan Panggil PUPR Bahas SILPA...
Selasa, 13 Januari 2026 | 14:08:52 WIB
Pilkada Tak Langsung Jadi Ancaman Demokrasi...
Kamis, 8 Januari 2026 | 20:27:09 WIB
hukum