Jan 2026
19

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Klinik Dibakar Massa, Manajer PT SSL Meninggal Dunia karena Tak Mendapat Pertolongan Cepat
siak | Jumat, 13 Juni 2025 | 18:33:47 WIB
Editor : Novia | Penulis : Linda

PEKANBARU – Manajer PT Seraya Sumber Lestari (SSL), Charles Siregar (54), meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Awal Bros, Jalan Ahmad Yani, Pekanbaru, Jumat (13/6/2025). 

Ia diduga tidak mendapat pertolongan medis tepat waktu karena fasilitas klinik perusahaan telah dirusak dan dibakar massa saat kerusuhan dua hari sebelumnya.

Kabar duka ini datang di tengah ketegangan antara warga dan pihak perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) tersebut, yang diduga dipicu oleh konflik lahan di wilayah Tumang, Kabupaten Siak.

Baca :

“Awalnya keluarga menginformasikan bahwa Pak Charles mengeluh sakit di bagian dada sekitar pukul 10.00 WIB. Karena tidak ada fasilitas kesehatan yang dapat digunakan, keluarga langsung membawanya ke Pekanbaru,” ujar Manajer Humas PT SSL, Sri Nurhaini Rachmandani, kepada wartawan, Jumat (13/6/2025).

Namun, nyawa Charles tak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 15.00 WIB saat dalam perjalanan ke rumah sakit. Almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit jantung.

Menurut Sri Nurhaini, PT SSL sebenarnya memiliki klinik perusahaan yang biasa digunakan untuk memberikan layanan kesehatan bagi para karyawan. Namun, klinik tersebut rusak parah setelah dibakar massa saat kerusuhan yang terjadi pada Rabu (11/6/2025).

“Peralatan dan perlengkapan medis rusak total akibat dibakar. Tidak ada pertolongan pertama yang bisa diberikan. Bahkan Pak Charles dibawa ke rumah sakit tanpa ambulans dan tanpa bantuan oksigen,” jelasnya.

Selain klinik, massa juga membakar pos satuan pengamanan dan lima rumah karyawan. Kerusuhan ini memicu respons aparat kepolisian. Delapan orang warga sempat diamankan oleh Polres Siak, lima di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dari delapan yang diamankan,” kata Kapolres Siak, AKBP Eka Ariandy Putra.

Eka menambahkan, polisi masih menyelidiki pelaku lain yang terlibat, termasuk dalam kasus perusakan kendaraan milik perusahaan. Ia menegaskan bahwa unjuk rasa yang berujung tindakan anarkistis akan ditindak tegas.

“Demonstrasi boleh saja, tapi kalau sudah anarkis dan melanggar hukum, pasti kami tindak. Tidak ada toleransi,” tegasnya.*

Terbaru
sportainment
Senegal Juara Piala Afrika 2025
Senin, 19 Januari 2026 | 08:16:11 WIB
rohil
Bupati Rohil Hadiri Rakornas Sinergi Pemerintahan Umum di Jakarta
Minggu, 18 Januari 2026 | 20:49:57 WIB
pekanbaru
Riau Terima 44.700 Dosis Vaksin PMK, Distribusi Dimulai 19 Januari
Minggu, 18 Januari 2026 | 20:20:15 WIB
sportainment
Jojo Kandas di Final India Open
Minggu, 18 Januari 2026 | 20:06:58 WIB
pekanbaru
Trafik JTTS Naik 16 Persen Saat Long Weekend Isra Mikraj
Minggu, 18 Januari 2026 | 18:40:27 WIB
dunia
China Ciptakan Pulau Buatan Raksasa Setelah 12 Tahun Nimbun Pasir
Minggu, 18 Januari 2026 | 13:53:54 WIB
huawen
Lindawati Terpilih Jadi Ketua PSMTI Riau
Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:43:12 WIB
华 闻
Lindawati Terpilih Jadi Ketua PSMTI...
Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:43:12 WIB
PSMTI Riau Akan Gelar Musprov V, Ini...
Rabu, 14 Januari 2026 | 18:26:49 WIB
Artikel Popular
1
5
politik
Komisi IV DPRD Riau Akan Panggil PUPR Bahas SILPA...
Selasa, 13 Januari 2026 | 14:08:52 WIB
Pilkada Tak Langsung Jadi Ancaman Demokrasi...
Kamis, 8 Januari 2026 | 20:27:09 WIB
hukum
Didakwa Pemerasan, Ketua Ormas PETIR Tertunduk di PN...
Jumat, 16 Januari 2026 | 14:10:20 WIB