Jan 2026
19

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Waisak, Umat Diminta Teladani Ajaran Buddha
huawen | Senin, 12 Mei 2025 | 11:18:29 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : *
Ket Tjing

PEKANBARU - Di momen Hari Raya Waisak 2569 BE yang jatuh Senin (12/5/2025), umat Buddha diminta meneladani cinta kasih sang Buddha, Siddharta Gautama. Meningkatkan keyakinan terhadap ajaran Buddha. Kemudian memahami dan merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari, karena ajaran Buddha cukup luas dan bersifat universal.

Ketua Panitia Waisak Bersama Pekanbaru, Ket Tjing kepada Metro Riau mengatakan,  Umat Buddha diharapkan bisa intropeksi diri untuk berusaha dan berjuang mebersihkan noda-noda batin yang ada dalam dirinya, seperti keserakahan dan kebencian.

"Waisak menjadi kesempatan bagi umat untuk meneladani ajaran sang Buddha yang senantiasa menyebarkan cinta dan kasih," ungkapnya.

Baca :

Selain itu, lanjutnya, setiap puja umat Buddha selalu mendoakan dunia dan Negara Indonesia terbebas dari bencana, bisa hidup rukun, harmonis dan damai. Jauh dari kerusuhan.

Hal ini sesuai dengan tema Waisak nasional, Meningkatkan Pengendaian Diri dan Kebijaksanaan Mewujudkan Perdamaian Dunia'. Sesuai juga dengan pembukaan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

Waisak bagi umat Buddha ditandai dengan tiga peristiwa penting. Pertama memperingati lahirnya Pangeran Siddharta  Gautama. Ia dilahirkan pada 623 SM di Taman Lumbini. Kedua memperingati Pangeran Siddharta Gautama yang telah meninggalkan kehidupan keduniawian menjadi pertapa. Membina diri hingga akhirnya mencapai kesempurnaan menjadi Buddha pada usia 35 tahun. Selama 45 tahun Buddha menyebarkan ajaran tentang kasih terhadap seluruh makhluk hidup.

Selain berdoa dan melakukan puja, umat memandikan Buddharupang yang merupakan bagian dalam peringatan Hari Tri Suci Waisak. Ritual merupakan simbol pembersihan dan penyucian diri lahir batin.

"Memandikan Buddharupang. (yi po) tujuannya mengenang peristiwa kelahiran pangeran Siddharta Gautama yang kelak akan menjadi Buddha," kata Ket Tjing yang merupakan Wakil Sekretaris Majelis Pandita Buddha Indonesoa (Mapanbumi) Riau tersebut.

Setelah mandi Buddharupang, air bisa dibungkus dan boleh dibawa ke rumah. Dituangkan ke bak mandi dan anggota keluarga bisa mandi secara fisik dan mensucikan diri. "Mensucikan kotoran-kotaran batin yang ada dalam diri kita sebagai manusia," tegasnya.*

Terbaru
sportainment
Senegal Juara Piala Afrika 2025
Senin, 19 Januari 2026 | 08:16:11 WIB
rohil
Bupati Rohil Hadiri Rakornas Sinergi Pemerintahan Umum di Jakarta
Minggu, 18 Januari 2026 | 20:49:57 WIB
pekanbaru
Riau Terima 44.700 Dosis Vaksin PMK, Distribusi Dimulai 19 Januari
Minggu, 18 Januari 2026 | 20:20:15 WIB
sportainment
Jojo Kandas di Final India Open
Minggu, 18 Januari 2026 | 20:06:58 WIB
pekanbaru
Trafik JTTS Naik 16 Persen Saat Long Weekend Isra Mikraj
Minggu, 18 Januari 2026 | 18:40:27 WIB
dunia
China Ciptakan Pulau Buatan Raksasa Setelah 12 Tahun Nimbun Pasir
Minggu, 18 Januari 2026 | 13:53:54 WIB
huawen
Lindawati Terpilih Jadi Ketua PSMTI Riau
Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:43:12 WIB
华 闻
Lindawati Terpilih Jadi Ketua PSMTI...
Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:43:12 WIB
PSMTI Riau Akan Gelar Musprov V, Ini...
Rabu, 14 Januari 2026 | 18:26:49 WIB
Artikel Popular
1
5
politik
Komisi IV DPRD Riau Akan Panggil PUPR Bahas SILPA...
Selasa, 13 Januari 2026 | 14:08:52 WIB
Pilkada Tak Langsung Jadi Ancaman Demokrasi...
Kamis, 8 Januari 2026 | 20:27:09 WIB
hukum
Didakwa Pemerasan, Ketua Ormas PETIR Tertunduk di PN...
Jumat, 16 Januari 2026 | 14:10:20 WIB