|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU – Kepolisian Daerah (Polda) Riau resmi meluncurkan Tim RAGA (Rabu Anti Geng & Anarkisme) pada Rabu (14/5/2025). Peluncuran ini dilakukan dalam sebuah apel besar yang berlangsung di Lapangan Apel Mapolda Riau.
Peluncuran dipimpin Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, dan dihadiri oleh Wakapolda Riau Brigjen Pol Jossy Kusumo serta pejabat utama Polda Riau, bersama ratusan personel dari berbagai satuan seperti Reskrim, Samapta, Lantas, dan Brimob.
Apel dimulai dengan penghormatan melalui lagu Mars Polri, dilanjutkan dengan pemasangan logo Tim RAGA. Logo ini memiliki makna filosofis yang mencerminkan nilai Responsif, Aktif, Gesit, dan Adil.
Irjen Herry menyampaikan bahwa kehadiran Tim RAGA merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat. "Tim ini bertugas menanggulangi ancaman seperti premanisme dan tindakan anarkis," uajrnya.
Irjen Herry juga menekankan pentingnya pelayanan tanpa diskriminasi, di mana setiap anggota harus mampu hadir dengan cepat, tepat, dan adil dalam setiap situasi.
“Jika ada satu warga yang merasa tidak aman, maka seluruh jajaran kepolisian, termasuk saya, wajib mengevaluasi diri, karena tugas kita belum berhasil,” tegas Irjen Herry.
Irjen Herry mengungkapkan filosofi yang mendasari pembentukan Tim RAGA, yang bukan hanya sekadar akronim, melainkan simbol dari tanggung jawab moral dan sosial anggota Polri dalam menjaga ketertiban, menegakkan hukum secara adil, dan melindungi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang status sosial.
Ia juga menyinggung tentang paradigma baru dalam penegakan keadilan, yang tidak hanya berfokus pada manusia (antroposentrisme), tetapi juga memperhatikan aspek ekologis (ekosentrisme).
“Keadilan tidak hanya untuk manusia, tetapi juga untuk makhluk hidup lain, seperti pepohonan, hewan, dan alam yang memiliki hak untuk dijaga,” tutur Irjen Herry.
Dalam waktu dekat, Tim RAGA akan melakukan patroli aktif di seluruh wilayah hukum Polda Riau, termasuk di 12 Polres kabupaten/kota.
Diharapkan, kehadiran tim ini dapat mengurangi potensi gangguan keamanan, seperti geng motor dan aksi anarkis, serta menjadi simbol hadirnya negara yang melindungi warganya secara nyata.
Tidak lupa, Irjen Herry memberikan apresiasi kepada media yang dianggap sebagai pilar utama dalam menjaga demokrasi dan keterbukaan informasi. “Tanpa media, sinergi kita tidak akan utuh,” tutur Irjen Herry.
Dengan peluncuran Tim RAGA, Polda Riau menegaskan komitmennya untuk menghadapi tantangan keamanan modern serta memenuhi harapan masyarakat akan kehidupan yang tertib, adil, dan damai.*