Jan 2026
20

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Sentuhan RAPP Lestarikan Hutan Jaga Warisan Hijau Bumi Lancang Kuning
potensa | Kamis, 8 Mei 2025 | 22:49:09 WIB
Editor : herlina | Penulis : herlina

Bila kita berjalan ke lokasi April Group di Pelalawan maka terlihat jelas konsep pengelolaan hutan yang bertanggungjawab. Tidak semua lahan digunakan untuk tanaman produksi tetapi ada yang khusus lahan untuk hutan keberlanjutan. Bersama tangan terampil sentuhan RAPP berkomitmen melestarikan hutan dan terus menjaga warisan hijau di bumi lancang kuning.

APRIL Group  salah satu produsen pulp dan kertas terbesar di dunia

Sebagaimana dijelaskan Presiden April Group, Wang Bo bahwa Visi bisnis Grup APRIL berpusat pada keyakinan bahwa pembangunan yang bertanggung jawab dapat membangun masa depan yang lebih baik bagi Indonesia, membantu penduduk lokal untuk keluar dari lingkaran kemiskinan, dan meningkatkan kehidupan mereka.

Baca :

Beroperasi secara lestari dan berlanjut adalah hal yang esensial untuk mencapai visi tersebut, di mana keberlanjutan didefinisikan sebagai penggunaan sumber-sumber untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan tetap memastikan keberlanjutan sistem alami dan lingkungan untuk hari ini dan masa mendatang. “Itulah sebabnya keberlanjutan menjadi inti dari nilai-nilai dan aspirasi kamimm,” ujarnya.

Pendekatan April Group dalam praktik keberlanjutan dilandaskan kesadaran bahwa kemampuan komersial dan kontribusi berkelanjutan kami untuk perekonomian Indonesia, didasarkan pada kemampuan kami untuk mengelola operasi kami dengan cara yang menjamin produktivitas jangka panjang serta manfaat sosial dan lingkungan.

“Melalui aksi kami, kami senantiasa memperkuat komitmen untuk pengelolaan lestari dan untuk pengaplikasian cara terbaik dalam praktik-praktik pengelolaan keselamatan dan lingkungan di seluruh operasi kami. Kami bertujuan untuk menjadi bagian dari solusi di mana Indonesia dapat mencapai keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pengelolaan lingkungan,” ujarnya lagi.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pengelolaan hutan tanaman merupakan jantung dari bisnis dan operasional Grup APRIL, berpedoman kepada pendekatan berkelanjutan yang berfokus pada inisiatif pengembangan lingkungan, sosial dan ekonomi. “Melalui pengelolaan hutan tanaman, kami melestarikan hutan bernilai konservasi tinggi dan mendukung pembangunan ekonomi lokal sambil menanam jutaan pohon setiap tahunnya dan memanen hasilnya secara berkelanjutan,” ujarnya lagi.

Pendekatan Berkelanjutan

Grup APRIL beroperasi di bawah Kebijakan Pengelolaan Hutan Berkelanjutan atau Sustainable Forest Management Policy (SFMP). Kebijakan ini menjadi panduan pengelolaan 1 juta hektar yang dialokasikan untuk Grup APRIL untuk kehutanan di bawah izin konsesi pemerintah, di mana sekitar 450.000 hektar dari luas tersebut disisihkan untuk perkebunan berkelanjutan.

Area ini meliputi hutan tanaman terbarukan generasi ketiga dan keempat, yang ditanam pertama kali pada tahun 1993. Pembentukan hutan tanaman terbarukan di lahan ini telah rampung pada tahun 2014. Sisa lahan di konsesi kami disisihkan untuk perlindungan wajib, penggunaan oleh masyarakat, infrastruktur serta area yang secara sukarela disisihkan untuk Konservasi dan Restorasi Ekosistem.

Presdir Wang Bo memaparkan bahwa mereka menanam tiga spesies utama untuk menghasilkan pulp dan kertas: Acacia mangium, Eucalyptus dan Acacia crassicarpa yang mampu tumbuh dengan cepat, serta spesies hibrida untuk memenuhi permintaan konsumen. Program perbaikan genetik alami dilakukan untuk meningkatkan hasil dari masing-masing spesies dan meningkatkan produktivitas.

Grup APRIL, lanjutnya lagi, saat ini mempekerjakan lebih dari 9.000 pekerja perkebunan, dengan jumlah yang dapat bertambah hingga 13.000 selama periode panen. Bekerja sama dengan para mitra kami, kami melakukan panen antara 80.000 sampai 90.000 hektar hutan tanaman per tahun, yang bekerja berdasarkan pedoman pemerintah dalam area konsesi yang diberikan.

