|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Hingga awal Mei 2025, Provinsi Riau berhasil mempertahankan status bebas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan Damkar) Riau, Edy Afrizal, mengungkapkan bahwa sepanjang Januari hingga Mei 2025, hanya terdeteksi tiga titik panas, semuanya berada di Kota Dumai. Namun, ketiga hotspot tersebut tidak berkembang menjadi kebakaran.
"Sepanjang lima bulan terakhir, kami hanya mendeteksi tiga hotspot di Dumai. Dan tidak ada kejadian karhutla yang berarti," ujar Edy, Rabu (8/5/2025).
Ia menilai capaian ini merupakan hasil dari meningkatnya kesadaran kolektif masyarakat dan pihak perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan.
"Kesadaran masyarakat dan perusahaan sangat berperan penting. Mereka semakin peduli dan aktif menjaga lingkungan sekitar," tambahnya.
Selain kesadaran publik, peran Satuan Tugas (Satgas) gabungan juga menjadi faktor krusial. Tim ini rutin melakukan patroli dan pemantauan di wilayah rawan kebakaran, serta cepat merespons potensi ancaman di lapangan.
"Patroli yang dilakukan Satgas gabungan menjadi kunci keberhasilan. Kami berharap, hingga akhir 2025 nanti, Provinsi Riau tetap nihil karhutla," sebut Edy berharap.
Sebagai langkah antisipasi, Provinsi Riau telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla sejak 1 April hingga 30 November 2025.*