|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Upaya Gubernur Riau (Gubri), Abdul Wahid dalam melobi pemerintah pusat terkait pembangunan infrastruktur kelistrikan membuahkan hasil. Tahun ini, PLN akan memulai pembangunan jaringan kabel listrik bawah laut untuk memperkuat konektivitas listrik di wilayah kepulauan Riau.
"PLN akan membangun kabel listrik bawah laut ke Pulau Rupat, Bengkalis, serta kawasan Rangsang dan Mendung di Kepulauan Meranti," ungkap Gubernur usai rapat bersama PLN pusat, Komisi XII DPR RI, dan Pemkab Bengkalis di Bandara SSK II Pekanbaru, Selasa (10/6/2025).
Pembangunan bertujuan mengintegrasikan sistem kelistrikan pulau-pulau di Riau ke jaringan utama Sumatera, sehingga tidak lagi bergantung pada genset atau sistem terisolasi (isolated system).
"Kalau proyek ini selesai, seluruh daerah di Riau akan terhubung dalam satu sistem. Awalnya ditargetkan rampung 2027, tapi kita dorong agar tuntas di 2026," tegas Gubri.
Proyek ini akan mencakup pembangunan jaringan tegangan tinggi, mulai dari 150 KVA di Bengkalis hingga 500 KVA di titik-titik strategis lainnya. Selain memperkuat pasokan listrik, Wahid menilai infrastruktur ini akan menarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Pertumbuhan kelistrikan kita 14 persen, energi 8 persen. Ini akan berkontribusi besar terhadap ekonomi. Saya optimis ekonomi Riau bisa tumbuh di atas 5 persen tahun ini," ucapnya optimis.
Sementara itu, Direktur Distribusi PLN, Adi Priyanto, menyebut pembangunan jaringan bawah laut ini sebagai wujud komitmen PLN dalam merespons aspirasi masyarakat dan kepala daerah di Riau.
"Tugas kami menjahit pulau-pulau agar terkoneksi listrik. Mohon doa agar proyek ini berjalan lancar," ucap Adi.
Dengan adanya proyek ini, Gubri menargetkan seluruh desa di Riau, termasuk wilayah terpencil, akan teraliri listrik paling lambat tahun 2027.*