|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

DUMAI – Aksi kejar-kejaran menegangkan di tengah gelapnya perairan Kuala Parit Paman, Dumai, berakhir dengan temuan mencengangkan, dua ransel hitam berisi 48,54 kilogram sabu-sabu dibuang ke laut oleh penyelundup narkoba jaringan internasional asal Malaysia.
"TNI AL Dumai melalui Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Dumai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 48,54 kilogram dari jaringan internasional asal Malaysia. Barang bukti tersebut ditemukan dalam dua tas ransel hitam yang dibuang oleh pelaku di perairan Kuala Parit Paman, Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai." Ungkap Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (P) Abdul Haris, S.E., M.M.D.S dalam konferensi pers di Mako Lanal Dumai, Selasa (10/6/2025).
Keberhasilan ini berawal dari informasi intelijen pada Rabu, 4 Juni 2025 pukul 18.00 WIB tentang rencana penyelundupan narkoba dari Malaysia melalui perairan Dumai. Merespon informasi tersebut, Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (P) Abdul Haris, S.E., M.M.D.S mengerahkan tim gabungan yang terdiri dari 13 personel tim laut menggunakan Patkamla RBB, speed boat 200 PK, dan Sea Rider 85, serta 7 personel tim darat untuk mengamankan jalur-jalur tikus di pesisir Pantai Mundam.
"Sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, tim laut mendeteksi pergerakan mencurigakan sebuah speed boat di perairan Kuala Parit Paman. Saat dikejar, pelaku meningkatkan kecepatan dan melakukan manuver zig-zag hingga menabrak kapal patroli TNI AL, yang menyebabkan haluannya pecah dan tenggelam. Meski demikian, pengejaran tetap dilakukan hingga pelaku terlihat membuang dua tas ransel ke laut."
Dijelaskannya, Tim F1QR kemudian melakukan penyisiran dan berhasil menemukan dua tas hitam berisi total 44 bungkus sabu-sabu. Barang bukti tersebut kemudian dibawa ke Kantor Bea Cukai Dumai untuk uji laboratorium, yang membuktikan bahwa seluruh bungkusan mengandung methamphetamine dengan berat total 48,54 kg.
Selain tas berisi narkoba, tim juga menemukan satu unit speed boat tanpa nama dengan tiga mesin Yamaha 200 PK dalam kondisi kosong di Sungai Kadur, diduga milik pelaku. Hingga kini, para pelaku masih dalam pengejaran.
Keberhasilan ini diperkirakan menyelamatkan sekitar 242.700 jiwa dari bahaya narkoba, dengan estimasi nilai barang bukti mencapai Rp72,81 miliar. Paparnya.
TNI AL menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kedaulatan laut Indonesia dari berbagai bentuk kejahatan, termasuk penyelundupan narkotika, sejalan dengan Asta Cita ke-7 Presiden RI dan perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali untuk memperkuat pengawasan dan penegakan hukum di wilayah perairan dan yurisdiksi nasional.
Hadir dalam konferensi pers, wakil walikota Dumai Sugiyarto, Ketua DPRD Dumai Agus Miswandi, Dir Res Narkoba Polda Riau, Perwakilan Polres Dumai, Dandim 0320/Dumai, BC Dumai, Kejaksaan Negeri Dumai, dan undangan lainnya. (*)