Mar 2026
14

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR

Masuk ke Permukiman Warga di Kampar

BBKSDA Riau Evakuasi Beruang Madu ke Hutan Konservasi
kampar | Selasa, 27 Mei 2025 | 00:43:31 WIB
Editor : Novia | Penulis : Linda

KAMPAR – Seekor Beruang Madu jantan (Helarctos malayanus) berhasil dievakuasi dan dilepasliarkan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. 

Satwa dilindungi tersebut sempat memasuki kawasan permukiman warga di Desa Makmur Sejahtera, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar.

Evakuasi dilakukan secara cepat dan terkoordinasi bersama Pemerintah Desa Makmur Sejahtera, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta didukung mitra konservasi seperti Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (YTNTN) dan Yayasan Arsari.

Baca :

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, menyampaikan bahwa laporan awal diterima pada Minggu malam (18/5/2025), mengenai kemunculan Beruang Madu di sekitar permukiman warga.

Tim segera turun ke lapangan pada Senin (19/5/2025), untuk melakukan koordinasi dengan aparat desa dan keamanan setempat.

“Berdasarkan hasil koordinasi, kami memasang kandang jebak di lokasi terakhir kemunculan satwa, dengan melibatkan warga sekitar sebagai bagian dari upaya pengamanan,” ujar Supartono, Senin (26/5/2025).

Pada Selasa (20/5/2025), tim mendapati umpan di kandang jebak telah habis, diduga dimakan oleh beruang, namun pintu jebakan tidak tertutup. Tim kemudian melakukan perbaikan mekanisme pemicu agar lebih sensitif dan tetap aman bagi satwa.

Upaya tersebut membuahkan hasil pada Rabu, (21/5/2025), ketika seekor Beruang Madu jantan berhasil tertangkap dalam kondisi sehat.

"Setelah observasi awal oleh tim medis, BBKSDA Riau memutuskan untuk melepasliarkan satwa tersebut ke kawasan hutan konservasi di Provinsi Riau," kata Supartono.

Selain proses evakuasi, BBKSDA Riau bersama mitra juga mengadakan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar mengenai cara menghindari konflik dengan satwa liar.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas sendirian di ladang, khususnya pada pagi dan malam hari. Kami juga mengingatkan untuk tidak melakukan tindakan anarkis terhadap satwa dilindungi dan pentingnya melapor ke BBKSDA jika terjadi konflik,” tutur Supartono.

Kolaborasi ini dinilai menjadi contoh baik penanganan konflik satwa liar yang cepat, tepat, dan manusiawi. 

'Selain menjaga keselamatan masyarakat, langkah ini juga merupakan bentuk komitmen dalam pelestarian satwa liar serta menciptakan keseimbangan antara manusia dan alam," pungkas Supartono.

Terbaru
pekanbaru
Tahun Ini, Baznas Riau Optimis Kumpulkan Rp70, 4 M
Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:33:52 WIB
pekanbaru
ASN Pekanbaru Dilarang Mudik Pakai Mobil Dimas
Jumat, 13 Maret 2026 | 12:16:11 WIB
etalase
Saksi-saksi Yehuwa Akan Gelar perayaan tahunan Perjamuan Malam Tuan
Jumat, 13 Maret 2026 | 08:31:15 WIB
hukum
3.815 Personel Gabungan Kawal Lebaran di Riau
Jumat, 13 Maret 2026 | 06:09:48 WIB
Artikel Popular
1
politik
Sah, Dikemri Terpilih Jadi Ketua BM PAN...
Rabu, 11 Maret 2026 | 05:42:56 WIB
Mensesneg Pastikan Tidak Ada Reshuffle Jelang...
Selasa, 10 Februari 2026 | 20:27:33 WIB
DPR RI Apresiasi Inovasi Green Policing Polda...
Senin, 26 Januari 2026 | 22:39:16 WIB
hukum
3.815 Personel Gabungan Kawal Lebaran di...
Jumat, 13 Maret 2026 | 06:09:48 WIB
Ketum Ormas PETIR Divonis 6 Tahun Penjara Kasus...
Rabu, 11 Maret 2026 | 20:00:00 WIB
Nasional
Puasa Ramadan Memanusiakan...
Minggu, 8 Maret 2026 | 14:00:00 WIB