|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri), Abdul Wahid mengambil langkah tegas untuk menekan praktik kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) yang smenjadi biang kerusakan jalan di Riau.
Usai pertemuan bersama para pimpinan perusahaan besar di Gedung Daerah Balai Serindit, Pekanbaru, Senin (16/6/2025), Gubri meminta komitmen seluruh pelaku usaha untuk patuh pada aturan lalu lintas dan standar kendaraan.
Dikatakannya, jalan yang dirancang untuk bertahan hingga 20 tahun justru rusak hanya dalam hitungan bulan akibat dilalui kendaraan ODOL. Ia menegaskan, kerusakan infrastruktur pada akhirnya juga merugikan pelaku usaha sendiri.
"Kami membangun jalan supaya tahan 20 tahun, tapi karena ODOL, baru 2 bulan sudah rusak. Ini menjadi beban ekonomi yang harus ditanggung daerah akibat ketidakpatuhan terhadap aturan," tegasnya.
Gubri menegaskan, pemerintah tidak bermaksud menghambat aktivitas ekonomi. Namun, setiap perusahaan harus ikut bertanggung jawab memelihara infrastruktur yang menunjang kelancaran bisnis mereka.
"Kami tidak melarang kegiatan usaha, tapi tolong perhatikan dampaknya. Kalau jalan rusak, perusahaan juga yang akan kesulitan," ujarnya.
Selain soal muatan, Gubri menekankan pentingnya penggunaan kendaraan yang sesuai standar dan berdomisili di Riau. Ia meminta perusahaan memperketat pengawasan terhadap vendor atau pihak ketiga yang mereka kontrakkan.
"Walaupun dikontrakkan, tolong beri syarat kepada vendor agar kendaraannya sesuai standar. Minimal, kendaraannya berplat BM supaya ada kontribusi pendapatan daerah," jelasnya.*