Area-area ini dengan cepat ditanami kembali dengan lebih dari 200 juta bibit per tahun.

Melindungi Area Konservasi

Grup APRIL menerapkan model ‘Ring Plantations’ (penanaman melingkar/cincin) sebagai cara untuk melindungi hutan konservasi dari perambahan dan degradasi. Hutan tanaman akasia yang produktif didirikan di sepanjang pinggiran konsesi kami, menciptakan zona buffer (penahan) yang membantu mengonservasi area gambut di bagian inti/tengah. Hutan tanaman yang menerapkan model ini menurunkan kemungkinan terjadinya pembalakan liar dan perambahan manusia.

Pendekatan model Ring Plantations memungkinkan penghasilan ekonomi serta membuka kesempatan kerja untuk mendukung penghidupan masyarakat setempat. Pendekatan ini turut berupaya mencapai keseimbangan antara hutan tanaman yang terbarukan, konservasi dan perlindungan alam.

Pendekatan model Ring Plantations dikembangkan sebagai tanggapan terhadap tantangan yang timbul pada lahan yang tidak dikelola, yang rentan terhadap perambahan dan degradasi melalui pembalakan liar atau kebakaran. Pendekatan ini mengintegrasikan hutan tanaman dan lahan konservasi sebagai bagian dari manajemen lanskap holistik yang juga mencakup pencegahan kebakaran dan manajemen hidrologi.

Standar Untuk Pemasok

Grup APRIL memperoleh sumber bahan baku tambahan dari mitra pemasok pihak ketiga yang diwajibkan untuk mematuhi Kewajiban Manajemen Hutan Berkelanjutan/ Sustainable Forest Management Policy (SFMP) milik Grup APRIL. Standar yang ketat diberlakukan untuk seluruh pemasok, yang harus sudah tersertifikasi dan telah melalui proses audit untuk memastikan bahwa semua kayu berasal dari sumber yang legal dan bahwa mereka mematuhi peraturan dan bersertifikat.

“Selain itu, kami menjaga dialog intensif dengan para mitra pemasok dalam permasalahan-permasalahan yang mereka hadapi. Kami mendiskusikan masalah yang diangkat oleh stakeholders eksternal bersama dengan pemasok yang terkait dan menjaga, memberikan umpan balik dan sudut pandang dan tindakan yang membesarkan hati oleh para mitra pasokan untuk mengatasi setiap masalah yang teridentifikasi,” ujarnya.

Masyarakat Dan Kehutanan

Masyarakat memainkan peran penting dalam pengelolaan hutan tanaman. Selain menyediakan kesempatan kerja, Grup APRIL bekerja sama dengan masyarakat untuk membangun dan mendukung ekosistem bisnis lokal para operator dan kontraktor.

Tujuan kerja sama tersebut adalah untuk memberdayakan desa melalui penciptaan lapangan kerja dan peluang bisnis yang dapat tumbuh secara berkelanjutan. Untuk memungkinkan ini, Grup APRIL menyediakan pelatihan kewirausahaan, mendukung pelatihan kejuruan khusus dan program-program sertifikasi untuk usaha-usaha kecil.

Grup APRIL juga bekerja sama dengan masyarakat untuk membina dan mendukung penghidupan masyarakat dan (pengelolaan) area Hutan Tanaman Rakyat (HTR).

HTR mengacu pada lahan yang disisihkan oleh pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan. Sejak tahun 1996, Grup APRIL telah bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk membina kecakapan dan mendorong produktivitas yang berkelanjutan dari penduduk di area-area tersebut. Grup APRIL juga menyisihkan lahan tambahan dari konsesinya untuk perkebunan tanaman kehidupan. Perkebunan tanaman kehidupan digunakan untuk perkebunan campuran pohon karet dan akasia, dengan Grup APRIL menyediakan bantuan dukungan untuk memastikan pengelolaan yang produktif, serta pelatihan kejuruan dan sumber daya.(lin)

 

Terbaru
华 闻
Lindawati Terpilih Jadi Ketua PSMTI...
Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:43:12 WIB
PSMTI Riau Akan Gelar Musprov V, Ini...
Rabu, 14 Januari 2026 | 18:26:49 WIB
Artikel Popular
1
4
politik
Komisi IV DPRD Riau Akan Panggil PUPR Bahas SILPA...
Selasa, 13 Januari 2026 | 14:08:52 WIB
Pilkada Tak Langsung Jadi Ancaman Demokrasi...
Kamis, 8 Januari 2026 | 20:27:09 WIB
hukum