|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Di momen Hari Raya Waisak 2569 BE yang jatuh Senin (12/5/2025), umat Buddha diminta meneladani cinta kasih sang Buddha, Siddharta Gautama. Meningkatkan keyakinan terhadap ajaran Buddha. Kemudian memahami dan merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari, karena ajaran Buddha cukup luas dan bersifat universal.
Ketua Panitia Waisak Bersama Pekanbaru, Ket Tjing kepada Metro Riau mengatakan, Umat Buddha diharapkan bisa intropeksi diri untuk berusaha dan berjuang mebersihkan noda-noda batin yang ada dalam dirinya, seperti keserakahan dan kebencian.
"Waisak menjadi kesempatan bagi umat untuk meneladani ajaran sang Buddha yang senantiasa menyebarkan cinta dan kasih," ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya, setiap puja umat Buddha selalu mendoakan dunia dan Negara Indonesia terbebas dari bencana, bisa hidup rukun, harmonis dan damai. Jauh dari kerusuhan.
Hal ini sesuai dengan tema Waisak nasional, Meningkatkan Pengendaian Diri dan Kebijaksanaan Mewujudkan Perdamaian Dunia'. Sesuai juga dengan pembukaan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia.
Waisak bagi umat Buddha ditandai dengan tiga peristiwa penting. Pertama memperingati lahirnya Pangeran Siddharta Gautama. Ia dilahirkan pada 623 SM di Taman Lumbini. Kedua memperingati Pangeran Siddharta Gautama yang telah meninggalkan kehidupan keduniawian menjadi pertapa. Membina diri hingga akhirnya mencapai kesempurnaan menjadi Buddha pada usia 35 tahun. Selama 45 tahun Buddha menyebarkan ajaran tentang kasih terhadap seluruh makhluk hidup.
Selain berdoa dan melakukan puja, umat memandikan Buddharupang yang merupakan bagian dalam peringatan Hari Tri Suci Waisak. Ritual merupakan simbol pembersihan dan penyucian diri lahir batin.
"Memandikan Buddharupang. (yi po) tujuannya mengenang peristiwa kelahiran pangeran Siddharta Gautama yang kelak akan menjadi Buddha," kata Ket Tjing yang merupakan Wakil Sekretaris Majelis Pandita Buddha Indonesoa (Mapanbumi) Riau tersebut.
Setelah mandi Buddharupang, air bisa dibungkus dan boleh dibawa ke rumah. Dituangkan ke bak mandi dan anggota keluarga bisa mandi secara fisik dan mensucikan diri. "Mensucikan kotoran-kotaran batin yang ada dalam diri kita sebagai manusia," tegasnya.*